CHEMOPREVCHEMOPREV
Indonesian Journal of Cancer ChemopreventionIndonesian Journal of Cancer ChemopreventionKanker merupakan salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia, dengan diperkirakan 16,3 juta kematian terkait kanker pada tahun 2040. Terapi kanker saat ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti resistensi, toksisitas, dan biaya tinggi, yang menekankan kebutuhan pendekatan yang lebih terarah dalam penemuan terapi baru. Bunga kencur (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm. flos) telah dilaporkan mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas tumor-supresif potensial melalui modulasi jalur kanker. Namun, bukti in silico yang mengevaluasi senyawa aktifnya sebagai penghambat reseptor faktor pertumbuhan transformasi beta tipe I (TGF-βR1), protein yang terlibat dalam proliferasi dan metastasis tumor, masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk memprediksi dan mengevaluasi potensi senyawa Etlingera elatior sebagai agen penekan tumor yang menargetkan TGF-βR1 menggunakan pendekatan komputasi.
Hasil dari pendekatan komputasi, termasuk aturan Lipinski, analisis ADMET, skrining farmakofor, dan docking molekul, menunjukkan bahwa kaempferol memiliki afinitas terikat terbaik terhadap TGF-βR1, dengan nilai -7,98 kkal/mol dan konstanta inhibisi 1,42 µM.Temuan ini menunjukkan bahwa kaempferol dan quercetin memiliki potensi menjanjikan sebagai agen penekan tumor alami yang menargetkan TGF-βR1.Namun, karena penelitian ini masih berada pada tahap komputasi, validasi eksperimental sangat penting.Studi selanjutnya harus mencakup uji inhibisi kinase TGF-βR1, analisis jalur seluler, uji sitotoksisitas dan selektivitas pada sel kanker dan sel normal, serta penilaian ADME-Tox eksperimental sebelum maju ke model hewan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan validasi eksperimental terhadap kaempferol dan quercetin sebagai kandidat agen penekan tumor. Uji inhibisi kinase TGF-βR1 dapat dilakukan untuk mengukur pengikatan langsung dan inhibisi aktivitas enzim TGF-βR1. Selanjutnya, analisis jalur seluler, seperti evaluasi fosfo-Smad2/3 atau sistem gen pelapor TGF-β, dapat dilakukan untuk mengonfirmasi apakah senyawa tersebut menghambat sinyal TGF-β di dalam sel hidup. Selain itu, uji sitotoksisitas dan selektivitas pada sel kanker dan sel normal perlu dilakukan untuk menilai keamanan dan spesifisitas. Akhirnya, studi ADME-Tox eksperimental, termasuk permeabilitas Caco-2, pengikatan protein plasma, stabilitas metabolik, dan uji genotoksisitas, sangat penting sebelum maju ke model hewan. Penelitian ini akan membantu mengonfirmasi potensi kaempferol dan quercetin sebagai agen penekan tumor yang menargetkan TGF-βR1 dan memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan obat kanker yang lebih lanjut.
| File size | 1.14 MB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat. Layanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi penyakit tidak menular adalah salah satu bentukUntuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat. Layanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi penyakit tidak menular adalah salah satu bentuk
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Penerapan terapi komplementer akupresur belum dilakukan di tatanan perawatan pada lansia hipertensi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan terapiPenerapan terapi komplementer akupresur belum dilakukan di tatanan perawatan pada lansia hipertensi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan terapi
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Salah satu terapi komplementer untuk mengatasi anak mengalami diare yaitu dengan memberikan madu. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untukSalah satu terapi komplementer untuk mengatasi anak mengalami diare yaitu dengan memberikan madu. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Prevalensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan umur. Masalah yang umum terjadi pada lansia dengan hipertensi adalah tidak terkontrolnya tekananPrevalensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan umur. Masalah yang umum terjadi pada lansia dengan hipertensi adalah tidak terkontrolnya tekanan
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Metode: Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan mendemonstrasikan teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR) dan edukasi terkait penyakit kankerMetode: Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan mendemonstrasikan teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR) dan edukasi terkait penyakit kanker
ACEHPROVACEHPROV Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan data diperoleh dari rekam medis pasien HCC yang memenuhiPenelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan data diperoleh dari rekam medis pasien HCC yang memenuhi
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Maka untuk mendukung hal tersebut diperlukan guru pengetahuan guru yang baik tentang kesehatan fisik dan jiwa agar dapat mewujudkan siswa yang tidak hanyaMaka untuk mendukung hal tersebut diperlukan guru pengetahuan guru yang baik tentang kesehatan fisik dan jiwa agar dapat mewujudkan siswa yang tidak hanya
DWCUDWCU Berdasarkan distribusi data demografi, frekuensi tertinggi pada perempuan (53,1%), umur ≥ 15 tahun (54,6%) dan sebagian besar adalah pelajar (43,1%).Berdasarkan distribusi data demografi, frekuensi tertinggi pada perempuan (53,1%), umur ≥ 15 tahun (54,6%) dan sebagian besar adalah pelajar (43,1%).
Useful /
UNIPAUNIPA ) dan selada air (Nasturtium officinale W. T. Aiton). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan meliputi daun, batang muda, pucuk, bunga muda, dan umbi dengan) dan selada air (Nasturtium officinale W. T. Aiton). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan meliputi daun, batang muda, pucuk, bunga muda, dan umbi dengan
ACEHPROVACEHPROV Metode quasi‑eksperimental melibatkan 80 pasien krisis hiperglikemia yang dibagi menjadi kelompok kombinasi (insulin basal insulin cepat) dan kontrolMetode quasi‑eksperimental melibatkan 80 pasien krisis hiperglikemia yang dibagi menjadi kelompok kombinasi (insulin basal insulin cepat) dan kontrol
ACEHPROVACEHPROV Secara histopatologi, Kelompok I (PRP) menunjukkan perbaikan jaringan tubulus seminiferus yang lebih baik dibanding Kelompok II (Torsio). Analisis spermatozoaSecara histopatologi, Kelompok I (PRP) menunjukkan perbaikan jaringan tubulus seminiferus yang lebih baik dibanding Kelompok II (Torsio). Analisis spermatozoa
ACEHPROVACEHPROV Namun intervensi FHR tidak efektif terhadap stabilitas Hemodinamik. Walau demikian, FHR tetap dapat direkomendasikan untuk diterapkan pada ibu hamil danNamun intervensi FHR tidak efektif terhadap stabilitas Hemodinamik. Walau demikian, FHR tetap dapat direkomendasikan untuk diterapkan pada ibu hamil dan