STIKBARSTIKBAR

Public Health of IndonesiaPublic Health of Indonesia

Latar Belakang: Tingginya prevalensi kanker berdampak langsung pada kualitas hidup dan status gizi penderita, terutama karena berkurangnya nafsu makan, gangguan metabolik, dan efek samping terapi konvensional seperti operasi, mastektomi, kemoterapi, terapi hormonal, atau radioterapi. Terapi‑terapi tersebut, meskipun bertujuan menghambat pertumbuhan dan metastasis sel kanker, sering menimbulkan efek samping berat yang memperburuk kondisi pasien. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi pengobatan alternatif yang efektif dengan efek samping minimal. Dalam hal ini, sumber biologis seperti jamur endofit kelakai mengandung berbagai metabolit sekunder aktif yang dapat menghambat proliferasi sel kanker sehingga berpotensi menjadi bagian dari terapi pendukung yang ramah kesehatan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membuktikan aktivitas sitotoksik ekstrak jamur endofit kelakai terhadap sel MCF‑7 dan Vero. Metode: Isolasi, pemurnian, dan proses ekstraksi metabolit sekunder dari jamur endofit dilakukan sebagaimana penelitian sebelumnya. Ekstrak etil asetat diperoleh melalui fermentasi ekstraktif dari isolat murni jamur endofit kelakai, menggunakan pelarut etil asetat dengan perbandingan 1:1. Identifikasi kandungan kimia (tanin, alkaloid, flavonoid, saponin, steroid/terpenoid) dilakukan secara kualitatif. Aktivitas sitotoksik diuji dengan metode MTT. Hasil: Dari isolat diperoleh 2,4 g ekstrak etil asetat. Analisis kimia menunjukkan hasil positif untuk tanin, flavonoid, alkaloid, steroid, dan saponin. Uji sitotoksik terhadap sel MCF‑7 dan Vero menghasilkan nilai IC₅₀ masing‑masing sebesar 517,3015 µg/mL dan 1.074,9152 µg/mL. Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak kelakai tidak toksik bagi sel Vero, namun toksik bagi sel MCF‑7, menunjukkan potensi kelakai sebagai sumber tanaman lokal untuk obat alami yang dapat mendukung konservasi tumbuhan endemik dan menyediakan terapi alternatif yang lebih aman serta meningkatkan kesehatan masyarakat.

Ekstrak etil asetat kelakai mengandung tanin, flavonoid, dan saponin yang menunjukkan aktivitas biologis, termasuk sitotoksisitas terhadap sel kanker payudara MCF‑7 dengan nilai IC₅₀ yang relatif lemah (517,30 µg/mL), namun tidak beracun bagi sel normal Vero (IC₅₀ = 1.Meskipun efektivitas antikanker ekstrak masih memerlukan peningkatan, keamanan terhadap sel normal menjadikannya bahan dasar yang menjanjikan untuk pengembangan agen antikanker alami.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dengan potensi aktivitas lebih tinggi.

Penelitian selanjutnya sebaiknya memfokuskan pada isolasi dan penentuan struktur senyawa bioaktif individu yang terdapat pada ekstrak jamur endofit kelakai, serta menguji potensi sitotoksiknya secara terperinci pada sel kanker payudara, termasuk tipe triple‑negative, untuk menilai aktivitas yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak keseluruhan. Selanjutnya, diperlukan investigasi mekanisme aksi senyawa terisolasi tersebut, meliputi jalur apoptotik, regulasi siklus sel, dan selektivitas terhadap sel normal, guna memahami basis molekuler efektivitasnya. Terakhir, optimalisasi kondisi ekstraksi serta formulasi senyawa aktif harus dilakukan, diikuti dengan uji toksikologi dan efikasi in‑vivo pada model hewan, sehingga dapat menilai keamanan, dosis yang tepat, dan potensi aplikasi klinis sebagai terapi antikanker berbasis alam.

  1. Application of Stenochlaena palustris in Black Tea and Coffee Beverages Targeting Consumers with Sugar... atlantis-press.com/proceedings/ic-fanres-21/125968058Application of Stenochlaena palustris in Black Tea and Coffee Beverages Targeting Consumers with Sugar atlantis press proceedings ic fanres 21 125968058
  2. Combination on endophytic fungal as the Plant Growth-Promoting Fungi (PGPF) on cucumber (Cucumis sativus)... smujo.id/biodiv/article/view/7333Combination on endophytic fungal as the Plant Growth Promoting Fungi PGPF on cucumber Cucumis sativus smujo biodiv article view 7333
  3. The Cytotoxicity of Endophytic Fungi Isolated from Kelakai (Stenochlaena palustris) Against MCF-7 and... doi.org/10.36685/phi.v11i3.1002The Cytotoxicity of Endophytic Fungi Isolated from Kelakai Stenochlaena palustris Against MCF 7 and doi 10 36685 phi v11i3 1002
Read online
File size690.5 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test