STIKBARSTIKBAR

Public Health of IndonesiaPublic Health of Indonesia

Latar Belakang: Tempat pembuangan akhir (TPA) dikenal sebagai sumber emisi berbagai polutan gas, termasuk amonia (NH₃), yang dapat menyebabkan gangguan bau. TPA Ganet di Kota Tanjungpinang saat ini dikelola menggunakan sistem pembuangan terbuka karena keterbatasan operasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil dispersi gas amonia yang berasal dari TPA Ganet dan untuk memeriksa perbedaan dalam pola dispersinya antara musim hujan dan musim kemarau. Metode: Data konsentrasi amonia dikumpulkan berdasarkan pengukuran rata-rata satu jam di sepuluh lokasi pemantauan: satu di area pembuangan TPA dan sembilan di titik-titik sekitarnya, termasuk zona perumahan dan jalan raya yang berdekatan. Data ini digunakan sebagai input untuk pemodelan dispersi menggunakan perangkat lunak AERMOD. Data meteorologi untuk tahun 2023 diperkirakan menggunakan data historis dari tahun 2019 hingga 2023 untuk mendukung proses pemodelan. Hasil: Hasil pemantauan menunjukkan bahwa konsentrasi amonia di semua lokasi yang diukur memenuhi standar kualitas <2 ppm. Pemodelan AERMOD untuk konsentrasi rata-rata satu jam menunjukkan bahwa konsentrasi prediksi tertinggi di dalam area TPA adalah 0,08 µg/Nm³. Baik pada musim hujan maupun musim kemarau, dispersi amonia cenderung ke arah barat daya, sejalan dengan arah angin yang berlaku di wilayah tersebut. Perbandingan musiman mengungkapkan perbedaan konsentrasi amonia pada radius 7 km dari pusat TPA: 0,001 µg/Nm³ selama musim hujan dan 0,002 µg/Nm³ selama musim kemarau. Kesimpulan: Hasil pemodelan mengkonfirmasi temuan pemantauan, menunjukkan bahwa konsentrasi amonia tertinggi terjadi di lokasi yang paling dekat dengan TPA, terutama ke arah barat daya, konsisten dengan pola angin yang dominan.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa konsentrasi amonia tertinggi terjadi di lokasi yang paling dekat dengan TPA, khususnya ke arah barat daya, sejalan dengan pola angin yang dominan.Dispersi amonia cenderung ke arah barat daya, baik pada musim hujan maupun musim kemarau.Perbedaan konsentrasi amonia antara musim hujan dan musim kemarau ditemukan pada radius 7 km dari pusat TPA, dengan konsentrasi lebih tinggi pada musim kemarau.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi dampak kombinasi polutan gas dari TPA terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Studi ini dapat menggunakan pendekatan pemodelan yang lebih kompleks untuk memperhitungkan interaksi antara amonia, metana, dan gas lainnya. Selain itu, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai teknologi pengendalian emisi, seperti sistem penangkapan gas dan penggunaan biofilter, dalam mengurangi pelepasan amonia dari TPA. Penelitian ini dapat mencakup analisis biaya-manfaat untuk mengidentifikasi solusi yang paling berkelanjutan dan ekonomis. Terakhir, penting untuk melakukan studi longitudinal yang memantau kualitas udara dan kesehatan masyarakat di sekitar TPA dalam jangka waktu yang lebih lama untuk memahami dampak jangka panjang dari paparan amonia dan polutan lainnya.

  1. Pengaruh Intake Gas Amoniak di Udara Terhadap Iritasi Mata pada Pemulung di TPA Ganet | Jurnal Sanitasi... jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/SJKL/article/view/1942Pengaruh Intake Gas Amoniak di Udara Terhadap Iritasi Mata pada Pemulung di TPA Ganet Jurnal Sanitasi jurnal poltekkespalembang ac index php SJKL article view 1942
Read online
File size1.03 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test