IPBIPB

HAYATIHAYATI

Artikel ini mengevaluasi efek pencahayaan dan konsentrasi inokulum sel pada kultivasi Spirulina platensis terhadap pertumbuhannya, komposisi pigmen, dan kemampuan menangkap CO2. Intensitas cahaya yang berbeda (1.000, 3.000, dan 5.000 lux), kualitas cahaya (putih, biru, dan merah), dan konsentrasi inokulum sel yang ditunjukkan sebagai nilai OD (0,2, 0,3, dan 0,5) dinilai. Pertumbuhan tertinggi diperoleh dari cahaya merah, diikuti oleh cahaya putih dan biru. Konsentrasi biomassa maksimum (0,0711 mg/ml) diperoleh saat menggunakan cahaya merah dengan intensitas cahaya 5.000 lux. Konten karbon tertinggi (5,1274 mg/ml alga) juga diperoleh selama kultivasi cahaya merah dengan intensitas cahaya 5.000 lux. Sementara itu, kandungan klorofil (1,4365 mg/mg alga) tertinggi diperoleh pada kultivasi cahaya biru dengan intensitas cahaya 5.000 lux dan inokulum sel OD 0,5. Phycocyanin tertinggi (0,0309 mg/mg alga) diperoleh di bawah cahaya merah dengan intensitas cahaya 3.000 lux dan inokulum sel OD 0,5. Ditemukan bahwa kondisi kultivasi untuk mencapai biomassa tinggi dan konsentrasi pigmen tinggi berbeda.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan intensitas cahaya umumnya meningkatkan berat kering biomassa, kemungkinan karena peningkatan penyerapan foton dan laju fotosintesis.000 lux), terjadi fotoinhibisi pada kepadatan inokulum yang lebih rendah (OD 0,2 dan 0,3), yang menyebabkan penurunan biomassa.Cahaya merah terbukti paling efektif untuk produksi biomassa dan kandungan karbon, serta konsentrasi phycocyanin.Sementara itu, kandungan klorofil tertinggi dapat ditemukan di bawah cahaya biru dan merah.Namun, intensitas cahaya merah yang tinggi mungkin mengurangi kandungan klorofil dan phycocyanin, yang mungkin disebabkan oleh kerusakan foton.Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa cahaya merah diidentifikasi sebagai kualitas cahaya yang paling efektif, sedangkan intensitas cahaya optimal dan kepadatan inokulum harus seimbang dengan hati-hati untuk menghindari fotoinhibisi.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mempelajari lebih lanjut komposisi biomassa lainnya serta perubahan morfologis dengan pengaturan pencahayaan yang berbeda. (2) Melakukan studi lebih lanjut dengan spektrum cahaya yang berbeda, sumber cahaya yang berbeda, serta regulasi media kultivasi untuk memahami lebih lanjut efek perubahan tersebut terhadap pertumbuhan Spirulina dan komposisi biokimia. (3) Melakukan studi optimasi untuk memperoleh kondisi optimal dalam kultivasi Spirulina untuk memperoleh biomassa tinggi dan komposisi biokimia yang diinginkan. Selain itu, energi yang dihasilkan dari cahaya juga dapat dihitung untuk pemahaman yang lebih mendalam.

  1. Outdoor scale‐up of Leptolyngbya sp.: Effect of light intensity and inoculum volume on photoinhibition... doi.org/10.1002/bit.27750Outdoor scaleyAAAaup of Leptolyngbya sp Effect of light intensity and inoculum volume on photoinhibition doi 10 1002 bit 27750
  2. Chlorophyll Content of Chlorella vulgaris (Beijerinck, 1890) on Different Light Intensity | Khairunnisa... doi.org/10.14710/buloma.v13i1.59218Chlorophyll Content of Chlorella vulgaris Beijerinck 1890 on Different Light Intensity Khairunnisa doi 10 14710 buloma v13i1 59218
  3. Maximizing key biochemical products of Spirulina platensis: optimal light quantities and best harvesting... doi.org/10.1051/ocl/2024019Maximizing key biochemical products of Spirulina platensis optimal light quantities and best harvesting doi 10 1051 ocl 2024019
Read online
File size730.29 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test