UNSUNS

PRIMA: Journal of Community Empowering and ServicesPRIMA: Journal of Community Empowering and Services

Usahatani lahan kering secara umum berada di wilayah tengah dan hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) serta mempunyai banyak permasalahan, seperti kondisi lahan marginal, rawan erosi, ketersediaan air terbatas, teknologi budidaya terbatas, dan rendahnya pendapatan usahatani. Metode teknologi konservasi vegetatif sangat direkomendasikan di dalam tindakan konservasi tanah dan air (KTA) pada usahatani lahan kering, selain menekan erosi dapat meningkatan produktivitas lahan dan mudah diterapkan petani. Keunggulan tanaman akar wangi selain dapat tumbuh di segala jenis tanah, landskap topografi, dan iklim; tetapi juga memiliki kelemahan diantaranya hasil pangkasan daun akar wangi kurang disukai ternak. Di Pulau Jawa, akar wangi banyak ditanam petani di daerah Garut, Jawa Barat yang dikenal sebagai Akar Wangi varietas Garut dan di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai Akar Wangi varietas Wonosari untuk diambil akarnya (bahan minyak atsiri dan pengharum). Akar wangi juga dapat digunakan sebagai tanaman konservasi tanah dan stabilisasi lereng. Akar wangi dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai teknologi KTA yang telah ada, yaitu: ditanam sebagai tanaman pagar (“hedges), ditanam sebagai strip penguat teras, dan ditanam sebagai tanaman barisan menurut kontur. Tanaman akar wangi setelah umur tertentu dapat dipangkas secara periodik dan dimanfaatkan sebagai bahan mulsa sisa tanaman. Petani di lahan kering dapat menggunakan akar wangi sebagai tanaman konservasi dan rehabilitasi lahan secara mandiri untuk mewujudkan sistem usahatani yang ramah lingkungan.

Tanaman akar wangi efektif mendukung berbagai tindakan konservasi tanah dan air (KTA) pada usahatani lahan kering, seperti pengembangan sebagai tanaman pagar, strip penguat teras, dan barisan tanaman kontur.Penting untuk tidak membongkar akarnya demi tujuan konservasi, melainkan memanfaatkan pangkasan daunnya secara periodik sebagai pupuk hijau atau mulsa untuk mengurangi erosi dan meningkatkan infiltrasi air.Dengan demikian, petani di lahan kering dapat secara mandiri mengadopsi akar wangi sebagai solusi konservasi dan rehabilitasi lahan untuk sistem usahatani yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Meskipun studi ini telah menunjukkan potensi besar tanaman akar wangi sebagai teknologi konservasi vegetatif, masih terdapat beberapa celah penelitian yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut guna mengoptimalkan pemanfaatannya. Salah satu arah penelitian yang penting adalah mengembangkan metode pengolahan pangkasan daun akar wangi. Mengingat hasil pangkasan ini saat ini kurang disukai ternak, penelitian dapat berfokus pada teknik fermentasi, ensilase, atau fortifikasi nutrisi untuk meningkatkan palatabilitas dan nilai gizinya, sehingga dapat menjadi sumber pakan alternatif yang berharga dan mendukung sistem pertanian terpadu. Selain itu, diperlukan studi evaluasi jangka panjang dan pada cakupan agroekologi yang lebih luas, mencakup berbagai jenis tanah dan kondisi iklim di lahan kering, untuk secara komprehensif menilai dampak akar wangi terhadap dinamika erosi tanah, kapasitas infiltrasi air, dan peningkatan kesuburan tanah. Penelitian ini akan membantu merumuskan rekomendasi spesifik lokasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan, mempertimbangkan juga varietas akar wangi yang belum banyak diteliti. Terakhir, untuk memastikan adopsi yang lebih luas di kalangan petani, riset dapat menyelidiki model integrasi akar wangi ke dalam beragam sistem usahatani yang sudah ada, termasuk analisis biaya-manfaat, efisiensi tenaga kerja, serta studi persepsi dan faktor-faktor yang mendorong atau menghambat adopsi teknologi konservasi ini oleh masyarakat petani. Dengan demikian, kita dapat lebih memahami potensi ekonomi dan sosial dari teknologi akar wangi dalam mewujudkan pertanian lahan kering yang lebih tangguh dan ramah lingkungan.

  1. SE - Reducing sediment concentration and soil loss using organic and inorganic amendments at plot scale.... se.copernicus.org/articles/6/445/2015SE Reducing sediment concentration and soil loss using organic and inorganic amendments at plot scale se copernicus articles 6 445 2015
  2. 0. 0 bioone.org/journals/mountain-research-and-development/volume-28/issue-2/mrd.mm028/Where-the-land-is-greenercase-studies-and-analysis-of-soil/10.1659/mrd.mm028.full0 0 bioone journals mountain research and development volume 28 issue 2 mrd mm028 Where the land is greenercase studies and analysis of soil 10 1659 mrd mm028 full
  3. Akar Wangi (Vetiveria zizanioides, Linn Nash) Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering... jurnal.uns.ac.id/prima/article/view/77722Akar Wangi Vetiveria zizanioides Linn Nash Sebagai Tanaman Konservasi Tanah Pada Usahatani Lahan Kering jurnal uns ac prima article view 77722
Read online
File size1.32 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test