UPBUPB

Jurnal Agrosains Universitas Panca BhaktiJurnal Agrosains Universitas Panca Bhakti

Seledri (Apium graveolens L. subsp. chinensis) is a highly nutritious vegetable crop with significant economic value, yet its productivity remains constrained by marginal soil conditions, particularly on Podzolic Red-Yellow soils widespread in tropical Indonesia. These soils are characterized by high acidity (pH < 5.5), low cation exchange capacity, high exchangeable aluminum, and nutrient deficiency. Moringa leaf extract (Moringa oleifera) has emerged as a promising natural biostimulant containing phytohormones (cytokinins, auxins), vitamins, and minerals that enhance vegetative growth. This study evaluated the effect of moringa leaf extract on seledri growth and yield on Podzolic Red-Yellow soil. The research was conducted in Nanga Tepuai Village, Hulu Gurung District, Kapuas Hulu Regency, from April to July 2024, using a Randomized Complete Block Design with six dosage levels: M0 (control), M1 (35 mL/L), M2 (40 mL/L), M3 (45 mL/L), M4 (50 mL/L), and M5 (55 mL/L), each replicated four times. Results showed highly significant effects (p < 0.01) on leaf number, but non-significant effects on plant height, fresh weight, and root volume. Treatment M5 (55 mL/L) produced the highest leaf number (15.25 leaves), M4 (50 mL/L) the tallest plants (26.75 cm), while M2 (40 mL/L) yielded the highest fresh weight (98.75 g) and root volume (7.25 mL). These findings suggest moringa leaf extract at 40–55 mL/L effectively stimulates leaf development in seledri on acidic, nutrient-poor soils.

Pemberian ekstrak daun kelor berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun tanaman seledri di tanah Podsolik Merah Kuning, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat segar, dan volume akar.Perlakuan M5 (55 mL/L) memberikan hasil terbaik untuk jumlah daun, M4 (50 mL/L) untuk tinggi tanaman, sedangkan M2 (40 mL/L) untuk berat segar dan volume akar.Aplikasi ekstrak daun kelor pada dosis 40–55 mL/L dapat direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan daun dan produktivitas seledri di tanah Podsolik Merah Kuning sebagai pendekatan budidaya berkelanjutan.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menginvestigasi mekanisme molekuler yang mendasari pengaruh ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan seledri, khususnya terkait dengan regulasi gen yang terlibat dalam sintesis hormon pertumbuhan dan metabolisme nutrisi. Selain itu, studi komparatif antara berbagai jenis ekstrak daun kelor (misalnya, ekstrak air, etanol, atau metanol) perlu dilakukan untuk menentukan metode ekstraksi yang paling efektif dalam menghasilkan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tanaman. Terakhir, penelitian perlu memperluas cakupan dengan menguji efektivitas ekstrak daun kelor pada varietas seledri yang berbeda dan dalam kombinasi dengan praktik budidaya lainnya, seperti pemupukan organik atau aplikasi mikroorganisme tanah, untuk mengoptimalkan hasil dan keberlanjutan produksi seledri di lahan marginal.

  1. Penggunaan Biochar dan Trichokompos untuk Pertumbuhan dan Hasil Padi pada Tanah Sulfat Masam | masulili... doi.org/10.24198/jt.vol16n2.9Penggunaan Biochar dan Trichokompos untuk Pertumbuhan dan Hasil Padi pada Tanah Sulfat Masam masulili doi 10 24198 jt vol16n2 9
Read online
File size210.7 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test