STIUDQSTIUDQ

Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan TafsirUlumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Adopsi anak menjadi salah satu cara bagi orang tua yang sudah lama tidak memiliki anak. Pada masa dahulu adopsi menjadi adat bangsa Arab pra-Islam, mereka memperlakukan anak angkatnya seperti anak kandung sendiri, bahkan menyematkan namanya dibelakang nama anak angkat. Islam melarang nabi menisbatkan namanya dibelakang nama Zaid ibn Haritsah sebagaimana dalam Q.S. al-Ahzâb [33]: 4-5, selain itu terputuslah hak-hak anak angkat pada masa pra-Islam seperti mendapatkan waris dan mahram. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan mendokumentasikan karya ilmiah sebagai sumber penelitian adapun untuk menggali teks digunakan metode Tafsir Kontekstual Abdullah Saeed, dengan memperhatikan hierarki nilai dan juga langkah-langkah penafsirannya. Dari pembacaan tersebut dihasilkan bahwasanya diperbolehkan untuk mengangkat anak, dengan syarat mempertegas identitas anak angkat, adapun problematika mahram dapat didapatkan dengan menyusui anak tersebut, jika orang tua angkat berkenan memberikan hartanya maka dapat melakukan wasiat, maka statusnya adalah hibah, adapun jika tidak memberi wasiat anak angkat berhak mendapatkan maksimal 1/3 bagian sebagaimana yang dijelaskan KHI (Kompilasi Hukum Islam) dan penasaban anak bisa dilakukan jika dalam kondisi mendesak, namun tetap mempertegas status anak adalah anak angkat. Problematika diatas dapat diselesaikan dengan cara menitip mengasuhkan anak yatim kepada panti asuhan.

Adopsi anak menjadi salah satu cara bagi orang tua yang sudah lama tidak memiliki anak.Pada masa dahulu adopsi menjadi adat bangsa Arab pra-Islam, mereka memperlakukan anak angkatnya seperti anak kandung sendiri, bahkan menyematkan namanya dibelakang nama anak angkat, dalam Q.4-5, dijelaskan bahwa Islam melarang nabi menisbatkan namanya dibelakang nama Zaid ibn Haritsah, selain itu terputuslah hak-hak anak angkat pada masa pra-Islam seperti mendapatkan waris dan mahram.Untuk menggali makna teks digunakan metode Tafsir Kontekstual Abdullah Saeed, dengan memperhatikan hierarki nilai dan juga langkah-langkah penafsirannya.pertimbangan awal mengenai mufassir, mulai menafsirkan, mengidentifikasi makna, mengaitkan penafsiran teks dengan konteks saat ini.Adopsi anak diperbolehkan, dengan syarat mempertegas identitas anak angkat, mahram anak angkat dapat didapatkan dengan menyusui anak tersebut, dalam hal waris jika orang tua angkat berkenan memberikan hartanya maka dapat melakukan wasiat, jika tidak memberi wasiat ia mendapatkan maksimal 1/3 bagian sebagaimana yang dijelaskan dalam KHI dan penasaban anak sebaiknya tidak dilakukan oleh orang tua angkat.Namun jika anak tersebut adalah yatim piatu sebaiknya dititip asuhkan kepada panti asuhan, karena akan menghindari peroblematika nasab, pembagian waris dan wali/mahram.Selain itu dalam panti asuhan anak tersebut akan mendapatkan pendidikan yang lebih layak, baik itu pendidikan formal maupun non formal.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang implikasi hukum adopsi dalam konteks Indonesia, khususnya dalam hal pembagian waris dan mahram. Kedua, penelitian tentang peran panti asuhan dalam memberikan pendidikan dan perlindungan kepada anak-anak yang diadopsi. Ketiga, penelitian tentang dampak psikologis adopsi terhadap anak dan orang tua angkat, serta strategi untuk mengatasi tantangan-tantangan yang mungkin muncul.

  1. Model Interpretasi Alquran dalam Pendekatan Tafsir Kontekstual Abdullah Saeed | AL QUDS : Jurnal Studi... doi.org/10.29240/alquds.v3i1.612Model Interpretasi Alquran dalam Pendekatan Tafsir Kontekstual Abdullah Saeed AL QUDS Jurnal Studi doi 10 29240 alquds v3i1 612
  2. PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK (ADOPSI) DITINJAU DARI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA... doi.org/10.20961/privat.v8i2.48416PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK ADOPSI DITINJAU DARI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA doi 10 20961 privat v8i2 48416
  3. VERIFIKASI QUR'ANI TENTANG STATUS ANAK ANGKAT | Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/almuashirah/article/view/3040VERIFIKASI QURANI TENTANG STATUS ANAK ANGKAT Jurnal Ilmiah Al Muashirah Media Kajian Al Quran jurnal ar raniry ac index php almuashirah article view 3040
Read online
File size420.13 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test