RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM

International Journal of Quantitative Research and ModelingInternational Journal of Quantitative Research and Modeling

Portofolio saham mengacu pada cara seorang investor menempatkan sejumlah saham dalam berbagai jenis investasi untuk memperoleh keuntungan maksimal. Dengan menerapkan sistem diversifikasi atau optimasi portofolio pada sejumlah saham, investor dapat menurunkan tingkat risiko sekaligus mengoptimalkan tingkat pengembalian yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan menentukan saham‑saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2021‑2022 yang layak dimasukkan ke dalam portofolio optimal serta menentukan proporsi dana untuk masing‑masing saham dalam pembentukan portofolio tersebut. Populasi penelitian mencakup seluruh saham yang terdaftar di BEI selama periode 2021‑2022, sedangkan sampel terdiri dari lima saham kandidat portofolio yang dipilih secara purposif berdasarkan lima saham dengan rasio positif tertinggi. Data dianalisis dengan model optimasi mean‑variance selama periode Mei 2021 hingga Mei 2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 23 saham yang dianalisis, lima saham (PT Adaro Energy Indonesia Tbk, PT Astra International Tbk, PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT XL Axiata Tbk, dan PT Bukit Asam Tbk) dapat masuk ke dalam portofolio optimal dengan proporsi masing‑masing 20 %, 26 %, 10 %, 19 %, dan 25 %. Portofolio tersebut menghasilkan tingkat pengembalian yang diharapkan sebesar 0,00217 dengan tingkat risiko 0,00022. Diharapkan penelitian ini dapat memperkaya literatur model optimasi investasi, khususnya penerapan matematika dalam keuangan, serta menjadi referensi tambahan bagi penelitian selanjutnya dan alternatif bagi investor dalam mengoptimalkan portofolio investasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan Model Optimasi Portofolio Mean‑Variance, diperoleh portofolio optimal yang meliputi saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).Proporsi masing‑masing saham dalam portofolio optimal masing‑masing sebesar ADRO 20 %, ASII 26 %, MDKA 10 %, EXCL 19 %, dan PTBA 25 %, menghasilkan tingkat pengembalian portofolio sebesar 0,00217 dengan risiko 0,00022.Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dan memberikan alternatif bagi investor dalam mengoptimalkan portofolio investasi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penambahan aset bebas risiko memengaruhi komposisi dan performa portofolio optimal, sehingga dapat dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada studi ini. Selain itu, perlu dilakukan analisis dengan memperluas cakupan saham yang diuji dan memperpanjang periode pengamatan, misalnya menggunakan data lima hingga sepuluh tahun, untuk menilai stabilitas model Markowitz dalam kondisi pasar yang lebih beragam. Selanjutnya, pengembangan model yang mengintegrasikan ukuran risiko alternatif seperti Conditional Value at Risk (CVaR) atau pendekatan dinamis dalam penyeimbangan kembali portofolio dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang pengelolaan risiko dan pengoptimalan return bagi investor ritel maupun institusional.

Read online
File size703.41 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test