ITBITB

Journal of Regional and City PlanningJournal of Regional and City Planning

Salah satu rute pelayanan jaringan trayek skala nasional di Indonesia yang berklasifikasi rute padat (gemuk) adalah Padang-Jakarta. Setiap hari selalu saja ada pergerakan penduduk antara kedua kota tersebut dengan kegiatan yang beragam. Kondisi terkini menunjukkan bahwa pergerakan penduduk antara dua kota tersebut dilayani oleh 2 moda transportasi yaitu Bus Umum AKAP dan Pesawat Udara yang beroperasi setiap hari. Kajian ini akan menganalisis moda transportasi mana yang lebih disukai untuk digunakan oleh pelaku perjalanan antara dua kota ini dengan menerapkan pendekatan Stated Preference dan Discrete Choice Models serta variabel atribut pelayanan apa yang paling signifikan mempengaruhi nilai kepuasan pelaku perjalanan dalam menggunakan moda transportasi alternatif dengan pendekatan model fungsi kepuasan pelaku perjalanan. Setelah dilakukan analisis data yang dikumpulkan secara acak dari total jumlah responden 100 orang dengan pendekatan Stated Preference, maka didapatkan hasil seperti; Umoda i = 1,723 2,618T – 0,004C 7,180VT yang berarti variabel Nilai Waktu/Value of Time (VT) lebih signifikan mempengaruhi kepuasan pelaku perjalanan Padang–Jakarta dibanding variabel atribut pelayanan total waktu perjalanan/Time (T) dan total biaya perjalanan/Cost (C), sehingga peluang moda transportasi udara (pesawat) untuk digunakan sebagai alat transportasi pelaku perjalanan rute Padang–Jakarta lebih besar dibanding moda transportasi alternatif (Bus Umum AKAP) yaitu sebesar 52 %. Berarti di sini pihak penyedia jasa baik Moda Transportasi Pesawat ataupun Moda Transportasi Bus Umum AKAP harus fokus memperhatikan ketepatan waktu keberangkatan, frekuensi keberangkatan, meminimalisasi tundaan (delay) dengan tetap mempertahankan atribut pelayanan lain seperti tarif yang terjangkau, kondisi armada serta atribut pelayanan lainnya.

Moda transportasi udara (pesawat) memiliki peluang lebih besar dipilih pelaku perjalanan pada rute Padang‑Jakarta dibandingkan bus umum AKAP.Hal ini disebabkan variabel waktu perjalanan total dan nilai waktu pelaku perjalanan berpengaruh lebih signifikan dibandingkan biaya total perjalanan.Total biaya perjalanan menggunakan bus umum hampir sama dengan menggunakan pesawat, sehingga faktor waktu menjadi penentu utama pilihan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana pengenalan layanan kereta api berkecepatan tinggi antara Padang dan Jakarta memengaruhi pilihan moda transportasi pelaku perjalanan, khususnya apakah kecepatan kereta dapat mengurangi dominasi pesawat dalam hal preferensi waktu. Selanjutnya, studi dapat meneliti efek penerapan sistem harga dinamis pada bus dan penerbangan domestik terhadap pembagian modal (modal split), dengan tujuan mengidentifikasi strategi tarif yang dapat menyeimbangkan beban antar moda. Terakhir, penelitian dapat menilai manfaat integrasi multimodal, seperti tiket gabungan bus‑pesawat atau sistem informasi perjalanan terintegrasi, terhadap kepuasan pengguna dan keputusan mode, untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang mendukung interoperabilitas transportasi publik.

Read online
File size149.85 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test