POLTEKKES MAMUJUPOLTEKKES MAMUJU
Jurnal Keperawatan MajampangiJurnal Keperawatan MajampangiLatar Belakang: Apendiktomi merupakan tindakan pembedahan yang sering menimbulkan nyeri pascaoperasi akibat luka pembedahan. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri adalah kombinasi terapi relaksasi genggam jari dan massage punggung. Tujuan: untuk mengetahui gambaran penerapan kombinasi terapi tersebut terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi apendiktomi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu subjek, yaitu Nn. M dengan masalah keperawatan nyeri akut. Intervensi berupa relaksasi genggam jari dan massage punggung dilakukan selama 4 hari berturut-turut dengan durasi 30 menit, satu kali sehari. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri dari kategori nyeri sedang menjadi nyeri ringan setelah diberikan intervensi. Kesimpulan: Kombinasi terapi relaksasi genggam jari dan massage punggung dapat membantu menurunkan nyeri pada pasien pasca operasi apendiktomi. Saran: perawat dapat menerapkan intervensi ini sebagai terapi pendukung dalam manajemen nyeri.
M terkait penerapan kombinasi terapi relaksasi genggam jari dan massage punggung terhadap nyeri pasca apendiktomi, dapat disimpulkan bahwa intervensi tersebut mampu menurunkan tingkat nyeri dengan menggunakan pengukuran skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS).Hal ini terlihat dari perubahan intensitas nyeri yang semula berada pada kategori 6 (nyeri sedang), kemudian menurun menjadi 1 (nyeri ringan) setelah terapi diberikan.Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi kedua terapi mampu memberikan efek relaksasi yang membantu mengurangi ketegangan fisik dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas kombinasi terapi relaksasi genggam jari dan massage punggung dalam uji klinis terkontrol secara randomisasi dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan pasien pasca operasi selain apendiktomi, seperti operasi kolorektal atau ortopedi, untuk menilai generalisasi manfaatnya. Selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efek kombinasi terapi ini dengan masing-masing terapi tunggal (hanya relaksasi genggam jari atau hanya massage punggung) guna mengidentifikasi kontribusi tambahan masing‑masing komponen dalam penurunan nyeri. Selain itu, penelitian longitudinal dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang intervensi tersebut terhadap kualitas hidup, tingkat kecemasan, dan pemulihan fungsional pasien, serta mengkaji mekanisme fisiologis yang melibatkan pelepasan endorfin dan modulasi sinyal nyeri pada sistem saraf pusat.
- Evidance based case report (EBCR) : intervensi terapi genggam jari dalam penurunan skala nyeri pada pasien... e-journal.saku.co.id/index.php/IPK/article/view/70Evidance based case report EBCR intervensi terapi genggam jari dalam penurunan skala nyeri pada pasien e journal saku index php IPK article view 70
- PERBANDINGAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI DENGAN TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA... ejournal.bbg.ac.id/ghsj/article/view/2253PERBANDINGAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI DENGAN TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA ejournal bbg ac ghsj article view 2253
- Penerapan relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri post operasi apendiktomi | Holistik Jurnal... doi.org/10.33024/hjk.v18i10.591Penerapan relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri post operasi apendiktomi Holistik Jurnal doi 10 33024 hjk v18i10 591
- Penurunan Skala Nyeri Pasien Post Apendiktomi Menggunakan Teknik Relaksasi Genggam Jari (Finger Hold)... jurnal.unimus.ac.id/index.php/nersmuda/article/view/11035Penurunan Skala Nyeri Pasien Post Apendiktomi Menggunakan Teknik Relaksasi Genggam Jari Finger Hold jurnal unimus ac index php nersmuda article view 11035
| File size | 328.6 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
USKUSK Nyeri pada pergerakan sendi dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, salah satunya berhubungan dengan bertambahnya usia. Nyeri sendi pada lansia dianggapNyeri pada pergerakan sendi dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, salah satunya berhubungan dengan bertambahnya usia. Nyeri sendi pada lansia dianggap
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Intervensi non-farmakologi seperti pijat effleurage dan aromaterapi lavender telah terbukti efektif dalam mengurangi nyeri post partum. Tujuan: TujuanIntervensi non-farmakologi seperti pijat effleurage dan aromaterapi lavender telah terbukti efektif dalam mengurangi nyeri post partum. Tujuan: Tujuan
YARSIYARSI Pasien menerima pengobatan antipsikotik (Haloperidol 0,75 b. i. d) dua kali sehari. Depresi dapat menjadi faktor risiko utama bagi perkembangan demensia,Pasien menerima pengobatan antipsikotik (Haloperidol 0,75 b. i. d) dua kali sehari. Depresi dapat menjadi faktor risiko utama bagi perkembangan demensia,
SARI MUTIARASARI MUTIARA CT kedua tidak menemukan fraktur pada tulang rusuk posterior kanan 6‑7. Pasien direncanakan menjalani internal rib fixation karena nyeri yang berlanjutCT kedua tidak menemukan fraktur pada tulang rusuk posterior kanan 6‑7. Pasien direncanakan menjalani internal rib fixation karena nyeri yang berlanjut
STIKEP PPNIJABARSTIKEP PPNIJABAR Hal ini dapat diterapkan dalam praktik keperawatan dan perawatan diri, meskipun penelitian lebih lanjut menggunakan desain terkontrol direkomendasikan.Hal ini dapat diterapkan dalam praktik keperawatan dan perawatan diri, meskipun penelitian lebih lanjut menggunakan desain terkontrol direkomendasikan.
POLKESBANPOLKESBAN Dismenorea merupakan gangguan ginekologi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, khususnya progesteron, yang memicu rasa nyeri dengan tingkat keparahanDismenorea merupakan gangguan ginekologi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, khususnya progesteron, yang memicu rasa nyeri dengan tingkat keparahan
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mendapat pelayanan di Puskesmas Kenanga Sungailiat. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 106 lansia.Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mendapat pelayanan di Puskesmas Kenanga Sungailiat. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 106 lansia.
UnmulUnmul Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga APGAR Family dan kuesioner depresi pada lansiaPengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga APGAR Family dan kuesioner depresi pada lansia
Useful /
UNTARUNTAR Berdasarkan hasil analisis variabel self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada Generasi Z usia 18 hingga 25 tahun, ditemukan hubungan yang signifikanBerdasarkan hasil analisis variabel self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada Generasi Z usia 18 hingga 25 tahun, ditemukan hubungan yang signifikan
UMCUMC Dengan adanya kewenangan yang jelas dan tidak adanya intervensi dari atas, otonomi desa yang dicita-citakan kemungkinan besar akan terwujud. Dengan demikianDengan adanya kewenangan yang jelas dan tidak adanya intervensi dari atas, otonomi desa yang dicita-citakan kemungkinan besar akan terwujud. Dengan demikian
UMCUMC AHA Centre, yang didirikan pada tahun 2015, berfungsi sebagai pusat koordinasi dan informasi utama di kawasan ASEAN untuk penanganan bencana, didorongAHA Centre, yang didirikan pada tahun 2015, berfungsi sebagai pusat koordinasi dan informasi utama di kawasan ASEAN untuk penanganan bencana, didorong
UMCUMC Pelaksanaan program KB di Kabupaten Tegal tidak optimal akibat perubahan perencanaan kelembagaan dan kurangnya komitmen politik dari pemerintah daerah.Pelaksanaan program KB di Kabupaten Tegal tidak optimal akibat perubahan perencanaan kelembagaan dan kurangnya komitmen politik dari pemerintah daerah.