UNTARUNTAR
Phronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiPhronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat motivasi belajar, meliputi motivasi intrinsik, ekstrinsik, dan amotivasi pada mahasiswa dewasa awal dengan rentang usia 18–25 tahun di wilayah JABODETABEK. Mahasiswa pada tahap dewasa awal cenderung menghadapi banyak tantangan khususnya dalam perkuliahan berupa tantangan akademis seperti kesulitan belajar, manajemen waktu, beban akademik, kemudian tantangan sosial seperti membangun jaringan sosial dengan teman maupun dosen, dan tantangan untuk menyeimbangkan kehidupan antara tuntutan akademik, kehidupan sosial, dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan instrumen AMS (Academic Motivation Scale) sebagai kuesioner yang disebarkan pada partisipan. Penyebaran kuesioner dimulai pada tanggal 29 April 2025 hingga 15 Mei 2025. Jumlah partisipan yang terkumpul melalui pengisian kuesioner yaitu sebanyak 106 partisipan dari berbagai perguruan tinggi di JABODETABEK. Hasil menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik memiliki rata-rata tertinggi dengan nilai (Mean = 5.8931, SD = 0.61879), motivasi intrinsik dengan nilai (Mean = 5.7610, SD = 0.69921), dan motivasi yang memiliki rata-rata terendah dengan nilai (Mean = 3.0495, SD = 1.77664) dengan variabilitas yang cukup besar. Rentang skor menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki dorongan belajar yang tinggi terutama motivasi ekstrinsik, kemudian diikuti dengan motivasi intrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara ketiga dimensi, mahasiswa lebih terdorong pada dimensi motivasi ekstrinsik, kemudian diikuti dengan motivasi intrinsik, dan yang terakhir yaitu motivasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap mahasiswa dewasa awal di wilayah JABODETABEK dengan menggunakan instrumen Academic Motivation Scale (AMS), dapat disimpulkan bahwa secara umum mahasiswa dewasa awal berada pada tingkat motivasi belajar yang tinggi.Dari ketiga dimensi motivasi belajar, dapat dilihat bahwa motivasi ekstrinsik dan intrinsik memiliki rata-rata skor di atas 4.00 yang berarti mahasiswa mempunyai dorongan belajar yang kuat baik dalam diri sendiri maupun dari faktor luar diri.
Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana motivasi belajar mahasiswa dewasa awal berubah selama periode transisi pendidikan, misalnya dengan merancang studi longitudinal yang mengikuti cohort yang sama selama tiga sampai lima tahun untuk mengidentifikasi faktor‑faktor yang memengaruhi fluktuasi motivasi. Selanjutnya, studi komparatif antara mahasiswa di wilayah perkotaan JABODETABEK dan wilayah non‑perkota dapat mengeksplorasi perbedaan dimensi motivasi intrinsik dan ekstrinsik, serta menguji apakah konteks sosial‑ekonomi memoderasi tingkat amotivasi. Akhirnya, penelitian eksperimen yang mengimplementasikan program intervensi seperti konseling akademik atau pelatihan manajemen waktu dapat menilai efektivitas strategi tersebut dalam menurunkan tingkat amotivasi dan memperkuat motivasi intrinsik, dengan menggunakan desain kontrol acak untuk memastikan validitas hasil.
| File size | 257.05 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTARUNTAR Hasil kajian menunjukkan bahwa psychological distress dialami oleh individu pada rentang usia 16–48 tahun. Jika dikaitkan dengan teori perkembangan psikososial,Hasil kajian menunjukkan bahwa psychological distress dialami oleh individu pada rentang usia 16–48 tahun. Jika dikaitkan dengan teori perkembangan psikososial,
UNTARUNTAR 016, yang mengonfirmasi bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis secara signifikan berperan terhadap kepuasan hidup karyawan016, yang mengonfirmasi bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis secara signifikan berperan terhadap kepuasan hidup karyawan
UNTARUNTAR Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan di media sosial. PartisipanPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan di media sosial. Partisipan
UNTARUNTAR Temuan ini juga diharapkan menjadi dasar pengembangan strategi dan kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif, untuk meningkatkan efektivitas dan harmoniTemuan ini juga diharapkan menjadi dasar pengembangan strategi dan kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif, untuk meningkatkan efektivitas dan harmoni
UNTARUNTAR 05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara celebrity worship dengan kualitas hidup pada penggemar K-pop05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara celebrity worship dengan kualitas hidup pada penggemar K-pop
UNTARUNTAR Hal ini mengimplikasikan bahwa transformational leadership dan work engagement memiliki hubungan yang positif. Berdasarkan temuan dari data-data yang didapat,Hal ini mengimplikasikan bahwa transformational leadership dan work engagement memiliki hubungan yang positif. Berdasarkan temuan dari data-data yang didapat,
UNTARUNTAR Karyawan senior merasa puas bekerja apabila mendapatkan penghargaan. Namun mereka lebih memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman mereka, karenaKaryawan senior merasa puas bekerja apabila mendapatkan penghargaan. Namun mereka lebih memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman mereka, karena
UNTARUNTAR Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah resiliensi berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kelelahan emosi dan work engagement. KelelahanPenelitian ini bertujuan untuk melihat apakah resiliensi berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kelelahan emosi dan work engagement. Kelelahan
Useful /
UNTARUNTAR Data dikumpulkan melalui instrumen pengukuran regulasi emosi dan indikator-indikator toxic relationship. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 69.Data dikumpulkan melalui instrumen pengukuran regulasi emosi dan indikator-indikator toxic relationship. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 69.
UNTARUNTAR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penetapan tujuan terhadap motivasi belajar. Penetapan tujuan merupakan suatu proses bagi individu untukPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penetapan tujuan terhadap motivasi belajar. Penetapan tujuan merupakan suatu proses bagi individu untuk
UNTARUNTAR Hal ini mengindikasikan bahwa siswa dengan body image yang lebih positif cenderung sedikit lebih terbuka dalam berbagi informasi pribadi. Namun, hubunganHal ini mengindikasikan bahwa siswa dengan body image yang lebih positif cenderung sedikit lebih terbuka dalam berbagi informasi pribadi. Namun, hubungan
UNTARUNTAR Guru memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran siswa di sekolah. Selain menjadi pemberi pembelajaran, guru pun diharapkan dapat memberi motivasiGuru memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran siswa di sekolah. Selain menjadi pemberi pembelajaran, guru pun diharapkan dapat memberi motivasi