UNIBAUNIBA

Jurnal Pendekar NusantaraJurnal Pendekar Nusantara

Abstrak, Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya seks bebas di Kampung Teluk Mata Ikan, Nongsa. Metode yang digunakan adalah pre-experimental one group pre-test post-test design dengan 30 responden. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan yang mencakup pengertian seks bebas, bahaya, jenis IMS, dampak kehamilan tidak diinginkan, pencegahan, dan akibat sosial. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 55,3 pada pre-test menjadi 82,7 pada post-test. Uji paired t-test menghasilkan p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah penyuluhan. Disimpulkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja, sehingga disarankan program serupa dilaksanakan secara berkesinambungan.

Penyuluhan tentang bahaya seks bebas di Kampung Teluk Mata Ikan, Nongsa berhasil meningkatkan pengetahuan remaja.Hasil pre-test menunjukkan pengetahuan masih rendah, tetapi setelah diberikan edukasi melalui ceramah, diskusi, dan pembagian leaflet, hasil post-test meningkat signifikan.Artinya, penyuluhan efektif membantu remaja lebih memahami risiko seks bebas dan cara pencegahannya.

Berikut beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat membantu memperkuat temuan studi ini. Pertama, perlu diteliti apakah peningkatan pengetahuan yang diperoleh setelah penyuluhan tetap bertahan dalam jangka panjang, misalnya tiga bulan atau setahun setelah intervensi, dan apakah hal tersebut terhubung dengan perubahan perilaku remaja. Kedua, akan berguna untuk membandingkan dua bentuk penyuluhan—satu berbasis ceramah interaktif dan satu berbasis konseling individual—menganalisis mana yang lebih efektif meningkatkan wawasan dan motivasi remaja. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan sampel ke beberapa kampung di wilayah lain dan menambahkan kelompok kontrol tanpa intervensi, sehingga dapat diukur apakah efek penyuluhan bersifat kausal. Dengan pendekatan acak, peneliti dapat mengurangi bias dan memperoleh hasil yang lebih dapat digeneralisasi. Selain itu, akan menambah nilai bila data dianalisis dengan model statistik yang mempertimbangkan faktor-faktor demografis seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan orang tua. Terkait metodologi, penggunaan alat ukur yang sudah tervalidasi akan meningkatkan keandalan temuan. Hasilnya dapat diimplementasikan sebagai dasar kebijakan pemerintah daerah dalam merancang program kesehatan remaja yang lebih komprehensif. Studi tambahan juga dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi edukasi, sebagai pelengkap penyuluhan tradisional. Dengan demikian, hasil penelitian dapat membantu menciptakan intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan.

Read online
File size394.29 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test