STFTKIJNESTFTKIJNE
MURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualMURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualTulisan artikel ini menganalisis mengenai makna teologis peribadatan yang dilakukan dalam tradisi mapaundi dalam kebudayaan orang Toraja. Mapaundi adalah suatu tradisi kebudayaan orang Toraja yang termasuk ke dalam acara rambu solo sebab ini berkaitan dengan orang yang telah meninggal yang telah dikuburkan. Mapaundi adalah acara rambu solo yang didalamnya dilakukan prosesi adat dan agama. Tradisi adat dan kebudayaan Toraja yaitu mapaundi salah satunya adalah prosesi mantunu. Mantunu ini dilakukan lama setelah jenazah itu dikuburkan. Mapaundi dalam arti bahasa indonesianya (mengikuti, menyusul yang kemudian atau setelahnya), maksudnya ialah prosesi mapaundi dilakukan setelah jenazah orang yang telah meninggal sudah dikuburkan (dilamun). Selain dalam upacara dan tradisi secara adat dan budaya, dalam acara mapaundi ini juga pada masa sekarang ini sudah dibarengi dengan adanya peribadatan. jadi prosesi budaya dan agama berbaur secara langsung dalam tradisi mapaundi ini baik dalam kegiatan mengorbankan babi dan kerbau (Mantunu) maupun kegiatan ibadah yang dilakukan setelahnya. Mapaundi adalah wujud rasa hormat dan penghargaan kepada orang yang telah meninggal dan secara peribadatan keluarga akan dikuatkan melalui firman yang disampaikan dalam ibadah. Orang yang sudah meninggal yang pada saat ia dikuburkan belum ada hewan yang dikorbankan (Taepa Dipantunuan), kemudian setelah beberapa waktu kemudian melalui kebersamaan keluarga (To Marapu) dibuatlah tradisi mapaundi ini untuk mengorbankan hewan yang pada saat jenazah dikuburkan belum ada hewan yang dikorbankan. Mapaundi paundi punya banyak nilai dalam hal kebersamaan dan perdamaian, namun secara peribadatan ini masih menjadi tanda tanya, sebab mapaundi adalah kegiatan budaya dan bukan kegiatan keagamaan. Tentu ini yang menjadi kajian utama dalam artikel ini bagaimana agama dapat masuk ke dalam sebuah tradisi budaya sehingga keduanya dapat berdialog (model sintesis) mengenai paham tentang kematian.
Dari keseluruhan materi yang telah dituliskan dapat disimpulkan bahwa kajian teologis ibadah dalam tradisi mapaundi dalam kebudayaan Toraja ialah mapaundi berakar dari aluk todolo namun setelah kekristenan masuk ke Toraja perubahan dalam tradisi itu terlihat jelas dengan dilibatkannya peribadatan Kristen dalam tradisi mapaundi yang menjadi kesuksesan dalam teologi kontekstual dalam model dwicakap dan mengenai hal utama yang dikaji dalam jurnal ini bahwa hal teologis yang ditekankan dalam ibadah tersebut menekankan soal ucapan syukur kepada Tuhan atas penyertaanNya kepada keluarga orang yang meninggal sehingga berkat Tuhan tetap nyata dalam hidup mereka sampai mereka dapat melaksanakan kegiatan mapaundi ini sebagai penghormatan dan penghargaan kepada keluarga yang telah meninggal.Selain itu penekanan teologis yang ditekankan dalam ibadah mapaundi ialah tanda kasih keluarga kepada orang yang telah meninggal dan tanda kasih kepada sesama keluarga yang boleh berkumpul dan bersyukur atas penyertaan Tuhan sehingga yang dulunya mereka belum dalam keadaan berhasil atau sukses, namun saat mereka hadir dan melaksanakan acara mapaundi mereka bersyukur dan bersukacita atas berkat Tuhan.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi ibadah Kristen dalam upacara mapaundi memengaruhi persepsi keluarga Toraja terhadap makna kematian, dengan menggunakan pendekatan etnografi mendalam dan wawancara semi‑terstruktur. Selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara model sintesis yang dipakai dalam artikel ini dengan model‑model teologi kontekstual lainnya, seperti model dialogis atau adaptif, untuk menilai keefektifan masing‑masing dalam konteks budaya lain yang memiliki tradisi pemakaman serupa. Penelitian ketiga dapat meneliti dampak pandemi Covid‑19 terhadap perubahan frekuensi, durasi, dan bentuk prosesi mapaundi serta implikasinya terhadap praktik ibadah, melalui survei kuantitatif pada komunitas Toraja di beberapa wilayah. Analisis data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dinamika interaksi antara tradisi budaya dan agama Kristen di era kontemporer, serta memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan liturgi yang sensitif budaya.
| File size | 723.63 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
BIABIA Modal yang digunakan oleh agen, baik sebagai Pabadong atau musisi tradisional, untuk mendominasi field dan mempengaruhi habitus masyarakat Toraja melaluiModal yang digunakan oleh agen, baik sebagai Pabadong atau musisi tradisional, untuk mendominasi field dan mempengaruhi habitus masyarakat Toraja melalui
UPI YAIUPI YAI Penelitian ini menegaskan bahwa nilai budaya keluarga memiliki peran fundamental dalam membentuk pola kepemimpinan pada film Coco (2017). Abuelita digambarkanPenelitian ini menegaskan bahwa nilai budaya keluarga memiliki peran fundamental dalam membentuk pola kepemimpinan pada film Coco (2017). Abuelita digambarkan
UNRAMUNRAM Melalui program mentoring antar generasi, lomba cerita rakyat, pagelaran seni tradisional, serta pelatihan keterampilan berbasis budaya, generasi mudaMelalui program mentoring antar generasi, lomba cerita rakyat, pagelaran seni tradisional, serta pelatihan keterampilan berbasis budaya, generasi muda
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Ini berarti ornamen tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memiliki nilai besar yang merepresentasikan kesensitifan budaya Toraja dalamIni berarti ornamen tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memiliki nilai besar yang merepresentasikan kesensitifan budaya Toraja dalam
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Latar belakang penelitian ini berangkat dari problem kinerja ASN pada kantor Kemenag Banyumas yang kaku dan kurang ada gairah atau semangat kerja yangLatar belakang penelitian ini berangkat dari problem kinerja ASN pada kantor Kemenag Banyumas yang kaku dan kurang ada gairah atau semangat kerja yang
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Kondisi ini sangat rentan terhadap penyalahgunaan yang dilakukan oleh pihak asing, penghancuran nilai-nilai budaya, dan eksploitasi. Penelitian ini jugaKondisi ini sangat rentan terhadap penyalahgunaan yang dilakukan oleh pihak asing, penghancuran nilai-nilai budaya, dan eksploitasi. Penelitian ini juga
JPTAMJPTAM Pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda, serta pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitasPendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda, serta pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas
RADEN WIJAYARADEN WIJAYA Desa Dieng Kulon merupakan salah satu desa yang terletak di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara. Di desa ini terdapat tradisi prosesiDesa Dieng Kulon merupakan salah satu desa yang terletak di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara. Di desa ini terdapat tradisi prosesi
Useful /
ULBIULBI Dampak positif terlihat pada kreativitas dan inovasi guru dalam menyusun rencana pembelajaran yang lebih adaptif dan personal bagi siswa. Selain itu, pelatihanDampak positif terlihat pada kreativitas dan inovasi guru dalam menyusun rencana pembelajaran yang lebih adaptif dan personal bagi siswa. Selain itu, pelatihan
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Hasil studi menunjukkan bahwa keberadaan pengumpulan dan pencatatan dokumen penduduk telah memberikan kepastian hukum bagi warga Republik Indonesia. BerdasarkanHasil studi menunjukkan bahwa keberadaan pengumpulan dan pencatatan dokumen penduduk telah memberikan kepastian hukum bagi warga Republik Indonesia. Berdasarkan
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian non-yudisial pelanggaran berat hak asasi manusia merupakan jalan tengah untuk memberikan rasa keadilanHasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian non-yudisial pelanggaran berat hak asasi manusia merupakan jalan tengah untuk memberikan rasa keadilan
UNDIRAUNDIRA Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat di Desa Pasirsari dilaksanakan selama satu bulan. Setelah kegiatan seminar terlaksana diharapkan mampu memberikan pengetahuanPelaksanaan Pengabdian Masyarakat di Desa Pasirsari dilaksanakan selama satu bulan. Setelah kegiatan seminar terlaksana diharapkan mampu memberikan pengetahuan