ULBIULBI

MERPATIMERPATI

Ratusan petani di Desa Langensari, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, mengeluhkan kondisi sawah yang sudah puluhan tahun tergenang air berakibat lahan seluas 198 hektar tidak dapat digunakan untuk pertanian. Hal ini terjadi karena sering dan terlalu lama lahan sawahnya terendam, masyarakat petani enggan dan belum bisa memastikan akan kembali menanam padi. Perlu alternatif usaha berbasis lahan bekas sawah untuk pengembangan ekonomi lokal. Tujuan kegiatan ini adalah yang tidak termanfaatkan. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan masyarakat melalui hasil analisis kelayakan usaha. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu: identifikasi permasalahan untuk mengetahui potensi yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan lahan bekas sawah; mitra antusias dalam mengikuti penyuluhan lahan bekas sawah di belakang kantor desa; dan analisis kelayakan usaha budidaya tambak udang ini hasilnya cukup menjanjikan dari lahan bekas sawah. Dampak multiplier dari kegiatan ini adalah para pemilik lahan dapat memanfaatkan lahan bekas sawahnya yang selama ini terbengkalai untuk memperoleh pendapatan oleh pemilik sawah, penyerapan tenaga kerja, meningkatkan APBDes karena selama ini tidak ada petani yang dapat membayar PBB karena lahan sawah yang ada tidak dapat diusahakan.

Identifikasi permasalahan mengungkap potensi pengembangan lahan bekas sawah untuk budidaya udang.Mitra Desa Langensari menunjukkan antusiasme tinggi dalam melaksanakan uji coba budidaya udang di lahan bekas sawah tersebut.Analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa budidaya tambak udang dapat meningkatkan pendapatan pemilik sawah, menyerap tenaga kerja, dan memperbaiki APBDes.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi kelayakan ekonomi budidaya udang pada lahan bekas sawah di berbagai wilayah dengan memperhitungkan variabel iklim dan infrastruktur lokal, sehingga dapat menghasilkan model bisnis yang dapat direplikasi secara nasional. Selanjutnya, dikembangkan dan diuji teknologi akuakultur berbiaya rendah yang cocok untuk petani kecil, misalnya penggunaan sistem bioflok atau kolam terintegrasi, untuk mengurangi investasi awal dan meningkatkan profitabilitas. Akhirnya, diperlukan studi jangka panjang mengenai dampak lingkungan konversi lahan sawah menjadi tambak udang, termasuk perubahan kualitas air, kesuburan tanah, dan biodiversitas, guna memastikan keberlanjutan ekosistem dan mitigasi potensi risiko ekologis.

Read online
File size512.08 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test