BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

International Journal of Social ScienceInternational Journal of Social Science

Perubahan penggunaan lahan mencerminkan dinamika ekologis dan sosial‑ekonomi suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tutupan lahan menggunakan citra satelit Landsat 8 dengan metode klasifikasi tidak terawasi. Perubahan tutupan lahan dikategorikan menjadi lima kelas: vegetasi ringan, vegetasi padat, daerah sawah, perkebunan, dan pemukiman serta area pertambangan. Analisis dilakukan dengan membandingkan data tahun 2013 dan 2018. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan area pertambangan sebesar 71,60 km² dan pemukiman sebesar 476,88 km², sementara area sawah menurun sebesar 1 117,93 km², kanopi alami menurun 672,03 km², dan perkebunan menurun 524,84 km². Temuan ini menegaskan konversi lahan dari vegetasi alami menjadi area tidak vegetatif akibat perluasan industri pertambangan dan pertumbuhan pemukiman. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk perencanaan tata guna lahan yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Terdapat perubahan signifikan pada penggunaan lahan antara tahun 2013 dan 2018, ditandai oleh ekspansi pemukiman dan pertambangan serta penurunan luas sawah, vegetasi ringan, kanopi alami, dan perkebunan lokal.Perluasan industri dan urbanisasi menjadi pendorong utama perubahan tersebut, yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem, keamanan pangan, dan risiko bencana ekologis.Kebijakan perencanaan ruang yang lebih ketat dan upaya mitigasi seperti reboisasi dan pengelolaan lahan berkelanjutan diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif.

Berdasarkan latar belakang, metode, dan hasil analisis, saran penelitian lanjutan meliputi (1) mengeksplorasi dampak sosial‑ekonomi penggunaan lahan dan perubahan ekosistem melalui pendekatan studi kualitatif berbasis komunitas, (2) mengembangkan model prediksi perubahan tutupan lahan menggunakan algoritma pembelajaran mesin (misalnya random forest dan deep learning) untuk meningkatkan akurasi klasifikasi di wilayah pertambangan, dan (3) melakukan analisis tren multi‑tahun dengan data Landsat 8 serta Sentinel‑2 secara terintegrasi untuk memantau dinamika jangka panjang dan menilai efektivitas kebijakan perencanaan ruang yang diterapkan.

  1. Analisis Tutupan Lahan Menggunakan Metode Klasifikasi Tidak Terbimbing Citra Landsat di Sawahlunto, Sumatera... doi.org/10.24198/jt.vol13n1.2Analisis Tutupan Lahan Menggunakan Metode Klasifikasi Tidak Terbimbing Citra Landsat di Sawahlunto Sumatera doi 10 24198 jt vol13n1 2
  2. ISO Cluster classifier by ArcGIS for unsupervised classification of the Landsat TM image of Reykjavík.... doi.org/10.5937/bnsr11-30488ISO Cluster classifier by ArcGIS for unsupervised classification of the Landsat TM image of Reykjavyk doi 10 5937 bnsr11 30488
Read online
File size805.48 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test