UnwahasUnwahas
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi KlinikJurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi KlinikPeningkatan derajat kesehatan Masyarakat dapat dilakukan dengan penggunaan sediaan fitofarmaka untuk preventif maupun kuratif. Upaya ini pemerintah pada peningkatan penggunaan fitofarmaka telah gencar dengan diterbitkannya regulasi dan program. Keberhasilan program membutuhkan kapabilitas apoteker untuk edukasi Masyarakat dalam penggunaan fitofarmaka. Realitanya perkembangan fitofarmaka belum terakses secara mudah, munculnya produk baru belum banyak dikenal karena kurangnya media informasi yang menyebabkan apoteker kurang pengetahuannya untuk merekomendasikan sediaan fitofarmaka. Perkembangan teknologi memungkinkan akses cepat informasi tentang fitofarmaka. Tujuan penelitian adalah mengukur penguatan pengetahuan apoteker dalam pelayanan sediaan fitofarmaka dengan dukungan sistem informasi Sifita menggunakan metode health belief model di Kota Semarang. Rancangan Penelitian eksperimental, data kuantitatif. Perlakuan yang diberikan pemberian dukungan sistem informasi fitofarmaka. Populasi yaitu apoteker yang berpraktek di sarana pelayanan kefarmasian di Kota Semarang sebanyak 801, sampel yang dihitung dengan rumus Slovin sebanyak 268, teknik sampling secara purposive. Instrumen berupa lembar kuesioner yang valid dan reliabel untuk mengungkap kapabilitas dan perilaku dengan Uji beda Mann Whitney U. Hasil Penelitian nilai p=0,00<0,05 artinya terdapat perbedaan bermakna pengetahuan sebelum dan sesudah menggunakan Sistem Informasi SIFITA dengan enam konstruk HBM yaitu kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, kepercayaan diri yang dirasakan dan isyarat untuk bertindak memberikan penguatan penguatan pengetahuan apoteker dalam pelayanan fitofarmaka di Kota Semarang.
Kesimpulan penelitian adalah terdapat penguatan pengetahuan dan persepsi apoteker dalam pelayanan fitofarmaka dengan dukungan sistem informasi (SIFITA) melalui pendekatan health belief model di Kota Semarang.Kekurangan dalam penelitian ini adalah pendampingan pengisian kuisioner tiap responden supaya lebih intens dalam forum khusus panduan pengisian sehingga jumlah kuisioner yang terisi kembali sesuai dengan kuisioner awal yang dibagikan.
Melihat keberhasilan sistem SIFITA dalam meningkatkan pengetahuan apoteker, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu diselidiki secara lebih mendalam bagaimana strategi pendampingan dan metode pelatihan dapat dioptimalkan untuk memastikan tingkat partisipasi dan pengisian kuesioner yang lebih tinggi dari apoteker saat mengadopsi sistem informasi baru. Misalnya, apakah pendekatan berbasis lokakarya intensif lebih efektif dibandingkan pembelajaran mandiri, atau bagaimana gamifikasi bisa diterapkan untuk meningkatkan engagement, sehingga hambatan dalam pengumpulan data dapat diminimalkan dan adopsi teknologi lebih maksimal. Kedua, mengingat penelitian ini dilakukan di Kota Semarang, studi berikutnya dapat memperluas cakupan geografis untuk menguji efektivitas SIFITA atau sistem serupa di berbagai wilayah, seperti daerah pedesaan atau kota-kota lain dengan karakteristik demografi yang berbeda. Hal ini penting untuk menilai generalisasi hasil dan mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mungkin memengaruhi keberhasilan implementasi sistem informasi dalam pelayanan fitofarmaka. Terakhir, setelah pengetahuan dan persepsi apoteker meningkat, penting untuk meneliti dampak jangka panjang SIFITA terhadap perilaku praktik apoteker yang sebenarnya. Penelitian dapat fokus pada mengukur frekuensi rekomendasi fitofarmaka, kualitas edukasi pasien, serta apakah peningkatan ini pada akhirnya berkorelasi dengan peningkatan penggunaan fitofarmaka yang rasional oleh masyarakat, sehingga dapat memberikan gambaran komprehensif tentang manfaat nyata sistem ini.
- Sistem Informasi Pemanfaatan Tanaman Herbal Untuk Pengobatan Berbasis Android | Jurnal Sistem Informasi... e-jurnal.stmikbinsa.ac.id/index.php/simkom/article/view/101Sistem Informasi Pemanfaatan Tanaman Herbal Untuk Pengobatan Berbasis Android Jurnal Sistem Informasi e jurnal stmikbinsa ac index php simkom article view 101
- Pemberdayaan Apoteker Menghadapi Peluang dan Tantangan Pandemi Covid-19 dalam Pengembangan Produk Herbal... doi.org/10.30651/hm.v3i2.12902Pemberdayaan Apoteker Menghadapi Peluang dan Tantangan Pandemi Covid 19 dalam Pengembangan Produk Herbal doi 10 30651 hm v3i2 12902
| File size | 306.09 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ILININSTITUTEILININSTITUTE Berdasarkan data yang diperoleh di Puskesmas Laimu pada kegiatan posyandu bulan April 2023, terdapat 11 balita teridentifikasi berisiko stunting. UntukBerdasarkan data yang diperoleh di Puskesmas Laimu pada kegiatan posyandu bulan April 2023, terdapat 11 balita teridentifikasi berisiko stunting. Untuk
AIRAAIRA Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian manajemen sumber daya manusia dengan memasukkan nilai-nilai Islam sebagai landasan etis dalamKontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian manajemen sumber daya manusia dengan memasukkan nilai-nilai Islam sebagai landasan etis dalam
UIADUIAD Alat penilaian yang dihasilkan menunjukkan validitas yang sangat baik, seperti yang ditunjukkan oleh validasi konten dari ahli bahasa Arab, evaluasi pendidikan,Alat penilaian yang dihasilkan menunjukkan validitas yang sangat baik, seperti yang ditunjukkan oleh validasi konten dari ahli bahasa Arab, evaluasi pendidikan,
UMSIDAUMSIDA Tempe gembus merupakan hasil fermentasi dari ampas tahu yang memiliki kadar protein yang tinggi, namun memiliki keterbatasan dalam daya simpan dan sifatTempe gembus merupakan hasil fermentasi dari ampas tahu yang memiliki kadar protein yang tinggi, namun memiliki keterbatasan dalam daya simpan dan sifat
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA Pengujian efektivitas di kelompok kecil dan besar menunjukkan peningkatan signifikan skor pre‑test dan post‑test, dengan rata‑rata N‑Gain mencapaiPengujian efektivitas di kelompok kecil dan besar menunjukkan peningkatan signifikan skor pre‑test dan post‑test, dengan rata‑rata N‑Gain mencapai
IDEAJOURNALIDEAJOURNAL Sistem imunitas tubuh harus ditingkatkan agar dapat terhindar dari berbagai macam penyakit. Pemanfaatan ramuan herbal sebagai terapi alternatif dalam pemeliharaanSistem imunitas tubuh harus ditingkatkan agar dapat terhindar dari berbagai macam penyakit. Pemanfaatan ramuan herbal sebagai terapi alternatif dalam pemeliharaan
POLBINHUSPOLBINHUS Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader posyandu tentang swamedikasi dengan edukasi GEMA CERMAT menggunakan metode CBIA (caraKegiatan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader posyandu tentang swamedikasi dengan edukasi GEMA CERMAT menggunakan metode CBIA (cara
UNPABUNPAB Hasilnya menunjukkan bahwa Sukuk Linked Wakaf dapat menjadi solusi dalam mengoptimalkan aset wakaf untuk menjadi produktif, sekaligus berkontribusi padaHasilnya menunjukkan bahwa Sukuk Linked Wakaf dapat menjadi solusi dalam mengoptimalkan aset wakaf untuk menjadi produktif, sekaligus berkontribusi pada
Useful /
UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. - Koordinasi yang terjadi antara KIM peternak lebah madu denganBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. - Koordinasi yang terjadi antara KIM peternak lebah madu dengan
IVETIVET Penelitian ini menggunakan 8 atribut N (Network), H (Headmen), S (Servicing), T (Thinking), R (Reasioning), Te (Technical), dan GI (Generating Idea). HasilPenelitian ini menggunakan 8 atribut N (Network), H (Headmen), S (Servicing), T (Thinking), R (Reasioning), Te (Technical), dan GI (Generating Idea). Hasil
PETIERPETIER Instrumen tes numerasi ini dianggap layak digunakan oleh siswa pesantren dengan bias gender yang minimal. Berdasarkan analisis, instrumen pengujian kemampuanInstrumen tes numerasi ini dianggap layak digunakan oleh siswa pesantren dengan bias gender yang minimal. Berdasarkan analisis, instrumen pengujian kemampuan
POLBINHUSPOLBINHUS Indeks OHI-S masyarakat di desa Lamotau terbanyak pada kategori sedang yaitu sekitar 40,1 %. Pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan gigi dan mulut padaIndeks OHI-S masyarakat di desa Lamotau terbanyak pada kategori sedang yaitu sekitar 40,1 %. Pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan gigi dan mulut pada