UnwahasUnwahas

Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi KlinikJurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik

Swamedikasi merupakan upaya mandiri masyarakat untuk mengatasi penyakit serta gejala penyakit yang dialami sebelum mendapatkan pelayanan tenaga medis. Masalah penggunaan obat tidak rasional sering muncul dalam pelaksanaannya karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai obat yang rasional. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat pengetahuan dan rasionalitas dalam swamedikasi di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik menggunakan metode survey cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi yang diisi secara online. Kuesioner pengetahuan dan rasionalitas masing-masing terdiri dari 10 pertanyaan, setiap responden yang menjawab benar diberi nilai 2 dan menjawab salah atau tidak tahu diberi nilai 0. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode snowball sampling. Data dianalisis secara deskriptif untuk menilai karakteristik, pengetahuan dan rasionalitas, dilanjutkan analisis uji chi-square untuk menilai hubungan antara karakteristik dengan pengetahuan dan rasionalitas. Sebanyak 375 responden ikut serta dalam penelitian ini. Mayoritas responden mempunyai tingkat pengetahuan tergolong sedang atau cukup baik (40,8%) dan 68,5% responden telah menggunakan obat swamedikasi secara rasional. Uji chi-square menunjukan bahwa pendidikan terakhir mempengaruhi pengetahuan dan rasionalitas penggunaan swamedikasi, faktor lain yang mempengaruhi pengetahuan adalah pekerjaan. Pengetahuan ternyata tidak memberi pengaruh secara signifikan terhadap rasionalitas penggunaan swamedikasi. Pengetahuan mengenai swamedikasi perlu ditingkatkan untuk meningkatkan lagi rasionalitas penggunaan swamedikasi di kalangan masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan rasionalitas penggunaan swamedikasi pada masyarakat di kelurahan Sei Harapan kecamatan Sekupang kota Batam sudah tergolong baik tetapi masih perlu ditingkatkan.Berbagai upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan lagi hal tersebut untuk mendukung kesehatan masyarakat di daerah tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program edukasi kesehatan berbasis komunitas yang dirancang khusus untuk meningkatkan pengetahuan tentang swamedikasi dan menilai perubahan perilaku penggunaan obat secara rasional pada masyarakat Sekupang, dengan menggunakan desain longitudinal untuk melihat dampak jangka panjang. Selain itu, studi kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap pengguna swamedikasi dapat menggali motivasi, persepsi, dan hambatan yang memengaruhi keputusan mereka dalam memilih dan menggunakan obat tanpa resep, sehingga memberikan wawasan kontekstual yang belum terjangkau oleh survei kuantitatif. Selanjutnya, penelitian eksperimental dapat mengevaluasi peran apoteker sebagai konselor di apotek dalam memberikan informasi yang tepat tentang dosis, efek samping, dan interaksi obat, serta mengukur apakah intervensi tersebut dapat menurunkan tingkat penggunaan obat tidak rasional dan meningkatkan kepatuhan pada pedoman WHO.

Read online
File size441.12 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test