ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES

Acta Medica IndonesianaActa Medica Indonesiana

Tuberculosis (TB) telah menjadi salah satu beban penyakit global, dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas setiap tahun. TB dapat mempengaruhi tidak hanya paru-paru tetapi juga organ ekstraparu. Prevalensi tuberculosis resisten obat (TRO) meningkat dan menyebabkan tingkat mortalitas yang lebih tinggi daripada tuberculosis rentan obat (TRO). Artikel ini menyajikan pasien dengan infeksi ko-infeksi yang jarang dari TB paru rentan obat dan TB pleura resisten obat.

Mendiagnosis dan mengobati tuberculosis dapat menimbulkan tantangan.Pada pasien dengan TB paru dan ekstraparu, kemungkinan infeksi ganda dengan sensitivitas obat yang berbeda harus dipertimbangkan.Para klinisi harus mengambil sampel mikroba dari semua organ yang terkena untuk pengujian sensitivitas obat ketika pasien tidak merespons dengan baik terhadap pengobatan antituberculosis.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor yang menyebabkan resistensi M. tuberculosis. Studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk memahami mekanisme resistensi dan mengembangkan strategi pencegahan. Selain itu, penting untuk menyelidiki kemungkinan infeksi ganda dengan sensitivitas obat yang berbeda pada pasien dengan TB paru dan ekstraparu. Penelitian ini dapat membantu meningkatkan strategi diagnostik dan terapeutik. Terakhir, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Xpert MTB/RIF assay pada cairan pleura dalam mendiagnosis TB pleura resisten obat.

Read online
File size840.32 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test