POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA

Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanJurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan

Beras merupakan komoditas strategis yang memainkan peran penting dalam ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi, sehingga pengelolaannya membutuhkan transparansi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Masalah distribusi beras yang tidak merata dan biaya distribusi tinggi masih menjadi tantangan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kemitraan yang melibatkan Majelis Ekonomi Perserikatan Muhammadiyah dalam meningkatkan kinerja distribusi beras. Metode yang digunakan adalah Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk memodelkan hubungan antara koordinasi kemitraan, komitmen kemitraan, pembagian risiko, akses pasar, dan dukungan organisasi terhadap kinerja distribusi beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap variabel yang dianalisis, seperti koordinasi kemitraan, komitmen kemitraan, pembagian risiko, dan akses pasar, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja distribusi beras. Koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan meningkatkan efisiensi distribusi, sementara komitmen kemitraan memperkuat dukungan organisasi dan mengurangi biaya operasional. Pembagian risiko yang transparan mempercepat distribusi dan mengurangi ketidakpastian dalam rantai pasokan. Akses pasar yang lebih luas memperkuat posisi petani dalam rantai distribusi dan memungkinkan distribusi beras lebih cepat dan stabil.

Penelitian ini menunjukkan bahwa model kemitraan yang melibatkan Majelis Ekonomi Perserikatan Muhammadiyah dapat meningkatkan kinerja distribusi beras di Kabupaten Sidenreng Rappang melalui koordinasi kemitraan, komitmen kemitraan, pembagian risiko, dan akses pasar.Hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing variabel berpengaruh signifikan terhadap dukungan organisasi, yang pada gilirannya meningkatkan efisiensi distribusi beras, mengurangi biaya operasional, mempercepat distribusi, dan memperkuat stabilitas harga di pasar.Koordinasi yang baik antara pemangku kepentingan serta komitmen yang tinggi dalam kemitraan memperkuat posisi petani dalam rantai distribusi.Selain itu, pembagian risiko yang transparan dan akses pasar yang lebih luas berperan penting dalam memperluas pasar dan meningkatkan kualitas distribusi.Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk memperkuat model kemitraan yang melibatkan Majelis Ekonomi Perserikatan Muhammadiyah, dengan fokus pada peningkatan koordinasi, komitmen, dan pembagian risiko antar pemangku kepentingan, untuk memperluas akses pasar bagi petani, menyediakan infrastruktur yang memadai, serta memastikan dukungan finansial dan pelatihan yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas distribusi beras.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi koordinasi kemitraan dan komitmen kemitraan, serta bagaimana hal ini dapat ditingkatkan untuk mencapai kinerja distribusi beras yang lebih baik. (2) Mengeksplorasi strategi-strategi konkret untuk memperkuat pembagian risiko yang transparan dan adil dalam rantai distribusi beras, serta bagaimana hal ini dapat mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan efisiensi distribusi. (3) Meneliti lebih lanjut dampak akses pasar yang lebih luas terhadap kinerja distribusi beras, termasuk bagaimana akses pasar yang lebih luas dapat memperkuat posisi petani dalam rantai distribusi dan meningkatkan stabilitas harga beras di pasar.

  1. MODEL KEMITRAAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA DISTRIBUSI BERAS KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG: Partnership... ejournal.polbangtan-gowa.ac.id/index.php/J-Agr-Sosekpenyuluhan/article/view/450MODEL KEMITRAAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA DISTRIBUSI BERAS KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Partnership ejournal polbangtan gowa ac index php J Agr Sosekpenyuluhan article view 450
Read online
File size481.35 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test