IDEBAHASAIDEBAHASA

IdeBahasaIdeBahasa

Situs media sosial seperti Instagram, yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang-orang di seluruh dunia, berbagi ide dan pendapat, serta mengikuti perkembangan terkini, telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari kita di era digital saat ini. Namun, seiring dengan meningkatnya penggunaan Instagram, telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam hal impoliteness dan ketidaksopanan dalam komunikasi online, karena anonimitas yang disediakan oleh media sosial telah memberanikan individu untuk mengekspresikan pendapat yang mungkin tidak akan mereka ungkapkan dalam interaksi tatap muka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi impoliteness yang digunakan oleh netizen pada akun tasyiiathasyia di Instagram. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode observasional dan teknik non-partisipatif. Data diperoleh dari Instagram melalui cuitan yang ditulis oleh netizen, kemudian dikumpulkan dan dianalisis menggunakan Teori Culpeper (1996). Hasilnya, terdapat lima strategi impoliteness yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu dua data yang berkaitan dengan impoliteness bald on record, tiga data positif impoliteness, satu data negatif impoliteness, empat data impoliteness sarcasm atau mock, dan tidak ada data yang berkaitan dengan withhold politeness.

Kesimpulan, dunia komunikasi online telah melahirkan berbagai perilaku dan strategi impoliteness yang digunakan oleh netizen.Dalam diskusi ini, kita telah mengeksplorasi berbagai strategi impoliteness yang umum diamati dalam interaksi online.Netizen sering menggunakan strategi impoliteness seperti serangan pribadi, panggilan nama, bahasa ofensif, dan sarkasme untuk mengekspresikan ketidaksetujuan, melampiaskan frustrasi, atau menegaskan dominasi.Strategi-strategi ini dapat terjadi karena anonimitas, kurangnya interaksi tatap muka, dan rasa terlepas dari konsekuensi dunia nyata.Penting untuk menyadari bahwa impoliteness dalam komunikasi online dapat memiliki konsekuensi negatif.Hal ini dapat memicu konflik, menciptakan lingkungan yang bermusuhan, dan menghambat dialog konstruktif.Selain itu, hal ini dapat memperpanjang budaya ketidaksopanan dan berkontribusi pada erosi empati dan pemahaman.Menangani masalah impoliteness memerlukan pendekatan yang multifaset.Meskipun impoliteness prevalen dalam komunikasi online, kita memiliki kekuatan untuk menanggulangi dan meredam efek negatifnya.Dengan mempromosikan interaksi yang menghormati dan empati, kita dapat berkontribusi pada ruang online yang lebih inklusif dan konstruktif bagi netizen di seluruh dunia.

Saran penelitian lanjutan: . 1. Menganalisis dampak impoliteness dalam komunikasi online terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan netizen. Bagaimana impoliteness dapat mempengaruhi kepercayaan diri, harga diri, dan perasaan keamanan mereka dalam ruang online?. 2. Meneliti strategi-strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesantunan dan empati dalam komunikasi online. Bagaimana kita dapat mempromosikan interaksi yang lebih positif dan inklusif di antara netizen?. 3. Mengkaji peran platform media sosial dalam mempromosikan atau mengurangi impoliteness. Apakah ada fitur atau kebijakan yang dapat diterapkan untuk mengurangi perilaku tidak sopan dan meningkatkan budaya komunikasi yang lebih positif?.

Read online
File size769.29 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test