STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA
JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC JakartaJELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC JakartaNilai moral merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita dan menjadi kebutuhan dasar setiap manusia di dunia. Penelitian ini melakukan analisis sastra yang fokus pada nilai-nilai moral yang terwujud dalam film “Wonder. Dalam penelitian ini, penulis memusatkan pembahasan pada nilai-nilai moral yang terwujud dalam “Wonder (2017) karya Stephen Chbosky menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan teori nilai moral Linda dan Eyre. Tujuannya adalah mendeskripsikan nilai-nilai moral yang ditampilkan dalam film “Wonder. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan jenis nilai moral yang ditemukan dalam film “Wonder. Total ada 13 nilai moral. Mereka adalah 9 nilai yang berkaitan dengan keberadaan (1) Kejujuran, (2) Keberanian, (3) Kemampuan Perdamaian, (4) Kepercayaan Diri Individualitas, (5) Kerja Keras, (6) Loyalitas dan Dapat Dipercaya, (7) Cinta dan Kasih Sayang, (8) Sensitif dan Tidak Egois, dan (9) Rendah Hati dan Peduli. Hasil menunjukkan nilai memberi sebagai nilai paling dominan dalam film berdasarkan teori Linda dan Eyre. Semua interpretasi data dikontekstualisasikan dalam narasi film.
Penelitian ini mengidentifikasi sembilan nilai moral yang muncul dalam film “Wonder, yaitu Kejujuran, Keberanian, Kemampuan Perdamaian, Kepercayaan Diri Individualitas, Kerja Keras, Loyalitas dan Dapat Dipercaya, Cinta dan Kasih Sayang, Sensitif dan Tidak Egois, serta Rendah Hati dan Peduli.Analisis menunjukkan bahwa nilai memberi menjadi nilai moral yang paling dominan, dengan frekuensi tertinggi (25%) dibandingkan nilai lain.Kesimpulannya, film tersebut menekankan pentingnya nilai cinta, kerendahan hati, kejujuran, dan keberanian sebagai pijakan utama dalam mengatasi tantangan pribadi dan sosial.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana nilai‑nilai moral yang diidentifikasi dalam film “Wonder dibandingkan dengan nilai‑nilai moral yang muncul dalam film keluarga lain yang juga mengangkat tema inklusi sosial. Apakah terdapat perbedaan signifikan dalam frekuensi dan jenis nilai moral antara “Wonder dan film‑film tersebut, serta faktor apa yang memengaruhi perbedaan tersebut? Penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur persepsi penonton terhadap nilai‑nilai moral yang ditampilkan dalam “Wonder dengan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah divalidasi. Bagaimana tingkat pemahaman dan penerimaan nilai moral seperti kejujuran, keberanian, dan kasih sayang di antara penonton beragam usia, serta apakah persepsi ini berhubungan dengan latar belakang pendidikan atau budaya mereka? Selain itu, studi lintas budaya dapat mengeksplorasi interpretasi nilai moral dalam “Wonder oleh penonton di negara‑negara non‑Barat, misalnya Indonesia, untuk menilai apakah konteks budaya memengaruhi makna yang dipahami. Pertanyaan penelitian yang dapat diajukan meliputi: bagaimana nilai memberi yang paling dominan dalam film ini dipersepsikan oleh penonton Indonesia dibandingkan dengan penonton Amerika? Penelitian juga dapat memperluas pendekatan metodologis dengan menggabungkan analisis wacana visual dan naratif, sehingga tidak hanya mengandalkan transkrip dialog tetapi juga elemen sinematik seperti simbolisme visual dan musik. Dengan menambahkan teknik triangulasi data, seperti wawancara mendalam dengan penonton dan observasi perilaku saat menonton, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak nilai moral film terhadap perilaku sosial. Hasil dari studi‑studi ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan teori nilai moral dalam media visual serta praktis bagi pembuat film dan pendidik dalam merancang konten yang mempromosikan nilai‑nilai positif secara efektif.
| File size | 303.26 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL Analisis semiotik Peirce mengungkap bahwa setiap saksi visual—dari kegiatan rumah tangga hingga pengalaman diskriminasi—memperkuat pesan moral tentangAnalisis semiotik Peirce mengungkap bahwa setiap saksi visual—dari kegiatan rumah tangga hingga pengalaman diskriminasi—memperkuat pesan moral tentang
UINSAIDUINSAID Secara psikomotorik, proses apresiasi dan praktik motif ini menginternalisasi nilai integritas, ketelitian, dan etos kerja. Penelitian ini juga merumuskanSecara psikomotorik, proses apresiasi dan praktik motif ini menginternalisasi nilai integritas, ketelitian, dan etos kerja. Penelitian ini juga merumuskan
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Dalam perspektif Islam, bisnis tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan (profit oriented), melainkan harus berlandaskan pada prinsip-prinsip dasarDalam perspektif Islam, bisnis tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan (profit oriented), melainkan harus berlandaskan pada prinsip-prinsip dasar
STP IPISTP IPI Hasil uji-t independen menunjukkan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak untuk kelompok eksperimen dan diterima untuk kelompok kontrol, menegaskan efektivitasHasil uji-t independen menunjukkan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak untuk kelompok eksperimen dan diterima untuk kelompok kontrol, menegaskan efektivitas
IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK Sehingga permasalah spiritualitas pada masyarakat dapat teratasi. Majelis zikir, sholawat, dan taklim seperti Majelis Rasulullah SAW Jatim menunjukkanSehingga permasalah spiritualitas pada masyarakat dapat teratasi. Majelis zikir, sholawat, dan taklim seperti Majelis Rasulullah SAW Jatim menunjukkan
IBSIBS Implementasi kebijakan OJK tentang pembiayaan berkelanjutan harus melibatkan kolaborasi antara sektor publik dan swasta serta penguatan pasar domestikImplementasi kebijakan OJK tentang pembiayaan berkelanjutan harus melibatkan kolaborasi antara sektor publik dan swasta serta penguatan pasar domestik
UMKUMK Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data studi literatur, dalam menganalisis data peneliti menggunakan teknikMetode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data studi literatur, dalam menganalisis data peneliti menggunakan teknik
IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO Di Indonesia, peran pancasila diambil sebagai sarana menerjemahkan nilai agama ke dalam moralitas publik, menimbulkan debat tentang pemisahan atau keterlibatanDi Indonesia, peran pancasila diambil sebagai sarana menerjemahkan nilai agama ke dalam moralitas publik, menimbulkan debat tentang pemisahan atau keterlibatan
Useful /
STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA Temuan ini memperluas pemahaman tentang cara pembentukan kata majemuk, penggunaan akronim dalam berita kesehatan, serta manfaat peningkatan kosakata bagiTemuan ini memperluas pemahaman tentang cara pembentukan kata majemuk, penggunaan akronim dalam berita kesehatan, serta manfaat peningkatan kosakata bagi
IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK Perempuan dipandang sebagai cerminan dominan sifat jamaliyah (keindahan) Tuhan, sementara laki-laki mencerminkan sifat jalaliyah (keagungan).meski demikian,Perempuan dipandang sebagai cerminan dominan sifat jamaliyah (keindahan) Tuhan, sementara laki-laki mencerminkan sifat jalaliyah (keagungan).meski demikian,
STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA Stereotip semacam itu memengaruhi kehidupan sehari‑hari serta representasi media, termasuk film. Penelitian ini menganalisis bagaimana nilai‑nilaiStereotip semacam itu memengaruhi kehidupan sehari‑hari serta representasi media, termasuk film. Penelitian ini menganalisis bagaimana nilai‑nilai
IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK Islam problematika di tengah-tengah memberinya curahan oase keilmuwan tasawuf sebagai obat untuk memberikan siraman-siraman kerohanian untuk mengatasinya.Islam problematika di tengah-tengah memberinya curahan oase keilmuwan tasawuf sebagai obat untuk memberikan siraman-siraman kerohanian untuk mengatasinya.