KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL

International Journal Of The WorldInternational Journal Of The World

Film *Big World 2024* menceritakan kisah Liu Chunhe, seorang individu dengan cerebral palsy yang bertekad menjalani kehidupan normal. Melalui pendekatan semiotik berbasis teori Charles Sanders Peirce, peneliti mengidentifikasi dan menganalisis tanda visual maupun naratif yang menggambarkan perjuangan Chunhe, serta pesan moral yang disampaikan film ini. Hasilnya menunjukkan bahwa film menonjolkan nilai-nilai kemandirian, semangat pantang menyerah, empati, dan pentingnya dukungan keluarga, yang tersampaikan melalui simbol-simbol visual dan naratif yang khas. Penelitian ini menghubungkan analisis tanda dengan makna moral, meningkatkan pemahaman tentang peran media dalam membentuk persepsi publik terhadap disabilitas.

Film *Big World 2024* menggambarkan perjuangan Liu Chunhe, seorang individu dengan cerebral palsy, melalui tanda visual dan naratif yang menonjolkan nilai kemandirian, semangat persisten, empati, dan dukungan keluarga.Analisis semiotik Peirce mengungkap bahwa setiap saksi visual—dari kegiatan rumah tangga hingga pengalaman diskriminasi—memperkuat pesan moral tentang ketangguhan dan persaudaraan.Temuan ini memperluas pemahaman tentang peran media dalam membentuk perspektif sosial terhadap disabilitas, serta memberikan panduan bagi pembuat film, pendidik, dan advokat disabilitas.

Berangkat dari temuan film *Big World 2024*, penelitian berikutnya dapat mengkaji bagaimana persepsi publik terhadap disabilitas berubah setelah menonton film dengan representasi semiotik seperti ini; misalnya, meneliti apakah penonton yang awalnya memiliki pandangan negatif beralih ke pandangan yang lebih inklusif. Selain itu, fokus pada peran keluarga sebagai agen perubahan dapat diasah lewat studi longitudinal yang memantau pengaruh intervensi dukungan emosional keluarga terhadap kualitas hidup individu disabilitas. Akhirnya, merancang eksperimen kualitatif yang memanfaatkan analisis semiotik pada film lain dengan genre berbeda dapat menilai konsistensi nilai moral yang disampaikan, sehingga memperkuat metodologi semiotik dalam penelitian media disabilitas.

  1. COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education). penanaman nilai empati aplikasi teman disabilitas... journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/collase/article/view/17419COLLASE Creative of Learning Students Elementary Education penanaman nilai empati aplikasi teman disabilitas journal ikipsiliwangi ac index php collase article view 17419
  2. Representasi Media dalam Program Hitam Putih: Perspektif Ekonomi Politik Budaya media | Khasanah | Gandiwa... journal.unindra.ac.id/index.php/gandiwa/article/view/3521Representasi Media dalam Program Hitam Putih Perspektif Ekonomi Politik Budaya media Khasanah Gandiwa journal unindra ac index php gandiwa article view 3521
Read online
File size475.07 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test