STTINTHEOSSTTINTHEOS

Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiDunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Liturgi sering dipahami sebagai ibadah yang berlangsung di ruang-ruang sakral, bahkan terbatas di dalamnya. Namun, dalam asal-usul historisnya, liturgi memiliki makna yang luas dan dapat memberikan makna yang hidup bagi ibadah dan kehidupan Kristen. Menggunakan metode pustaka dengan pendekatan analistis-kritis, tulisan ini menelusuri makna awal liturgi dan jejak perubahannya serta bagaimana liturgi dimaknai saat ini. Pada akhirnya, disadari bahwa liturgi mencakup seluruh kehidupan; tidak terbatas pada ruang-ruang suci, apalagi busana klerikal, melainkan membuka seluruh kehidupan bergereja bagi semua orang.

Liturgi yang hidup kembali pada makna aslinya sebagai pengabdian kepada Allah yang terwujud dalam relasi sosial dan praksis kehidupan bersama.Reduksi liturgi menjadi ritual formal telah menghilangkan dimensi etika dan partisipasi umat.Oleh karena itu, pemulihan liturgi menuntut gereja untuk membuka ruang partisipasi, berbagi, dan pelayanan sosial, menjadikan liturgi sebagai sarana teologi yang membumi dalam seluruh aspek kehidupan manusia.

Penelitian ini memberikan landasan historis dan teologis yang kuat mengenai pemaknaan liturgi yang melampaui ritual semata, menjadikannya praksis hidup yang melibatkan etika sosial dan partisipasi umat. Untuk melengkapi temuan ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada aspek implementasi dan dampak nyata. Pertama, studi empiris yang mendalam diperlukan untuk mengeksplorasi bagaimana gereja-gereja Kristen kontemporer di berbagai konteks budaya di Indonesia mengintegrasikan prinsip liturgi yang hidup ke dalam praktik ibadah dan pelayanan sehari-hari mereka. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan studi kasus atau etnografi untuk mengidentifikasi inovasi, tantangan, dan keberhasilan dalam mewujudkan liturgi yang peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Kedua, penting untuk menganalisis sejauh mana praktik liturgi yang hidup tersebut berkontribusi secara konkret dalam mengatasi masalah-masalah sosial-ekonomi seperti kemiskinan, kesenjangan, atau kerusakan lingkungan di komunitas sekitar gereja. Hal ini akan memberikan bukti nyata tentang relevansi liturgi di tengah tantangan dunia modern. Terakhir, penelitian juga dapat menyelidiki peran pendidikan teologi dan program pembinaan jemaat dalam membentuk pemahaman dan praksis liturgi yang lebih inklusif dan transformatif. Studi ini bisa mengkaji efektivitas kurikulum dan metode pengajaran yang ada, serta merumuskan model pendidikan baru yang mendorong pemimpin dan jemaat untuk menghidupi liturgi sebagai tindakan pengabdian kepada Allah dan pelayanan kepada sesama serta seluruh ciptaan.

  1. Can Liturgy Ever Again Become a Source for Theology? - Catherine Mowry LaCugna, 1989. liturgy ever become... doi.org/10.1177/003932078901900101Can Liturgy Ever Again Become a Source for Theology Catherine Mowry LaCugna 1989 liturgy ever become doi 10 1177 003932078901900101
  2. DOI Name 10.1163 Values. doi name values index type timestamp data email 08z doiadmin cnri reston va... doi.org/10.1163DOI Name 10 1163 Values doi name values index type timestamp data email 08z doiadmin cnri reston va doi 10 1163
  3. DOI Name 10.30648 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 04z crossref email support... doi.org/10.30648DOI Name 10 30648 Values doi name values index type timestamp data hs serv 04z crossref email support doi 10 30648
Read online
File size497.28 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test