STTINTHEOSSTTINTHEOS

Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiDunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Kepribadian yang rentan terhadap konflik secara langsung maupun tidak langsung memberikan pengaruh terhadap keberhasilan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang model pendidikan apa yang sebaiknya diterapkan oleh pendidik Kristen untuk mengembangkan karakter peserta didik. Pada konteks peserta didik yang terpapar konflik, pemahaman tentang karakter (Kristen) tidak hanya dibatasi pada upaya memperjuangkan relasi aktif dengan Tuhan, namun kerapuhan kepribadian pun menjadi penting untuk diperhatikan. Saya berargumen bahwa untuk membangun model pendidikan karakter di daerah konflik, pendidik perlu memahami pribadi peserta didik sebagai pribadi yang beragam dan memiliki nilai-nilai kerapuhan. Dengan memanfaatkan pemikiran Jorge Lopez Gonzalez, dalam penelitian ini, saya mempercakapkan konsep pendidikan karakter dalam wajah multiplisitas dan model persekutuan untuk memulihkan kepribadian.

Penelitian ini mengusulkan kerangka pendidikan karakter Kristen yang mengakui multiplisitas pribadi peserta didik, terutama di daerah konflik.Fokus pendidikan karakter harus melampaui relasi dan perbaikan perilaku, dengan juga memperhatikan kerentanan kepribadian seperti trauma dan dendam akibat konflik.Pendidik Kristen berperan penting dalam memulihkan peserta didik melalui persekutuan, guna mengharmoniskan ketegangan internal dan mengembalikan nilai-nilai moral Kristen dalam perilaku.

Mengingat model pedagogi karakter Kristen berbasis multiplisitas pribadi dalam konteks daerah konflik yang diusulkan, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada validasi empiris model ini. Penting untuk melakukan studi kasus atau penelitian tindakan di lapangan guna menguji efektivitas langsung dari model persekutuan yang diperkenalkan dalam paper ini terhadap perkembangan karakter dan pemulihan psikologis peserta didik yang terpapar konflik. Misalnya, pertanyaan penelitian dapat diajukan mengenai sejauh mana komponen-komponen persekutuan pemulihan dan penghayatan nilai-nilai kasih secara nyata berkontribusi pada penurunan tingkat trauma dan peningkatan empati di kalangan siswa. Selain itu, dengan peran sentral pendidik dalam model ini, studi di masa depan dapat mengeksplorasi kebutuhan spesifik para pendidik Kristen, termasuk jenis pelatihan dan dukungan psikologis yang diperlukan bagi mereka agar mampu secara efektif memfasilitasi proses ini, mengingat mereka juga mungkin menghadapi tantangan pribadi dalam menghadapi multiplisitas pribadi peserta didik. Akhirnya, pengembangan model ini juga dapat diperluas dengan meneliti bagaimana integrasi yang lebih kuat antara sekolah, gereja, dan struktur komunitas lokal dapat menciptakan ekosistem dukungan yang lebih holistik. Ini berarti menelaah mekanisme kolaborasi yang efektif untuk memastikan nilai-nilai persekutuan tidak hanya diajarkan di lingkungan pendidikan formal, tetapi juga dihidupi dan diperkuat dalam keseharian komunitas, sehingga membentuk ketahanan karakter yang berkelanjutan bagi generasi muda di daerah rentan konflik.

  1. Identity‐based motivation: Implications for action‐readiness, procedural‐readiness,... myscp.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1016/j.jcps.2009.05.008IdentityyAAAabased motivation Implications for actionyAAAareadiness proceduralyAAAareadiness myscp onlinelibrary wiley doi 10 1016 j jcps 2009 05 008
Read online
File size446.94 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test