ITHBITHB

Jurnal TelematikaJurnal Telematika

Segmentasi bulatan telur ikan berwarna kuning dalam citra digital sering gagal dilakukan karena sulitnya menentukan batas antar objek yang berdempetan atau tumpang tindih. Penelitian ini mengusulkan metode segmentasi berbasis pelacakan geometri untuk mengatasi masalah ini menggunakan triangulasi tiga titik tepi penting di sekitar objek untuk penentuan landmark awal segmen lalu menggunakan formasi ketiganya untuk membentuk lingkaran kandidat segmen yang utuh. Kumpulan piksel yang terselimuti oleh lingkaran ini akan diperiksa bentuk dan warnanya untuk direkognisi sebagai segmen sebuah objek atau bukan. Metode ini diuji pada dataset citra telur ikan yang berisi lebih dari 5.473 bulatan telur ikan berwarna kuning-oranye dalam 11 citra digital berbeda-beda. Citra bulatan telur ini memiliki variasi ukuran, bentuk, kecerahan, kontras, kerapatan, bayangan, derau, refleksi cahaya, dan keburaman. Berdasarkan hasil eksperimen, metode ini mampu mensegmentasi dengan benar 4.370 bulatan telur dengan 242 segmen palsu dan 1.103 bulatan tidak terdeteksi. Metrik kinerja metode ini adalah presisi 94,7%; recall 79,8%; IoU 76,5% dan dice coefficient 86,7%.

Berdasarkan hasil eksperimen, metode pelacakan geometri segitiga dan lingkaran yang diusulkan berhasil menyelesaikan permasalahan segmentasi bulatan telur ikan berwarna kuning.Metode ini mencapai nilai presisi 94,7 %, recall 79,8 %, IoU 76,5 % dan dice coefficient 86,7 % berkat pembentukan garis lingkaran batas segmen yang akurat.Keberhasilan tersebut disebabkan oleh triangulasi tiga titik penting pada kawasan tepi yang secara efektif melacak geometri segitiga sebagai dasar awal segmentasi.

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan algoritma adaptif yang menggunakan pembelajaran mesin untuk memilih tiga titik tepi secara otomatis, sehingga mengurangi kesalahan segmentasi yang disebabkan oleh pemilihan titik yang kurang tepat. Selain itu, integrasi fitur warna dan tekstur pada proses pengenalan dapat membantu membedakan telur yang tumpang tindih, sehingga meningkatkan akurasi deteksi pada citra dengan kepadatan tinggi. Terakhir, perlu dilakukan studi tentang penerapan analisis multi‑skala untuk menghitung dan mengklasifikasikan telur dengan variasi ukuran, sehingga metodologi ini dapat diperluas menjadi sistem otomatis untuk inventarisasi produksi perikanan.

Read online
File size895.04 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test