AMIKVETERANAMIKVETERAN

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan BudayaJurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembentukan kata serta fungsi stilistiknya dalam puisi-puisi terpilih karya Emily Dickinson. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif. Data berupa kata dan frasa yang mengandung proses morfologis dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis dengan prosedur identifikasi, klasifikasi, serta interpretasi berdasarkan teori morfologi dan stilistika. Hasil penelitian mengungkap tiga proses utama pembentukan kata, yaitu derivasi, kompaun, dan infleksi. Derivasi muncul sebagai proses yang paling dominan secara stilistik karena menghasilkan abstraksi, kontras semantik, foregrounding, dan intensifikasi emosional. Kompaun memperkuat citra dan kepadatan semantik, sedangkan infleksi mendukung koherensi gramatikal dan perspektif temporal dalam puisi. Analisis menunjukkan bahwa penggunaan proses morfologis ini berkontribusi signifikan terhadap karakteristik artistik dan linguistik puisi Dickinson. Selanjutnya, temuan menyoroti hubungan antara bentuk linguistik dan ekspresi sastra dalam menciptakan efek puitis serta makna yang lebih dalam. Studi ini membuktikan bahwa morfologi berfungsi tidak hanya secara gramatikal tetapi juga stilistik dalam konstruksi makna dan ekspresi puisi. Oleh karena itu, analisis morfologis memberikan wawasan berharga tentang bagaimana sumber daya bahasa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas estetika dan kekayaan interpretatif puisi.

Penelitian ini meneliti proses pembentukan kata dalam puisi-puisi terpilih karya Emily Dickinson dengan menitikberatkan pada struktur morfologis dan fungsi stilistiknya, mengidentifikasi tiga jenis utama, yaitu derivasional, kompaun, dan infleksional dengan total 28 bentuk kata, yang menunjukkan bahwa pembentukan kata berfungsi sebagai fitur linguistik yang sistematis dan berulang, bukan sekadar penggunaan insidental.Hasil temuan mengindikasikan bahwa morfologi derivasional mendominasi secara kualitatif, karena proses prefiksasi dan sufiksasi memungkinkan pembentukan makna abstrak, evaluatif, dan filosofis dengan dampak stilistik yang kuat, khususnya dalam membentuk kontras semantik dan kedalaman emosional, sementara kompaun berkontribusi dengan memadatkan citra kompleks dan makna simbolik ke dalam unit leksikal yang kompak, dan morfologi infleksional mendukung koherensi gramatikal, referensi temporal, serta nuansa ekspresif.Secara keseluruhan, morfologi berfungsi bukan hanya sebagai sistem linguistik struktural melainkan sebagai sumber utama pembentukan makna yang secara signifikan membentuk ekspresi stilistik, kedalaman konseptual, dan intensitas puitis.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana kreativitas morfologis memengaruhi respons emosional pembaca dengan menggabungkan teknik pelacakan mata dan pengukuran neurokognitif untuk mengidentifikasi pola perhatian dan intensitas emosional saat membaca puisi Dickinson. Selain itu, perbandingan pola morfologis pada puisi dari era atau penulis lain dapat dilakukan untuk memahami evolusi penggunaan proses pembentukan kata dalam sastra Inggris dan implikasinya terhadap gaya stilistik. Selanjutnya, penelitian dapat mengevaluasi dampak pengajaran analisis morfologi terhadap peningkatan apresiasi puisi dan penguasaan kosakata siswa, dengan merancang modul pembelajaran berbasis morfologi dan mengukur perubahan dalam kemampuan interpretatif serta keterampilan bahasa mereka.

  1. a Morphology Analysis af Word Formation Processes Affecting Stylistic Features in Selected Poems of Emily... journal.amikveteran.ac.id/index.php/jpbb/article/view/6169a Morphology Analysis af Word Formation Processes Affecting Stylistic Features in Selected Poems of Emily journal amikveteran ac index php jpbb article view 6169
Read online
File size967.83 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test