IDID

JAMSIJAMSI

Masyarakat melakukan transformasi digital agar dapat membantu pekerjaan di era perkembangan ini. Berdasarkan kajian situasi yang dilakukan, Kelompok Bermain (KB) Tunas Mulia merupakan sekolah yang gurunya masih kurang pengetahuan dan pengaturan manajemen kearsipan data dan surat secara digital. Maka dari itu, solusi yang diberikan adalah melakukan transformasi digital pada manajemen kearsipan data dan surat. Tim melakukan beberapa tahapan dalam pengabdian masyarakat (Abdimas) ini. Diawali dengan kajian situasi, kemudian pengukuran dampak sebelum, perancangan aktivitas, sosialisasi program, pelatihan, pendampingan, dan pengukuran dampak setelah pengabdian masyarakat. Hasil pengukuran dampak sebelum pengabdian masyarakat, guru di KB Tunas Mulia masih banyak yang belum paham mengenai manajemen kearsipan data dan surat secara digital. Setelah pengabdian masyarakat, hasil yang diperoleh adalah bertambahnya pengetahuan guru mengenai manajemen kearsipan data dan surat secara digital. Pengetahuan yang didapat, digunakan untuk membantu mengelola kearsipan administrasi data dan surat secara digital di KB Tunas Mulia. Pekerjaan yang berkaitan dengan manajemen kearsipan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

Berdasarkan pengukuran dampak yang telah dilakukan, didapatkan hasil pelaksanaan Abdimas.Sebelum Abdimas, guru KB Tunas Mulia masih minim pemahaman manajemen kearsipan digital, dan pengiriman surat melalui Autocrat.Setelah Abdimas, terdapat peningkatan dalam pemahaman manajemen kearsipan digital.Dilihat dari pengimplementasian pembuatan RPPM secara digital.Sedangkan pemahaman pengiriman surat dengan Autocrat, mengalami peningkatan sedikit.Hal itu karena penggunaan Autocrat yang lumayan susah dipahami guru KB Tunas Mulia.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah pengembangan penelitian yang menarik. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai platform digital selain Google Workspace dalam konteks manajemen kearsipan di lembaga pendidikan anak usia dini, dengan mempertimbangkan faktor biaya, kemudahan penggunaan, dan integrasi dengan sistem yang sudah ada. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam bagaimana transformasi digital memengaruhi budaya kerja dan kolaborasi di antara guru-guru KB Tunas Mulia, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat adopsi teknologi baru. Ketiga, penelitian eksperimen dapat dirancang untuk menguji dampak pelatihan yang lebih intensif dan berkelanjutan terhadap kemampuan guru dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen kearsipan digital, serta mengukur peningkatan efisiensi dan kualitas layanan yang diberikan kepada anak-anak dan orang tua. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas manajemen kearsipan dan mendukung keberhasilan pendidikan anak usia dini.

  1. Transformasi Digital pada Manajemen Kearsipan Data dan Surat di Kelompok Bermain Tunas Mulia | Jurnal... jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/320Transformasi Digital pada Manajemen Kearsipan Data dan Surat di Kelompok Bermain Tunas Mulia Jurnal jamsi jurnal id index php jamsi article view 320
Read online
File size519.41 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test