UNISNUUNISNU

JURNAL LENTERA ANAKJURNAL LENTERA ANAK

Orang tua yang menikah muda menghadapi tantangan dalam pengasuhan anak karena pada umumnya belum sepenuhnya matang secara emosional dan kurang memiliki pengalaman, sehingga mempengaruhi pembentukan nilai moral dan agama pada anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pendidikan moral dan agama pada keluarga dengan orang tua menikah muda, serta kontribusinya dalam membangun integritas anak sejak dini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap 10 pasangan muda dan observasi langsung di lingkungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan menikah muda umumnya dipengaruhi oleh faktor sosial, keluarga, dan kesiapan psikologis. Sebagian besar responden berhasil menanamkan nilai moral dan agama melalui kebiasaan beribadah bersama, dialog keluarga berbasis ajaran agama, dan pemberian teladan perilaku sehari-hari. Namun, tantangan utama terletak pada keterbatasan ekonomi dan ketahanan psikologis. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman bahwa pendidikan agama yang terintegrasi dengan pola asuh dapat menjadi strategi efektif membangun integritas anak, bahkan dalam kondisi keterbatasan usia dan pengalaman orang tua.

Penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan menikah di usia muda dipengaruhi oleh kombinasi faktor sosial, tekanan keluarga, serta kesiapan psikologis dan finansial, yang selanjutnya membentuk pola pendidikan moral dan agama dalam keluarga.Orang tua muda cenderung menekankan kedekatan emosional dengan anak melalui keteladanan, pembiasaan, dan komunikasi, namun dihadapkan pada tantangan signifikan terkait stabilitas ekonomi dan ketahanan mental.Pendidikan agama berperan strategis dalam menanamkan integritas dan nilai moral sejak dini, sehingga dapat menjadi fondasi bagi pembentukan karakter anak yang tangguh dan berakhlak mulia.Temuan ini mengisyaratkan perlunya penguatan kapasitas keluarga muda melalui program pendampingan yang terstruktur, pemanfaatan sumber daya komunitas, dan dukungan kebijakan yang mendorong kesejahteraan ekonomi serta literasi pengasuhan berbasis nilai.Dengan demikian, strategi pendidikan moral dan agama pada keluarga muda tidak hanya menjadi instrumen pembinaan karakter, tetapi juga sarana membangun ketahanan keluarga yang adaptif dan berdaya saing di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi pendidikan moral dan agama yang lebih terintegrasi dengan pola asuh, terutama dalam konteks pernikahan muda. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana strategi tersebut dapat diadaptasi dan diterapkan secara efektif dalam berbagai konteks keluarga, termasuk keluarga dengan keterbatasan ekonomi dan pengalaman pengasuhan. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki peran pendidikan agama dalam memperkuat ketahanan mental dan psikologis keluarga muda, serta bagaimana pendidikan agama dapat membantu pasangan muda dalam memahami konsep tanggung jawab keluarga dan menghadapi tantangan kehidupan berumah tangga. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam merumuskan strategi pendidikan moral dan agama yang efektif bagi keluarga muda, serta memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.

  1. The Relationship and Factors The Parenting Style of Parents Who Married Early with The Development of... a-jhr.com/a-jhr/article/view/106The Relationship and Factors The Parenting Style of Parents Who Married Early with The Development of a jhr a jhr article view 106
Read online
File size622.41 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test