STT KADESISTT KADESI
Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Di zaman sekarang tidak banyak dijumpai Gereja yang memikirkan serta mempersiapkan pemimpin muda Kristen di era society 5.0 yang memiliki bekal kerohanian dan karakter yang baik untuk dapat menjadi generasi penerus masa depan Gereja. Membangkitkan formasi rohani pemimpin muda di era society 5.0 merupakan hal yang baik dikarenakan dapat memberikan inovasi dalam kepemimpinan Gereja di masa kini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan kontribusi pemikiran teologis dari kajian 1 Timotius 4:6-16 mengenai formasi rohani pemimpin muda di era society 5.0. Pendekatan yang dipakai ialah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegesa terhadap formasi rohani pemimpin muda. Dari hasil penelitian 1 Timotius 4:1-16 telah ditemukan beberapa prinsip formasi rohani yang dapat diimplementasikan kepada pemimpin muda di era society 5.0 yakni: menolak sifat dunia dan mengejar kesalehan hidup, senantiasa berharap kepada Allah yang hidup, menghormati diri sendiri dan menjadi teladan, senantiasa menjadikan firman sebagai pusat hidup dan pelayanan, tidak melalaikan tanggung jawab sebagai seorang pelayan.
Dalam bagian ini penulis akan menguraikan penjelasan sebagai kesimpulan dari uraian yang diperoleh dalam hasil analisa yang sudah dilakukan.1-16, Paulus memberikan perintah kepada seorang anak rohaninya Timotius untuk memiliki kerohanian yang matang dalam melayani.Paulus tidak hanya sekedar memberikan nasihat kepada Timotius, namun Paulus juga memberikan alasan mengapa hal itu harus dilakukan.Jelas sekali hal ini berhubungan dengan situasi dan kondisi pelayanan yang Timotius hadapi dimana jemaat Efesus adalah jemaat metropolitan yang telah mengalami kemajuan namun kurang mengutamakan Tuhan, menyembah berhala dan terpengaruh dengan pengajaran sesat (ajaran gnostik).Pengajar gnostik disebut sebagai guru-guru palsu karena mereka mengajarkan ajaran yang tidak benar atau berlainan dengan ajaran rasul Paulus.Ajaran ini menyebabkan beberapa jemaat Efesus mengalami kerohanian yang tidak sehat.Berkenaan dengan hal tersebut, maka sebagai pemimpin muda dalam konteks era society 5.0 dirasa penting untuk memiliki kehidupan formasi rohani yang sehat guna menaklukan tantangan di tengah disrupsi teknologi.Sebagai seorang hamba Tuhan harus terus-menerus melakukan firman Tuhan sehingga serupa dengan Kristus dan dapat diteladani oleh orang lain tanpa diremehkan karena usia yang masih muda.1-16, penulis memaparkan formasi rohani yang dapat diimplementasikan bagi kehidupan pemimpin muda di era society 5.0 yang dapat dijadikan sebuah prinsip dan modal pelayanan.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan (jika ada), berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengkaji lebih dalam tentang tantangan dan peluang kepemimpinan muda di era Society 5.0, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti teknologi, budaya, dan dinamika sosial yang unik pada era ini.. . 2. Melakukan penelitian kualitatif mendalam untuk memahami pengalaman dan perspektif pemimpin muda Kristen dalam menghadapi tantangan spiritual dan moral di era Society 5.0, serta strategi-strategi yang mereka gunakan untuk tetap setia pada nilai-nilai Kristen.. . 3. Menganalisis dan mengembangkan model-model formasi rohani yang relevan dan efektif bagi pemimpin muda di era Society 5.0, dengan mempertimbangkan tantangan-tantangan spesifik yang mereka hadapi, seperti pengaruh teknologi, media sosial, dan budaya populer.
- Formasi Rohani Pemimpin Muda Berdasarkan 1 Timotius 4:6-16 dan Implementasinya bagi Pemimpin Muda Era... doi.org/10.52489/juteolog.v2i1.41Formasi Rohani Pemimpin Muda Berdasarkan 1 Timotius 4 6 16 dan Implementasinya bagi Pemimpin Muda Era doi 10 52489 juteolog v2i1 41
- Evangelikal: Jurnal Teologi Injili. kepemimpinan kristen era disrupsi teknologi evangelikal jurnal teologi... journal.sttsimpson.ac.id/index.php/EJTI/article/view/125Evangelikal Jurnal Teologi Injili kepemimpinan kristen era disrupsi teknologi evangelikal jurnal teologi journal sttsimpson ac index php EJTI article view 125
- EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani. deskripsi hamba menderita yesaya epigraphe jurnal... doi.org/10.33991/epigraphe.v2i2.38EPIGRAPHE Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani deskripsi hamba menderita yesaya epigraphe jurnal doi 10 33991 epigraphe v2i2 38
| File size | 791.82 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
DWCUDWCU Resensi ini membahas buku Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry karya J. B. Banawiratma, yang mengulas integrasi antaraResensi ini membahas buku Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry karya J. B. Banawiratma, yang mengulas integrasi antara
UNIPASBYUNIPASBY Pada tahap selanjutnya, pementasan ini bisa juga digunakan dalam berbagai muatan, misalnya. pelatihan bahasa Jawa atau bahasa Inggris melalui media pementasanPada tahap selanjutnya, pementasan ini bisa juga digunakan dalam berbagai muatan, misalnya. pelatihan bahasa Jawa atau bahasa Inggris melalui media pementasan
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Penemuan ini juga dapat menjadi landasan untuk pendidikan agama Kristen yang lebih baik dalam membentuk serat moral dan kehidupan spiritual siswa. PenelitianPenemuan ini juga dapat menjadi landasan untuk pendidikan agama Kristen yang lebih baik dalam membentuk serat moral dan kehidupan spiritual siswa. Penelitian
STT KADESISTT KADESI Dan pada 3 Januari 1961, ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Pontianak. Dengan demikian kita mengetahui dan mempelajari bahwa pengaruh sejarah GerejaDan pada 3 Januari 1961, ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Pontianak. Dengan demikian kita mengetahui dan mempelajari bahwa pengaruh sejarah Gereja
STT KADESISTT KADESI Keselamatan dalam bagian ini juga bukan saja berbicara tentang karya Yesus yang luar biasa dikayu salib, sehingga dosa dibereskan, namun keselamatan dalamKeselamatan dalam bagian ini juga bukan saja berbicara tentang karya Yesus yang luar biasa dikayu salib, sehingga dosa dibereskan, namun keselamatan dalam
STT KADESISTT KADESI Tulisan ini berangkat dari masalah yang dijumpai dalam konteks penderitaan manusia karena pandemi Covid-19 terkait sosok manusia sosial yang ideal yangTulisan ini berangkat dari masalah yang dijumpai dalam konteks penderitaan manusia karena pandemi Covid-19 terkait sosok manusia sosial yang ideal yang
DRIYARKARADRIYARKARA Salah satunya adalah adaptasi model interaksi individu dan masyarakat melalui demonisasi. Novel Things Fall Apart karya Chinua Achebe (1959) memperlihatkanSalah satunya adalah adaptasi model interaksi individu dan masyarakat melalui demonisasi. Novel Things Fall Apart karya Chinua Achebe (1959) memperlihatkan
STTAASTTAA Dokumen ini membahas pentingnya mengakui ketidaksalahan Alkitab di abad ke-21, menanggapi tantangan dari teologi liberal, neo-ortodoks, postmodernisme,Dokumen ini membahas pentingnya mengakui ketidaksalahan Alkitab di abad ke-21, menanggapi tantangan dari teologi liberal, neo-ortodoks, postmodernisme,
Useful /
UM PalembangUM Palembang Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan struktur modal berpengaruhHasil analisis menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan struktur modal berpengaruh
UM PalembangUM Palembang Metodologi penelitian, data yang digunakan data sekunder, populasi dan sampel sebanyak 18 perusahaan dengan 4 tahun amatan (72 amatan), metode analisisMetodologi penelitian, data yang digunakan data sekunder, populasi dan sampel sebanyak 18 perusahaan dengan 4 tahun amatan (72 amatan), metode analisis
STTAASTTAA Improvisasi dalam berteologi mengharuskan kaum Injili Indonesia memahami Kitab Suci secara mendalam dan menerapkan teologi secara interdisipliner denganImprovisasi dalam berteologi mengharuskan kaum Injili Indonesia memahami Kitab Suci secara mendalam dan menerapkan teologi secara interdisipliner dengan
STTAASTTAA Pemimpin gereja perlu memahami proses perubahan, membedakan antara yang mutlak dan relatif dalam Alkitab, dan memfokuskan pada panggilan Tuhan yang utama.Pemimpin gereja perlu memahami proses perubahan, membedakan antara yang mutlak dan relatif dalam Alkitab, dan memfokuskan pada panggilan Tuhan yang utama.