E GREENATIONE GREENATION

Greenation International Journal of Economics and AccountingGreenation International Journal of Economics and Accounting

Di era kemajuan teknologi digital, Indonesia menjadi alternatif destinasi investasi di pasar modal yang menarik perhatian global. Berinvestasi di pasar modal menawarkan imbal hasil tinggi dan risiko yang signifikan. Oleh karena itu, investor membutuhkan keterampilan strategis untuk mengurangi risiko. Pengurangan risiko dapat dicapai melalui diversifikasi aset, yang juga dikenal sebagai pembentukan portofolio. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan portofolio optimal menggunakan metode Markowitz Single Index dan menentukan proporsi investasi optimal untuk Indeks LQ45. Sampel yang digunakan adalah anggota Indeks LQ45 dari Januari 2024 hingga Desember 2024. Metode ini adalah studi komparatif dengan data harian, menggunakan perhitungan return terwujud, varians, kovarians, dan tingkat potong untuk indeks tunggal. Analisis menggunakan metode Markowitz menghasilkan tujuh saham sebagai rekomendasi portofolio optimal, komposisi saham berbeda antara kedua metode dengan return 0,15% dan risiko 1,25%. Analisis menggunakan metode Single Index menghasilkan tujuh saham sebagai rekomendasi portofolio optimal, dengan return 0,037% dan risiko 0,07%.

Berdasarkan hasil yang telah dijelaskan dan diuraikan pada Bab IV, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut.Pada Metode Markowitz, terdapat 7 saham perusahaan yang membentuk portofolio optimal, yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) 0,81%, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) 5,12%, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) 5,16%, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 32,72%, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 0,33%, PT Indofood CBP Sukses Tbk (ICBP) 20,81%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 30,65%, dengan nilai Return Portofolio sebesar 0,15% dengan Risiko Portofolio sebesar 1,25%.Metode Single Index menghasilkan hasil yang berbeda dengan nilai Expected Return Portofolio yang lebih kecil dengan nilai Risiko Portofolio yang lebih kecil, yaitu.ANTM (Aneka Tambang Tbk) 8,13%, BBCA (Bank Central Asia Tbk) 33,09%, BBRI (Bank Rakyat Indonesia Tbk) 13,00%, BMRI (Bank Mandiri Tbk) 12,98%, GGRM (Gudang Garam Tbk) 19,63%, PGAS (Perusahaan Gas Negara Tbk) 4,05%, WIKA (Wijaya Karya Tbk) 9,13%.Portofolio yang dibentuk menggunakan Metode Single Index menghasilkan tingkat Expected Return sebesar 0,037% dengan risiko portofolio sebesar 0,07%.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran untuk penelitian lanjutan:. 1. Mengembangkan metode analisis portofolio yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi pasar global, kebijakan moneter, dan preferensi investor.. 2. Melakukan studi komparatif antara metode Markowitz dan Single Index dengan menggunakan data historis yang lebih panjang untuk menguji keandalan dan validitas kedua metode dalam berbagai kondisi pasar.. 3. Menganalisis dampak diversifikasi portofolio terhadap risiko dan imbal hasil, serta mengeksplorasi strategi diversifikasi yang optimal untuk investor dengan profil risiko dan preferensi yang berbeda.

  1. Vol. 4 No. 2 (2026): Greenation International Journal of Economics and Accounting (May - June 2026) |... research.e-greenation.org/GIJEA/issue/view/54Vol 4 No 2 2026 Greenation International Journal of Economics and Accounting May June 2026 research e greenation GIJEA issue view 54
Read online
File size378.27 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test