PKRPKR

JURNAL IBU DAN ANAKJURNAL IBU DAN ANAK

Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah yang dikategorikan sebagai berat apabila seorang wanita hamil muntah setiap kali ia minum atau makan. Sementara itu, anemia kehamilan merupakan “potensi bahaya bagi ibu dan anak, yaitu kondisi defisiensi sel darah merah selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara emesis gravidarum dengan kejadian anemia pada wilayah kerja Klinik Pratama Taman Sari 6. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross‑sectional. Penelitian dilaksanakan pada periode Februari hingga Juli 2022. Populasi dalam studi ini mencakup seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan dari Februari hingga Agustus, berjumlah 44 wanita hamil trimester I dan II. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi‑square. Dari 44 responden, 26 responden (59,1 %) tidak mengalami anemia, sedangkan 18 responden (40,9 %) mengalami anemia; 31 responden (70,5 %) mengalami emesis, dan 13 responden (29,5 %) tidak mengalami emesis. Terdapat hubungan signifikan antara emesis gravidarum dan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Klinik Pratama Taman Sari 6 dengan nilai p = 0,02 (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara hiperemesis gravidarum dengan anemia pada ibu hamil.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara hiperemesis gravidarum dengan anemia pada ibu hamil.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki secara longitudinal apakah intervensi nutrisi yang ditingkatkan pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum dapat menurunkan prevalensi anemia dibandingkan dengan standar perawatan saat ini; selanjutnya, uji klinis acak dapat mengevaluasi efek kombinasi suplemen zat besi dan antiemetik pada peningkatan kadar hemoglobin serta pengurangan frekuensi mual dan muntah pada trimester pertama; terakhir, studi kualitatif dapat mengidentifikasi faktor sosial, psikologis, dan budaya yang menjadi hambatan bagi ibu hamil dalam mengonsumsi makanan kaya zat besi selama episode hiperemesis, sehingga memungkinkan pengembangan strategi edukasi yang lebih tepat sasaran.

Read online
File size277.1 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test