PNLPNL

Jurnal PolimesinJurnal Polimesin

Sebuah sistem fotovoltaik hibrida dengan kapasitas terpasang total 1,6 kWp, terdiri dari modul monokristalin dan polikristalin, dievaluasi secara eksperimental pada kondisi tropis. Sistem penyimpanan energi menggunakan bank 72 V yang menggabungkan baterai lithium‑ion dan timbal‑asam. Pengukuran dilakukan setiap jam, kemudian analisis eksergi berdasarkan Hukum Kedua Termodinamika diterapkan untuk mengkuantifikasi kerugian irreversibel. Hasil menunjukkan efisiensi energi sistem berkisar antara 3,33 % hingga 8,67 %, dengan efisiensi puncak terjadi pada sore hari yang berhubungan dengan suhu panel yang lebih rendah dan daya langsung yang lebih besar. Analisis eksergi kuantitatif mengidentifikasi kerusakan eksergi maksimum sebesar 8486,88 W pada puncak radiasi, serta penurunan efisiensi eksergi yang signifikan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem PV 1600 Wp untuk penerangan mencapai efisiensi energi puncak 8,67 % namun terbatas oleh faktor termodinamika, dimana analisis eksergi mengidentifikasi kerusakan eksergi maksimum sebesar 8486,88 W pada tengah hari yang menandakan irreversibilitas termal sebagai penyebab utama penurunan kualitas energi di iklim tropis.Selain itu, konfigurasi penyimpanan hibrida lithium‑ion dan timbal‑asam menimbulkan kesenjangan sinkronisasi kritis.batas cutoff BMS lithium pada 21,7 V menghalangi pemulihan sistem secara otomatis.Oleh karena itu, perbaikan di masa depan harus memprioritaskan pendinginan panel aktif serta protokol komunikasi SCC‑BMS yang ditingkatkan untuk memaksimalkan kualitas energi dan keandalan sistem.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki (1) efektivitas berbagai teknologi pendinginan aktif, seperti pendinginan cair, material perubahan fase, atau ventilasi paksa, dalam menurunkan suhu modul PV pada iklim tropis dan dampaknya terhadap efisiensi eksergi; (2) pengembangan algoritma kontrol terintegrasi yang menyinkronkan Battery Management System (BMS) baterai lithium‑ion dengan Solar Charge Controllers (SCC) menggunakan data real‑time tegangan dan status pengisian untuk mencegah pemadaman sistem serta meningkatkan kemampuan pemulihan otomatis; serta (3) eksplorasi konfigurasi penyimpanan energi hibrida yang menambahkan superkapasitor bersama baterai lithium‑ion dan timbal‑asam untuk menampung fluktuasi daya cepat, serta menilai pengaruhnya terhadap keandalan sistem dan perilaku termal. Ketiga arah studi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang mitigasi bottleneck termal, peningkatan koordinasi kontrol, dan optimasi kapasitas penyimpanan, sehingga meningkatkan kualitas energi dan keandalan sistem PV off‑grid di lingkungan tropis. Penelitian ini dapat dilakukan melalui percobaan lapangan yang melibatkan prototipe skala kecil, serta simulasi dinamis yang memodelkan interaksi termal‑elektrik secara komprehensif.

  1. Planning for the Development of a 40 kWp Off-Grid Centralized Solar Power Plant (SPP) on Insumbabi Island... journal.unj.ac.id/unj/index.php/jkem/article/view/55616Planning for the Development of a 40 kWp Off Grid Centralized Solar Power Plant SPP on Insumbabi Island journal unj ac unj index php jkem article view 55616
Read online
File size1.07 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test