PNLPNL

Jurnal PolimesinJurnal Polimesin

Pengolahan SS 304 dalam aplikasi pelat tipis merupakan tantangan signifikan akibat pembentukan burr yang timbul dari sifatnya yang sangat lentur dan deformasi plastik yang signifikan selama proses milling. Dalam kisaran ketebalan 1 hingga 2 mm, kekakuan struktural yang berkurang meningkatkan kecenderungan aliran plastik lateral dan deformasi tepi, sehingga mengganggu kualitas permukaan dan kebutuhan operasi deburring sekunder. Meskipun pembentukan burr pada baja tahan karat telah banyak diteliti, studi yang secara khusus membahas pengaruh parameter milling konvensional terhadap morfologi burr pada pelat SS 304 tipis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek kecepatan spindle (400 rpm dan 800 rpm) dan kedalaman potong (0,25 mm dan 0,5 mm) terhadap morfologi burr pada pelat SS 304 dengan ketebalan 1 mm, 1,5 mm, dan 2 mm. Pengamatan makroskopis dilakukan menggunakan mikroskop optik yang dilengkapi dengan lensa makro 5x untuk mengevaluasi tinggi burr dan karakteristik deformasi. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kedalaman potong secara konsisten menyebabkan pembentukan burr yang lebih tinggi akibat deformasi plastik yang lebih intensif di zona keluaran alat. Kecepatan spindle berkontribusi melalui efek termomekanik yang mempengaruhi stabilitas deformasi, terutama pada pelat dengan kekakuan yang berbeda. Pelat 1 mm menunjukkan nilai burr tertinggi, mencapai 284 µm, sedangkan pelat 2 mm menunjukkan perilaku deformasi yang lebih stabil dengan tinggi burr yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi kecepatan spindle 800 rpm dan kedalaman potong 0,25 mm memberikan kondisi burr yang lebih terkendali, memberikan panduan praktis untuk meminimalkan cacat burr dalam milling konvensional pada pelat SS 304 tipis.

Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara kedalaman potong, kecepatan spindle, dan ketebalan material berpengaruh signifikan terhadap pembentukan burr selama milling pelat SS 304 tipis.Peningkatan kedalaman potong secara konsisten menyebabkan peningkatan tinggi burr akibat intensifikasi deformasi plastik dan aliran material lateral di zona keluaran alat.Kecepatan spindle berkontribusi melalui efek termomekanik, yang di bawah kombinasi tertentu, dapat memperbesar atau meredam intensitas burr.Pelat dengan ketebalan 1 mm menunjukkan kecenderungan deformasi tertinggi karena kekakuan strukturalnya yang lebih rendah, sedangkan pelat 2 mm menunjukkan respons yang lebih stabil terhadap gaya pemotongan.Temuan ini mengonfirmasi bahwa ketebalan pelat berfungsi sebagai faktor kekakuan struktural yang mengatur stabilitas deformasi tepi pada material yang sangat lentur seperti SS 304.Penelitian ini memperluas penelitian sebelumnya yang terutama berfokus pada material bulk, dengan memberikan analisis yang lebih terfokus pada pelat tipis (1-2 mm) dalam kondisi milling konvensional.Secara praktis, kombinasi kecepatan spindle 800 rpm dan kedalaman potong 0,25 mm menghasilkan pembentukan burr yang lebih terkendali dibandingkan kondisi yang diuji lainnya.Hasil ini memberikan panduan praktis untuk pemilihan parameter pemotongan untuk meminimalkan cacat burr tanpa mengorbankan stabilitas proses, sekaligus memberikan pemahaman yang lebih sistematis tentang tren pembentukan burr dalam aplikasi pelat SS 304 tipis.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh parameter pemotongan pada morfologi burr pada pelat SS 304 dengan ketebalan yang lebih beragam, termasuk ketebalan di luar kisaran 1-2 mm. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi pengendalian burr yang lebih efektif, seperti penggunaan pelumas atau metode pendinginan yang berbeda, untuk mengurangi pembentukan burr tanpa mengorbankan kualitas permukaan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh kondisi termal pada pembentukan burr, terutama pada kisaran kecepatan spindle yang lebih tinggi, untuk memahami bagaimana kondisi termal mempengaruhi stabilitas deformasi dan pembentukan burr. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang optimasi parameter pemotongan dan strategi pengendalian burr dalam milling pelat SS 304, baik dari segi ilmiah maupun praktis.

  1. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/2053-1591/adf491Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 2053 1591 adf491
Read online
File size1.65 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test