PDGIPDGI
Journal of Indonesian Dental AssociationJournal of Indonesian Dental AssociationPendahuluan: CBCT-3D (Cone Beam Computed Tomography) adalah teknologi pencitraan radiografi canggih yang saat ini sedang dikembangkan dan dimanfaatkan dalam kedokteran gigi, dengan keunggulan menggambarkan struktur jaringan tiga dimensi (3D) secara akurat, distorsi minimal, dan dosis radiasi rendah. RSKGMP Universitas Airlangga merupakan rumah sakit gigi dan mulut pendidikan serta salah satu dari sedikit rumah sakit di kota Surabaya dan juga Provinsi Jawa Timur yang menyediakan layanan pemeriksaan CBCT-3D untuk berbagai kasus, sehingga menjadi pusat rujukan untuk pemeriksaan radiografi di wilayah tersebut. Banyak rujukan kasus klinis telah tercatat, namun belum ada yang meneliti distribusi kasus klinis yang dirujuk untuk pemeriksaan CBCT-3D. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kasus klinis yang dirujuk untuk pemeriksaan radiografi CBCT-3D di RSKGMP Universitas Airlangga berdasarkan asal rujukan, usia, dan jenis kelamin. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan sampel seluruh rekam medis kasus klinis, data rujukan pemeriksaan CBCT-3D di RSKGMP Universitas Airlangga dari Juli 2015 hingga Maret 2020, yang memenuhi kriteria sampel. Selanjutnya, data ditabulasi dan ditampilkan menggunakan diagram lingkaran dan diagram batang. Hasil: Sebagian besar rujukan untuk radiografi CBCT-3D berasal dari rujukan internal RSKGMP Universitas Airlangga (78%). Pasien lansia (46 tahun ke atas) memiliki rujukan terbanyak (59%) dari semua kelompok usia dengan indikasi terbanyak untuk kasus implan (78,9%). Pasien perempuan sedikit lebih mendominasi total rujukan (57,5%) dibandingkan pasien laki-laki (42,5%). Kesimpulan: Sebagian besar kasus klinis rujukan pemeriksaan radiografi CBCT-3D adalah implan dan berasal dari internal RSKGMP Universitas Airlangga, dengan kategori usia rujukan terbanyak adalah lansia dan didominasi oleh pasien perempuan.
Banyak kasus klinis yang dirujuk untuk pemeriksaan radiografi CBCT-3D di RSKGMP Universitas Airlangga adalah kasus implan, dengan sebagian besar rujukan berasal dari internal RSKGMP Universitas Airlangga.Pasien yang dirujuk untuk pemeriksaan radiografi CBCT-3D didominasi oleh kelompok usia lansia, dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak.
Penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai distribusi kasus rujukan CBCT-3D di RSKGMP Universitas Airlangga, namun masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna meningkatkan layanan dan pemahaman klinis. Untuk melengkapi temuan deskriptif ini, penelitian lanjutan dapat berfokus pada analisis mendalam mengenai faktor-faktor pendorong di balik pola rujukan yang dominan. Misalnya, studi dapat menginvestigasi alasan di balik tingginya rujukan internal, serta mengidentifikasi faktor klinis dan non-klinis—seperti kesadaran estetika pada pasien wanita atau kebutuhan perawatan kompleks pada lansia—yang berkontribusi pada dominasi kasus implan dan karakteristik demografi pasien yang dirujuk. Pemahaman ini akan sangat berharga untuk pengembangan strategi pelayanan yang lebih terfokus. Selain itu, mengingat diskusi tentang keunggulan CBCT-3D dalam penempatan implan dan penggunaan teknologi canggih seperti panduan bedah dan SmartFusion, studi lanjutan dapat mengevaluasi secara kuantitatif efektivitas dan dampak klinis dari implementasi teknologi ini terhadap akurasi diagnosis, keberhasilan perawatan, serta pengalaman pasien di RSKGMP. Ini akan mengukur sejauh mana inovasi ini benar-benar meningkatkan luaran klinis. Terakhir, dengan adanya isu artefak gerak pada pasien lansia dan cemas serta kekhawatiran mengenai dosis radiasi pada anak, penelitian dapat mengembangkan dan menguji protokol pemeriksaan CBCT-3D yang dioptimalkan secara spesifik untuk kelompok pasien ini. Tujuannya adalah untuk meminimalkan artefak, mengurangi paparan radiasi, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas gambar diagnostik tanpa mengorbankan keamanan pasien, sehingga hasil pemeriksaan menjadi lebih andal dan bermanfaat bagi semua.
| File size | 520.71 KB |
| Pages | 6 |
| Short Link | https://juris.id/p-2S3 |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan Cross-sectional pada 31 ibu hamil trimester III. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan Cross-sectional pada 31 ibu hamil trimester III. Hasil penelitian menunjukkan
WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER Simpulan dari penelitian ini adalah teknik self talk dan guided imagery yang digunakan bersamaan dapat menurunkan gejala stres pasca trauma yang lebihSimpulan dari penelitian ini adalah teknik self talk dan guided imagery yang digunakan bersamaan dapat menurunkan gejala stres pasca trauma yang lebih
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Penelitian ini bertujuan mensintesis literatur internasional (2021–2025) tentang pengalaman perawat dalam membangun sopan santun di tempat kerja danPenelitian ini bertujuan mensintesis literatur internasional (2021–2025) tentang pengalaman perawat dalam membangun sopan santun di tempat kerja dan
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pada pasien paliatif dalam menghadapi akhir hayatTujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pada pasien paliatif dalam menghadapi akhir hayat
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi, yaitu studi intervensi atau implementasi yang mengevaluasi perawatan PIVC, bundel pencegahan flebitis, atauSebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi, yaitu studi intervensi atau implementasi yang mengevaluasi perawatan PIVC, bundel pencegahan flebitis, atau
LINKPUBLINKPUB Tujuan: menurunkan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa melalui terapi relaksasi benson. Metode: Studi kasus iniTujuan: menurunkan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa melalui terapi relaksasi benson. Metode: Studi kasus ini
WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis cakupan K4 ibu hamil di UPT Puskesmas Pasar Sabtu. Metode: Metode yang digunakan adalah analisisTujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis cakupan K4 ibu hamil di UPT Puskesmas Pasar Sabtu. Metode: Metode yang digunakan adalah analisis
WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER Pengaruh Kurang Energi Kronik KEK dan Anemia Saat Kehamilan Terhadap Berat Badan Bayi Baru Lahir di Puskesmas Sapala. Pendahuluan: Pada masa kehamilan,Pengaruh Kurang Energi Kronik KEK dan Anemia Saat Kehamilan Terhadap Berat Badan Bayi Baru Lahir di Puskesmas Sapala. Pendahuluan: Pada masa kehamilan,
Useful /
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Limbah tersebut berpotensi mencemari lingkungan, padahal dapat diolah menjadi produk bernilai guna. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas danLimbah tersebut berpotensi mencemari lingkungan, padahal dapat diolah menjadi produk bernilai guna. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan
LINKPUBLINKPUB Tujuan: Mendekripsikan penerapan art therapy menggambar dan mewarnai dalam asuhan keperawatan pada Pasien dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasiTujuan: Mendekripsikan penerapan art therapy menggambar dan mewarnai dalam asuhan keperawatan pada Pasien dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi
LINKPUBLINKPUB Diperlukan kerja sama antara siswa, guru, tenaga kesehatan, serta stakeholder terkait untuk menciptakan langkah deteksi dini, pencegahan, serta penatalaksanaanDiperlukan kerja sama antara siswa, guru, tenaga kesehatan, serta stakeholder terkait untuk menciptakan langkah deteksi dini, pencegahan, serta penatalaksanaan
WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER Hasil: Hasil penelitian responden memiliki perilaku cuci tangan dengan kategori baik yaitu sebanyak 19 responden atau sebesar 70,4% dan kurang dari setengahHasil: Hasil penelitian responden memiliki perilaku cuci tangan dengan kategori baik yaitu sebanyak 19 responden atau sebesar 70,4% dan kurang dari setengah