MMTCMMTC

Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan KomunikasiJurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi

Instansi pemerintah memerlukan kanal media sosial sebagai alat komunikasi publik untuk menyebarkan kebijakan, program, dan informasi publik, seiring dengan peningkatan jumlah pengguna internet dan media sosial dalam kegiatan masyarakat. Pemerintah harus memanfaatkan platform media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya mengingat tingkat kepercayaan publik yang masih relatif rendah terhadap komunikasi dan informasi pemerintah. Penelitian ini bertujuan menganalisis substansi konten Instagram, meliputi jenis dan sifat konten yang sesuai dengan kebutuhan audiens serta pesan yang harus disampaikan, serta mengkaji struktur konten terkait prioritas, pengaturan, format, dan tampilan dalam media. Objek analisis mencakup akun Instagram 100 kementerian dan lembaga, menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk memberikan gambaran komprehensif tentang aktivitas digital pemerintah serta menilai efektivitas substansi dan struktur konten yang diterapkan. Hasil menunjukkan masing‑masing instansi memiliki kebutuhan berbeda dengan strategi penggunaan Instagram yang beragam; kementerian lebih optimal dalam pemanfaatan dibanding lembaga, meski lembaga memproduksi lebih banyak konten namun belum optimal. Rata‑rata kementerian masih menonjolkan tokoh personal, sementara lembaga lebih menekankan informasi publik, walaupun keduanya masih dominan menonjolkan unsur kepemimpinan. Penelitian menyarankan agar pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika, dapat menyusun standar pengelolaan media sosial yang mencakup struktur dan substansi konten untuk menyampaikan informasi secara lebih optimal dan berinteraksi dengan audiens.

Penelitian ini menemukan bahwa setiap kementerian dan lembaga memiliki kebutuhan dan strategi yang berbeda dalam penggunaan Instagram, dengan kementerian cenderung lebih optimal dalam mengelola akun dibandingkan lembaga.Meskipun lembaga menghasilkan lebih banyak konten, jenis konten yang diprioritaskan masih dominan pada personal dan promosi, sehingga efektivitas penyampaian informasi publik belum maksimal.Hasil analisis menunjukkan pentingnya standar pengelolaan media sosial yang mencakup struktur dan substansi konten untuk meningkatkan jangkauan dan interaksi dengan audiens.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana format konten seperti infografis dan video memengaruhi tingkat keterlibatan pengguna pada akun Instagram berbagai kementerian, dengan menggunakan pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif untuk memperoleh wawasan mendalam (misalnya melalui analisis data engagement dan wawancara pengguna). Selain itu, penting untuk menyelidiki persepsi masyarakat terhadap kredibilitas dan kepercayaan terhadap konten Instagram pemerintah, dengan merancang survei atau studi fokus grup yang menilai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan publik. Akhirnya, penelitian dapat mengembangkan dan menguji kerangka standar manajemen konten media sosial pemerintah yang mencakup pedoman penentuan jenis, sifat, dan format konten, serta mengukur dampaknya terhadap efektivitas penyampaian informasi dan partisipasi publik di berbagai lembaga.

Read online
File size424.86 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test