MMTCMMTC

Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan KomunikasiJurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi

Lembaga pemerintah membutuhkan kanal media sosial sebagai alat komunikasi publik untuk menyebarkan kebijakan, program, dan informasi publik. Pemerintah perlu menggunakan kanal media sosial untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas di tengah tingkat kepercayaan publik terhadap komunikasi dan kanal informasi pemerintah yang masih rendah. Tujuan penelitian untuk menganalisis isi substansi konten, yaitu jenis dan sifat konten terkait hal seperti apa yang dibutuhkan dan pesan apa yang perlu dikomunikasikan kepada khalayak serta struktur konten terkait bagaimana konten diprioritaskan, diatur, diformat, dan ditampilkan dalam media. Adapun objek yang dianalisis adalah media sosial instagram di 100 Kementerian dan Lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang berfokus pada analisis penggunaan media sosial Instagram oleh kementerian dan lembaga pemerintah di Indonesia. Metode ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif terkait aktivitas digital pemerintah serta menganalisis efektivitas substansi dan struktur konten yang diterapkan. Instagram dipilih sebagai fokus utama karena merupakan platform media sosial yang paling banyak digunakan oleh kementerian/lembaga. Hasil penelitian menyebutkan bahwa setiap instansi memiliki ragam kebutuhan dengan strategi yang juga berbeda dalam menggunakan media sosial instagram. Kementerian sudah lebih mengoptimalkan media sosial instagram daripada Lembaga. Menariknya, Lembaga lebih banyak memproduksi konten daripada Kementerian, namun masih belum optimal. Sementara, rerata instansi kementerian masih mengedepankan ketokohan personal dan instansi Lembaga mengedepankan informasi publik, walau juga masih dominan mengedepankan unsur pimpinan. Dari hasil penelitian ini menyarankan agar pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat membuat standar dalam pengelolaan media sosial, khususnya dalam produksi struktur dan substansi konten sehingga lebih optimal menyampaikan informasinya dan berinteraksi dengan audiens.

Setiap instansi memiliki ragam kebutuhan dengan strategi yang juga berbeda dalam menggunakan media sosial instagram.Karakteristik instansi akan berbeda dalam berinteraksi di media sosial.Ini terlihat dari hasil analisa bahwa terdapat 1.Perpaduan antara substansi konten berupa jenis dan sifatnya, serta struktur dalam bentuk format konten, dapat menjadi ragam pilihan alternatif yang disesuaikan dengan audiens masing-masing.Kementerian sudah lebih baik dalam mengoptimalkan media sosial instagram daripada Lembaga untuk lebih dekat kepada audiensnya.Terlihat dari 54,4,1% akun instagram di tingkat K/L, memiliki lebih dari 500.000 dan 23% memiliki followers di atas 1.Sementara untuk di Lembaga masih belum mengoptimalkan penggunaannya yang terlihat dari masih 81,5% akun yang angka followers nya di bawah 500.Kementerian menyadari lebih pentingnya penggunaan media sosial instagram daripada lembaga.Ini dapat dilihat dari data yang menunjukkan bahwa dari 34 kementerian yang dianalisis, terdapat 824 akun instagram.Sementara dari 66 lembaga yang dianalisis, tercatat 232 akun instagram.Lembaga lebih banyak memproduksi konten daripada Kementerian.024 akun instagram dari 100 K/L yang diamati.037 dari 824 instansi dan lembaga sebanyak 14.Rerata instansi kementerian masih mengedepankan ketokohan personal informasi publik, program, alih-alih kebijakan, dan interaksi dengan publiknya.Konten promosi aktivitas kegiatan masih dominan menjadi isi instagram pemerintah daripada konten yang informatif, edukatif, bahkan kolaboratif.Format foto/teks lebih banyak digunakan daripada infografis dan video.Rerata atau dalam instansi Lembaga juga mengedepankan informasi publik, namun juga masih dominan unsur pimpinan isi instagramnya.Untuk program juga kerap diangkat, beberapa lembaga memasukkan konten yang berorientasi pada interaksi audiens.Instagram Lembaga juga lebih dominan dalam menyampaikan aktivitas kegiatan alih-alih konten yang edukatif dan informatif.Hampir semisal dengan Kementerian bahwa konten berformat foto/teks banyak digunakan daripada video dan infografis.K/L dengan pengikut instagram terbanyak adalah Kemenko bidang Perekonomian.Kemendikbud Ristek, Kementerian Kesehatan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, BPJS Ketenagakerjaan, dan BMKG.a) Kemenko bidang Perekonomian dengan konten promosi dan konten informasi publik dalam bentuk foto/teks serta video.b) Kementerian Pertahanan mengedepankan tokoh atau personal dalam bentuk foto/teks.c) Kemendikbud Ristek dengan konten informasi publik yang edukatif dan disajikan dalam bentuk infografis.d) Kementerian Kesehatan dengan format konten berbentuk video.e) Kementerian Badan Usaha Milik Negara dengan konten informatif.dengan BPJS Ketenagakerjaan konten program yang informatif dan edukatif, disajikan dalam bentuk infografis, dan BMKG dengan konten publiknya yang mengedukasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan media sosial oleh pemerintah. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang strategi komunikasi yang efektif dalam menggunakan media sosial, khususnya Instagram, untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Kedua, penelitian tentang bagaimana pemerintah dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap komunikasi dan kanal informasi pemerintah. Ketiga, penelitian tentang bagaimana pemerintah dapat menciptakan konten yang lebih interaktif dan menarik untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, pemerintah dapat mengembangkan strategi komunikasi yang lebih efektif dan terintegrasi dalam menggunakan media sosial untuk mencapai tujuan-tujuan publiknya.

Read online
File size326.15 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test