PRINPRIN
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATANJURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATANPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kadar gula darah yang tidak terkontrol pada kelompok lanjut usia, khususnya di Desa Kalitengah, Kabupaten Blitar. Lansia merupakan kelompok rentan terhadap gangguan kesehatan akibat penurunan fungsi fisiologis yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas senam lansia dengan kadar tekanan darah dan gula darah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian ini sebanyak 30 individu lanjut usia yang aktif mengikuti kegiatan senam secara rutin di POSYANDU Desa Kalitengah. Pengukuran dilakukan terhadap tekanan darah sistolik, diastolik, dan kadar gula darah sebelum dan sesudah intervensi senam. Berdasarkan temuan yang ada didukung oleh kajian literatur sebelumnya, diketahui bahwa aktivitas fisik seperti senam lansia secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah serta membantu mengontrol kadar gula darah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa olahraga teratur mampu memperbaiki parameter tekanan darah maupun glukosa darah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui intervensi berbasis komunitas yang mudah, murah, dan efektif, yakni senam lansia.
Senam lansia memberikan pengaruh signifikan dalam menurunkan dan menstabilkan tekanan darah serta kadar gula darah pada lansia di Desa Kalitengah.Analisis menunjukkan perbedaan yang bermakna antara pengukuran sebelum dan sesudah intervensi, menegaskan efektivitas senam sebagai aktivitas fisik untuk mengontrol kedua indikator kesehatan.Temuan juga mengonfirmasi hubungan kuat antara partisipasi rutin dalam senam dengan peningkatan kondisi kesehatan lansia secara keseluruhan.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi apakah kombinasi program edukasi gizi sehat dengan senam lansia menghasilkan penurunan tekanan darah dan kadar gula darah yang lebih signifikan dibandingkan senam saja, sehingga dapat dijadikan model intervensi terpadu untuk populasi lansia. Selain itu, diperlukan studi longitudinal dengan periode pemantauan minimal satu tahun untuk menilai tingkat kepatuhan peserta terhadap program senam lansia serta dampaknya terhadap kejadian hipertensi, diabetes, dan komplikasi kardiovaskular lainnya, sehingga dapat memberikan bukti kuat tentang keberlanjutan manfaat kesehatan jangka panjang. Selanjutnya, pendekatan kualitatif dapat diterapkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghalang dan pendukung partisipasi berkelanjutan dalam senam lansia di daerah pedesaan, melibatkan wawancara mendalam dan focus group discussion dengan lansia, keluarga, serta tenaga kesehatan, guna merumuskan strategi penyuluhan dan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan komunitas.
| File size | 461.59 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Pengendalian dengan non- farmakologi salah satunya dengan mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung kalium contohnya semangka, tomat dan pepaya. PenelitianPengendalian dengan non- farmakologi salah satunya dengan mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung kalium contohnya semangka, tomat dan pepaya. Penelitian
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Metode: penelitian ini dilakukan dengan design cross-sectional yang melibatkan 30 pasien CAD, 30 pasien SCF dan 30 pasien subjek sehat dari Desember 2017-FebruariMetode: penelitian ini dilakukan dengan design cross-sectional yang melibatkan 30 pasien CAD, 30 pasien SCF dan 30 pasien subjek sehat dari Desember 2017-Februari
UMNYARSIUMNYARSI Rasionalitas penggunaan obat antihipertensi menunjukkan 100% tepat pasien, tepat indikasi 100%, tepat obat 93,3% dan tepat dosis 99%. Pasien yang menerimaRasionalitas penggunaan obat antihipertensi menunjukkan 100% tepat pasien, tepat indikasi 100%, tepat obat 93,3% dan tepat dosis 99%. Pasien yang menerima
PELNIPELNI Dalam upaya pencegahan kejadian hipertensi, maka harus ada pendeteksi dini hipertensi. CPT di mana respons tekanan darah terhadap stimulus dingin eksternalDalam upaya pencegahan kejadian hipertensi, maka harus ada pendeteksi dini hipertensi. CPT di mana respons tekanan darah terhadap stimulus dingin eksternal
MEDISTRAMEDISTRA Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas terapi bekam dalam menurunkan tekanan darah melalui penerapan bekam basah pada pasien hipertensi. HasilPenelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas terapi bekam dalam menurunkan tekanan darah melalui penerapan bekam basah pada pasien hipertensi. Hasil
UNIVMEDUNIVMED Meskipun faktor risiko penyakit ini sudah diketahui, kekuatan dari faktor-faktor tersebut bervariasi di berbagai populasi. Tujuan penelitian ini adalahMeskipun faktor risiko penyakit ini sudah diketahui, kekuatan dari faktor-faktor tersebut bervariasi di berbagai populasi. Tujuan penelitian ini adalah
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Penatalaksanaan hipertensi melalui latihan fisik masih jarang dilakukan oleh lansia yang menderita hipertensi. Salah satu penanganan hipertensi adalahPenatalaksanaan hipertensi melalui latihan fisik masih jarang dilakukan oleh lansia yang menderita hipertensi. Salah satu penanganan hipertensi adalah
KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas latihan menggenggam alat handgrip dalam perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi. Hasil penelitianPenelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas latihan menggenggam alat handgrip dalam perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi. Hasil penelitian
Useful /
MKRIMKRI Oleh karena itu, prinsip-prinsip konstitusionalisme moneter dapat berfungsi sebagai panduan bagi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), danOleh karena itu, prinsip-prinsip konstitusionalisme moneter dapat berfungsi sebagai panduan bagi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan
UnmulUnmul Analisa data menggunakan uji alternative Wilcoxon dengan α 0,05. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik random sampling.Analisa data menggunakan uji alternative Wilcoxon dengan α 0,05. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik random sampling.
UNIVMEDUNIVMED Sebanyak 25% wanita pada kelompok intervensi dan 35,71% pada kelompok kontrol mengalami tahap I panjang, sedangkan 21,43% wanita pada kelompok intervensiSebanyak 25% wanita pada kelompok intervensi dan 35,71% pada kelompok kontrol mengalami tahap I panjang, sedangkan 21,43% wanita pada kelompok intervensi
UNIVMEDUNIVMED Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan post-test-only control group yang melibatkan 20 ekor tikus Wistar yang dibagi secara acak ke dalam empat kelompok:Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan post-test-only control group yang melibatkan 20 ekor tikus Wistar yang dibagi secara acak ke dalam empat kelompok: