UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Pendahuluan: Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah tinggi berapa pada ≥140/90 mmHg. Hipertensi mempunnyai penatalaksanaan berupa terapi herbal. Terapi herbal yang dapat diterapkan yaitu dengan mengkonsumsi air rebusan daun salam (S. polyanthum) dan air rebusan kayu manis (C. burmannii). Kandungan yang terdapat dalam daun salam (S. polyanthum) dan kayu manis (C. burmannii) memiliki manfaat bagi penderita hipertensi yaitu dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Tujuan: Mengetahui gambaran sebelum dan sesudah penerapan air rebusan daun salam (S. polyanthum) dan kayu manis (C. burmanii) pada pasen hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada bulan Juli 2023 dengan dua responden dengan hipertensi grade 2 di wilayah Puskesmas Baqa dengan menggunakan SOP air rebusan daun salam (S. polyanthum) dan kayu manis (C. burmannii). Hasil: Tekanan darah R1= 173/102 mmHg sebelum diberikan terapi air rebusan daun salam (S. polyanthum) dan tekanan darah R2=178/107 mmHg sebelum diberikan air rebusan kayu manis (C. burmannii). Tekanan darah R1=153/109 mmHg setelah diberikan terapi air rebusan daun salam (S. polyanthum) dan tekanan darah R2=168/118 mmHg setelah diberikan air rebusan kayu manis (C. burmannii) masing-masing satu kali dalam sehari selama lima hari pemberian. Kesimpulan: Terdapat penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi setelah diberikan ramuan air rebusan daun salam (S. polyanthum) dan kayu manis (C. burmannii).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa air rebusan yang diinfus daun salam (S.burmannii) dapat memengaruhi variasi tekanan darah pada penderita hipertensi.Penggunaan ramuan tersebut dapat menurunkan tekanan sistolik dan diastolik secara signifikan.Dengan demikian, terapi air rebusan herbal dapat dijadikan alternatif non‑farmakologis bagi pasien hipertensi.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki (1) apakah efek penurunan tekanan darah yang diamati pada air rebusan daun salam (S. polyanthum) dan kayu manis (C. burmannii) tetap konsisten pada populasi yang lebih besar dengan variasi usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahan hipertensi; (2) bagaimana perbandingan efektivitas dan keamanan terapi herbal ini dengan terapi antihipertensi konvensional dalam uji klinis terkontrol acak; serta (3) apa mekanisme molekuler spesifik dari flavonoid dan senyawa aktif lain dalam daun salam serta kayu manis yang berkontribusi pada penurunan tekanan darah, termasuk pengaruhnya terhadap sistem renin‑angiotensin dan aktivitas anti‑oksidan. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk penggunaan terapi herbal sebagai alternatif atau pelengkap dalam manajemen hipertensi.

Read online
File size246.44 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test