KEMENDAGRIKEMENDAGRI
Jurnal Bina PrajaJurnal Bina PrajaZona Ekonomi Khusus (SEZ) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Indonesia, berperan penting dalam pengembangan ekonomi regional dengan memanfaatkan lokasi strategis serta sumber daya alam daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model tata kelola kolaboratif yang diterapkan dalam pengelolaan SEZ Galang Batang, dengan menekankan tantangan dan faktor-faktor yang memengaruhi kolaborasi antara pemangku kepentingan, termasuk badan pemerintahan dan entitas bisnis. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif; data sekunder dan primer dikumpulkan untuk menganalisis kondisi yang ada di dalam SEZ. Analisis data melibatkan pencocokan pola, pengembangan penjelasan, dan penyusunan model logis untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai proses tata kelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya koordinasi antar pemangku kepentingan, masih terdapat tantangan dalam integrasi layanan dan memastikan kolaborasi yang efektif akibat fungsi yang tumpang tindih dalam Kantor Satu Pintu Investasi dan Layanan Terpadu. Kendati demikian, studi ini menyoroti pentingnya kepemimpinan kooperatif dan peran pemerintah daerah dalam mendukung operasional SEZ. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa penanganan fragmentasi institusional serta peningkatan pengembangan sumber daya manusia merupakan faktor kritis untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan model tata kelola. Kesimpulannya, meskipun struktur tata kelola kolaboratif saat ini di SEZ Galang Batang menghadapi kendala operasional, perbaikan dalam penyampaian layanan dan koordinasi antar institusi diperlukan untuk mewujudkan potensi penuh inisiatif ekonomi ini.
Tata kelola kolaboratif di SEZ Galang Batang, Kabupaten Bintan, telah berfungsi secara parsial terutama dalam interaksi institusi, namun struktur masih terfragmentasi akibat keterbatasan kewenangan administrator eks officio pada proses perizinan.Penelitian ini merekomendasikan pembentukan unit layanan terpadu yang independen di bawah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, penguatan pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan peran pemangku kepentingan pemerintah pusat untuk mendukung otonomi daerah dan kolaborasi strategis.Sebagai respons, model tata kelola kontekstual diusulkan dengan tiga dimensi utama.koordinasi pemangku kepentingan lintas tingkatan, integrasi mekanisme perizinan dan pengawasan dalam satu badan institusional, serta keterlibatan berkelanjutan melalui forum formal atau gugus tugas.
Saran penelitian lanjutan meliputi: (1) bagaimana efektivitas implementasi kebijakan tata kelola kolaboratif pada SEZ‑SEZ lain di Indonesia dapat diukur secara komparatif, dengan mengembangkan indikator kinerja multidimensional yang mencakup aspek institusional, ekonomi, dan sosial? (2) sejauh mana partisipasi dan kontribusi sektor swasta dalam proses kolaborasi memengaruhi hasil investasi dan penciptaan lapangan kerja, serta apa mekanisme insentif yang paling efektif untuk meningkatkan keterlibatan mereka? (3) bagaimana desain institusional unit layanan terpadu yang mandiri dapat dioptimalkan untuk menyederhanakan prosedur perizinan, memperkuat pengembangan sumber daya manusia, dan meningkatkan koordinasi antar lembaga, serta apa dampaknya terhadap persepsi kepuasan pemangku kepentingan? Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberi dasar empiris bagi reformasi kebijakan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan dalam konteks SEZ di Indonesia. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perubahan tata kelola selama periode implementasi dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan dan kegagalan, membantu pembuat kebijakan merumuskan strategi adaptif.
- Galang Batang SEZ: Advancing the Blue Economy through Strategic Development | Journal of Maritime Policy... doi.org/10.31629/JMPS.V1I2.6940Galang Batang SEZ Advancing the Blue Economy through Strategic Development Journal of Maritime Policy doi 10 31629 JMPS V1I2 6940
- Using special economic zones to facilitate development: Policy implications | United Nations iLibrary.... doi.org/10.18356/72E19B3C-ENUsing special economic zones to facilitate development Policy implications United Nations iLibrary doi 10 18356 72E19B3C EN
- Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Provinsi Nusa Tenggara Barat | Ramdani... journal.ummat.ac.id/index.php/JPE/article/view/1639Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Provinsi Nusa Tenggara Barat Ramdani journal ummat ac index php JPE article view 1639
- Collaborative Governance in the Galang Batang Special Economic Zone in Bintan Regency | Jurnal Bina Praja.... jurnal.kemendagri.go.id/index.php/jbp/article/view/2474Collaborative Governance in the Galang Batang Special Economic Zone in Bintan Regency Jurnal Bina Praja jurnal kemendagri go index php jbp article view 2474
| File size | 1 MB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
BALELITERASIBALELITERASI Penelitian ini menyelidiki bagaimana machine learning (ML) mengubah pendidikan tinggi di Cina melalui dimensi pedagogis, institusional, dan etika. DataPenelitian ini menyelidiki bagaimana machine learning (ML) mengubah pendidikan tinggi di Cina melalui dimensi pedagogis, institusional, dan etika. Data
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir memerlukan tata kelola kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektorPembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir memerlukan tata kelola kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor
STIALANBANDUNGSTIALANBANDUNG Artikel ini membahas inovasi pelayanan reses melalui aplikasi eROTA (e-Reses Oleh Kita) di DPRD Kota Makassar, yang dirancang untuk meningkatkan aksesArtikel ini membahas inovasi pelayanan reses melalui aplikasi eROTA (e-Reses Oleh Kita) di DPRD Kota Makassar, yang dirancang untuk meningkatkan akses
URINDOURINDO 4) Distribusi pupuk bersubsidi gagal menjamin keberlanjutan sistem produksi pertanian jika tidak disertai reformasi tata kelola berbasis data, partisipasi,4) Distribusi pupuk bersubsidi gagal menjamin keberlanjutan sistem produksi pertanian jika tidak disertai reformasi tata kelola berbasis data, partisipasi,
KOMPETIFKOMPETIF Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik distribusi kuesioner kepada pejabat pemerintah daerah yang relevan. Metode analisis dataPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik distribusi kuesioner kepada pejabat pemerintah daerah yang relevan. Metode analisis data
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi topik dan pola kolaborasi penulis dalam literatur tata kelola perusahaan (corporate governance) menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi topik dan pola kolaborasi penulis dalam literatur tata kelola perusahaan (corporate governance) menggunakan
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Namun, tantangan masih ada terkait kapasitas administratif, masalah koordinasi antarpemerintah, dan batasan politik terhadap otonomi masyarakat sipil,Namun, tantangan masih ada terkait kapasitas administratif, masalah koordinasi antarpemerintah, dan batasan politik terhadap otonomi masyarakat sipil,
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola teknologi informasi di Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) Kota Sabang menggunakan frameworkPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola teknologi informasi di Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) Kota Sabang menggunakan framework
Useful /
STIE TDNSTIE TDN Seluruh tahapan pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban, menjadi lebih teratur, transparan, dan akuntabel dibandingkan polaSeluruh tahapan pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban, menjadi lebih teratur, transparan, dan akuntabel dibandingkan pola
UnmulUnmul Tujuan: Menjelaskan hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan gambaran histopatologi karsinoma payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.Tujuan: Menjelaskan hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan gambaran histopatologi karsinoma payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
PELITA BANGSAPELITA BANGSA Subjek dari penelitian berjumlah 48 orang karyawan pada CV Mega Motor Cicurug. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh. Alat analisisSubjek dari penelitian berjumlah 48 orang karyawan pada CV Mega Motor Cicurug. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh. Alat analisis
PELITA BANGSAPELITA BANGSA Keterlibatan karyawan memediasi hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja, kepuasan kerja, dan kinerja. Perusahaan perlu fokus pada kepuasan kerja danKeterlibatan karyawan memediasi hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja, kepuasan kerja, dan kinerja. Perusahaan perlu fokus pada kepuasan kerja dan