TAUTAU

Jurnal SISKOM-KB (Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan)Jurnal SISKOM-KB (Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan)

Untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas pendidikan, Universitas Tanri Abeng menjadikan kinerja dosen sebagai salah satu indikator penting. Universitas memiliki kewajiban memastikan proses akademik berjalan baik. Oleh karena itu, semua pemangku kepentingan perlu dievaluasi dan dikembangkan secara periodik. Evaluasi dosen merupakan salah satu aspek tersebut. Saat ini evaluasi dilakukan secara manual dengan menggunakan kertas dan diproses secara pasca manual. Penelitian ini mengusulkan sistem berbasis inferensi fuzzy untuk menggantikan evaluasi berbasis kertas serta proses pasca manual. Sistem yang diusulkan memungkinkan mahasiswa melakukan evaluasi dosen secara terkomputerisasi. Selain itu, proses inferensi sistem fuzzy membantu manajemen memperoleh kesimpulan evaluasi yang lebih konsisten dibandingkan proses manual yang berpotensi menimbulkan subjektivitas.

Penelitian menunjukkan bahwa logika fuzzy dengan metode Mamdani dapat diterapkan secara efektif untuk menentukan kelayakan/kualitas dosen di Universitas Tanri Abeng, menghasilkan empat tingkatan kelayakan (Tidak Layak, Cukup Layak, Layak, dan Sangat Layak).Sistem berbasis inferensi fuzzy memberikan hasil evaluasi yang lebih konsisten, efisien, dan mengurangi subjektivitas dibandingkan proses manual.Oleh karena itu, penerapan sistem pendukung keputusan berbasis logika fuzzy terbukti meningkatkan efektivitas penilaian kinerja dosen.

Sebuah penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penambahan indikator kinerja dosen yang lebih komprehensif, seperti publikasi ilmiah, kegiatan pengabdian masyarakat, dan partisipasi dalam kegiatan administratif, ke dalam sistem inferensi fuzzy yang telah ada, guna menilai secara holistik kualitas pengajaran. Penelitian lain dapat membandingkan efektivitas metode Mamdani dengan pendekatan fuzzy lainnya, misalnya Sugeno atau Adaptive Neuro‑Fuzzy Inference System (ANFIS), dalam menghasilkan keputusan evaluasi yang lebih akurat dan responsif terhadap variasi data. Selain itu, studi lintas institusi dapat diterapkan dengan menguji sistem ini pada beberapa universitas berbeda, untuk menilai kemampuan adaptasi model terhadap perbedaan kebijakan, budaya akademik, dan struktur organisasi. Penelitian juga dapat menilai dampak penggunaan sistem fuzzy terhadap persepsi mahasiswa dan dosen mengenai keadilan dan transparansi proses evaluasi, melalui survei kuantitatif dan kualitatif. Terakhir, pengembangan antarmuka pengguna yang lebih intuitif dan integrasi dengan sistem informasi akademik dapat dievaluasi untuk meningkatkan adopsi dan efektivitas operasional sistem.

Read online
File size377.84 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test