UMTUMT

Human verificationHuman verification

Transformasi digital telah menjadi keharusan strategis bagi perusahaan konstruksi yang ingin meningkatkan efisiensi operasional, koordinasi proyek, dan daya saing organisasi. Namun, efektivitas transformasi digital tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, melainkan juga pada kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini mengkaji pengaruh transformasi digital terhadap kompetensi karyawan dan perilaku kerja, serta peran mediasi kompetensi karyawan. Penelitian dilakukan di PT. Amanat Nusantara, sebuah perusahaan kontraktor umum, dengan pendekatan survei kuantitatif. Dari populasi 326 karyawan, 180 responden dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM‑PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi karyawan maupun perilaku kerja. Selain itu, kompetensi karyawan secara signifikan memengaruhi perilaku kerja dan menjadi mediator hubungan antara transformasi digital dan perilaku kerja karyawan. Temuan ini menekankan peran penting pengembangan kompetensi karyawan dalam memastikan keberhasilan implementasi transformasi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen sumber daya manusia dan menawarkan wawasan praktis bagi perusahaan konstruksi dalam menyelaraskan inisiatif digital dengan strategi pengembangan sumber daya manusia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi karyawan serta perilaku kerja karyawan di PT.Kompetensi karyawan berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara transformasi digital dan perilaku kerja, sehingga peningkatan kompetensi menjadi mekanisme kunci dalam mencapai perubahan perilaku yang diinginkan.Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi karyawan dalam implementasi transformasi digital dan menyarankan penelitian selanjutnya untuk memasukkan variabel seperti budaya organisasi atau kepemimpinan digital serta memperluas studi ke sektor lain untuk meningkatkan generalisasi hasil.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana budaya organisasi memengaruhi efektivitas transformasi digital dalam meningkatkan kompetensi dan perilaku kerja karyawan pada perusahaan konstruksi, dengan menguji peran mediasi budaya sebagai faktor penengah. Selanjutnya, penting untuk meneliti apakah kepemimpinan digital dapat memperkuat hubungan antara transformasi digital dan adaptasi perilaku kerja karyawan, serta mengidentifikasi gaya kepemimpinan yang paling efektif dalam konteks proyek konstruksi. Selain itu, perbandingan dampak transformasi digital terhadap kompetensi dan perilaku kerja karyawan di sektor lain, seperti manufaktur dan layanan, dapat membantu menilai generalisasi temuan serta mengungkap faktor industri yang memoderasi efek tersebut. Metode penelitian yang dapat dipertimbangkan meliputi desain longitudinal untuk mengamati perubahan seiring waktu dan pendekatan campuran antara survei kuantitatif serta wawancara mendalam untuk memperkaya data. Penggunaan sampel yang melibatkan beberapa perusahaan dalam satu industri maupun lintas industri akan meningkatkan validitas eksternal dan memungkinkan analisis komparatif yang lebih kuat. Dengan demikian, tiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang faktor-faktor kunci yang mendukung keberhasilan transformasi digital dalam konteks sumber daya manusia.

Read online
File size449.48 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test