STAK PESATSTAK PESAT

Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKMTikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM

Gereja memiliki peran penting mendidik jemaat sejak usia dini. Sekolah Minggu merupakan salah satu wadah pendidikan bagi jemaat, sehingga sangat penting perhatikan kualitasnya. Kualitas layanan Sekolah Minggu tidak lepas dari kualitas Guru Sekolah Minggunya. Sinode Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) menyadari pentingnya peningkatan kualitas guru, maka diselenggarakan pelatihan dengan topik mengembangkan bahan ajar kontekstual. Pelatihan bekerjasama dengan Dosen Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Terpadu Pesat Salatiga dalam bentuk PKM. Pelaksanaan PKM menggunakan beberapa metode antara lain: brainstorming, ceramah, demonstrasi, tanya jawab, kelompok kerja, pendampingan, presentasi, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta menyusun bahan ajar. Diperlukan pendampingan pada peserta pelatihan sebagai langkah tindak lanjut di dalam mengimplementasikan penyusunan bahan ajar sesuai kebutuhan konteks gereja masing-masing.

Sekolah Minggu sebagai wadah pendidikan jemaat penting mendapatkan perhatian khusus sebagai upaya meningkatkan kualitas iman, spiritualitas dan karakter jemaat.Sinode Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) menyadari pentingnya meningkatkan kualitas layanan Sekolah Minggu.Melalui penyelenggaraan pelatihan komisi anak Sinode GKJTU mengharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun bahan ajar.Secara keseluruhan pelatihan menyusun bahan ajar kontekstual mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta.Sebagai langkah tindak lanjut hasil PKM maka perlu adanya pendampingan berkelanjutan bagi peserta pelatihan dalam menyusun bahan ajar Sekolah Minggu sesuai dengan kebutuhan konteks gereja masing-masing.

Untuk meningkatkan kualitas layanan Sekolah Minggu, penting untuk mengembangkan kurikulum kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan gereja masing-masing. Kurikulum ini harus disusun berdasarkan tujuan kurikulum yang linier dengan visi dan misi gereja. Selain itu, penting untuk memperhatikan pengalaman dan konteks kehidupan anak dalam penyusunan kurikulum dan bahan ajar. Implementasi kurikulum dan bahan ajar yang menarik, kreatif, dan berpusat pada anak akan efektif dalam meningkatkan kualitas iman, spiritualitas, dan karakter jemaat. Pemimpin gereja memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayan di Sekolah Minggu melalui penyusunan program terencana dan terstruktur berupa pemberdayaan guru-guru Sekolah Minggu. Kerjasama dengan pengiat pelayanan anak kristen, Sekolah Tinggi Teologi, Yayasan Kristiani, atau antar gereja juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru Sekolah Minggu.

  1. Pelatihan Guru Sekolah Minggu: Mengembangkan Sekolah Minggu Kreatif, Inovatif Era Digital di GKJTU Kembang... e-journal.stak-pesat.ac.id/index.php/Tikkun-Olam/article/view/203Pelatihan Guru Sekolah Minggu Mengembangkan Sekolah Minggu Kreatif Inovatif Era Digital di GKJTU Kembang e journal stak pesat ac index php Tikkun Olam article view 203
  2. Sekolah Minggu Masa Pandemi Covid 19: Kendala, Solusi, Proyeksi | Didache: Journal of Christian Education.... doi.org/10.46445/djce.v1i1.291Sekolah Minggu Masa Pandemi Covid 19 Kendala Solusi Proyeksi Didache Journal of Christian Education doi 10 46445 djce v1i1 291
Read online
File size3.95 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test