STAK PESATSTAK PESAT

Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKMTikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pendampingan remaja Kristen terhadap penggunaan gadget di era society 5.0, serta mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam penerapan strategi pembinaan tersebut. Melalui metode kualitatif dengan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian melibatkan remaja Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembina melakukan pembinaan terhadap remaja menggunakan metode khotbah, dan melakukan evaluasi setiap bulan meskipun remaja Kristen masih belum mampu memanfaatkan gadget dengan efektif, terutama terlihat dari kecenderungan remaja untuk bermain game saat ibadah dan kurangnya perhatian pada firman Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembinaan yang diterapkan masih belum optimal. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan strategi baru dalam membimbing remaja Kristen dalam penggunaan gadget di era Society 5.0.

Meskipun sudah ada upaya pembinaan melalui teladan, anjuran, dan evaluasi bulanan, remaja Kristen masih kurang terampil dalam memanfaatkan gadget secara bijak, terutama terlihat di masa ibadah.Ada kesenjangan antara strategi yang ada dan kebutuhan remaja, sehingga diperlukan strategi pembinaan yang lebih efektif, terfokus, dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi.Peningkatan pelatihan, metode pembelajaran interaktif, dan pemantauan yang lebih intensif dapat membantu remaja dalam mengoptimalkan penggunaan gadget sesuai prinsip agama.

Berikut ini tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan: pertama, lakukan studi longitudinal untuk mengukur dampak jangka panjang strategi pembinaan yang telah direvisi terhadap perilaku penggunaan gadget remaja Kristen, sehingga dapat ditentukan apakah perubahan perilaku bersifat permanen atau hanya sementara; kedua, selidiki secara komparatif efektivitas metode pembinaan berbasis media digital (misalnya aplikasi pembelajaran interaktif atau video pengajaran) dibandingkan dengan metode tradisional (khotbah dan diskusi tatap muka) untuk mengenalkan nilai-nilai spiritual dalam penggunaan gadget, dengan fokus pada peningkatan keterlibatan emosional dan kognitif remaja; ketiga, evaluasi potensi integrasi teknologi realitas virtual (VR) atau augmented reality (AR) dalam program pelatihan pembinaan, sehingga remaja dapat mengalami simulasi situasi penggunaan gadget yang mendukung nilai keagamaan, sekaligus menilai apakah pendekatan ini dapat meningkatkan kesadaran diri dan keterampilan digital yang sesuai dengan tujuan era Society 5.0.

Read online
File size525.24 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test