MEDIAANTARTIKAMEDIAANTARTIKA

English Journal AntartikaEnglish Journal Antartika

Penelitian ini menganalisis terjemahan modals bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dalam konteks novel Deck the Halls karya Mary Higgins Clark dan Carol Higgins Clark. Modals, seperti can, could, may, might, should, would, dan must, sangat penting dalam menyampaikan nuansa kemungkinan, kebutuhan, izin, dan kemampuan. Terjemahan yang akurat sangat penting untuk menjaga nada, maksud, dan subtitas narasi. Penelitian ini menganalisa bagaimana modals dalam bahasa Inggris diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan cara menyoroti strategi terjemahan yang digunakan untuk menyampaikan makna asli secara efektif. Analisis menunjukkan bahwa modals sering diterjemahkan melalui pendekatan literal dan kontekstual. Misalnya, must diterjemahkan sebagai harus untuk menyampaikan kebutuhan yang kuat, sementara might diterjemahkan sebagai mungkin untuk menyatakan ketidakpastian. Studi ini juga mengeksplorasi tantangan seperti hilangnya nuansa dan sensitivitas konteks, yang muncul karena perbedaan struktur dan budaya antara bahasa Inggris dan bahasa tersebut Indonesia. Efektivitas mempertahankan makna dan fungsi modals di teks asli. Secara keseluruhan, analisis ini menunjukkan bahwa meskipun menerjemahkan modals bahasa Inggris melibatkan faktor linguistik dan budaya yang kompleks, strategi yang digunakan dalam Deck the Halls umumnya berhasil dalam mempertahankan nada dan makna yang dimaksudkan dalam narasi di teks asli.

Verba modal dalam bahasa Inggris seperti can, could, will, would, should, dan might menyampaikan nuansa kemungkinan, probabilitas, kebutuhan, atau kemampuan yang tergantung pada konteks, nada, dan maksud pembicara.Analisis terjemahan modal dalam novel Deck the Halls menunjukkan bahwa strategi ekivalensi dinamis dan fungsional efektif dalam mempertahankan makna, nada, dan konteks budaya teks sumber, sekaligus menghasilkan terjemahan yang alami dan menarik bagi pembaca bahasa Indonesia.Oleh karena itu, terjemahan yang tepat memastikan pembaca bahasa target merasakan tingkat urgensi, kesopanan, atau ketidakpastian yang sama seperti yang dimaksudkan penulis asli.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti perbandingan strategi penerjemahan modals dalam novel Indonesia lain yang juga mengandung banyak verba modal, sehingga dapat mengidentifikasi pola umum atau perbedaan signifikan antar terjemahan. Selanjutnya, studi dapat menguji persepsi pembaca bahasa Indonesia terhadap nuansa makna, urgensi, dan kesopanan yang disampaikan oleh modals yang telah diterjemahkan, dengan menggunakan metode survei atau eksperimen psikolinguistik. Penelitian ketiga dapat membangun korpus paralel bahasa Inggris‑Indonesia yang memuat contoh modals dari berbagai genre sastra, lalu melakukan analisis statistik untuk mengevaluasi efektivitas ekivalensi dinamis versus ekivalensi formal dalam konteks budaya. Ide keempat dapat mengeksplorasi pengaruh konteks sosial‑kultural pada pilihan terjemahan modals, misalnya dengan membandingkan terjemahan yang dibuat pada era berbeda atau oleh penerjemah dengan latar belakang berbeda. Akhirnya, penelitian lanjutan dapat mengembangkan model komputer berbasis pembelajaran mesin untuk otomatis mendeteksi dan merekomendasikan terjemahan modals yang paling tepat dalam teks sastra, serta menguji akurasi model tersebut terhadap data manusia.

Read online
File size200.35 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test