MEDIAANTARTIKAMEDIAANTARTIKA

English Journal AntartikaEnglish Journal Antartika

Gender merupakan permasalahan yang kompleks karena merupakan identitas sosial yang bersifat dinamis. Ia ada berdasarkan budaya yang dimiliki suatu masyarakat dan tidak tetap. Film sebagai media populer seringkali menyampaikan pesan‑pesan mengenai isu gender dan bersifat implisit. Penelitian ini mengeksplorasi konstruksi gender dalam Purple Heart Original Netflix. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Rolland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Purple Heart merepresentasikan bagaimana gender dikonstruksi melalui hubungan intens antara laki‑laki dan perempuan. Lebih lanjut, film Purple Hearts mengkonstruksi identitas gender secara tidak setara, khususnya terkait peran laki‑laki dan perempuan serta perlakuan terhadap perempuan.

Peneliti dapat menyimpulkan bahwa konstruksi gender berperan besar dalam kehidupan.Konstruksi gender yang sering ditemukan dalam Purple Hearts meliputi pelecehan seksual, misogini, kesetaraan antara perempuan dan laki‑laki, penghinaan perempuan, perempuan yang mandiri, dan feminisme.Studi ini mengungkap bahwa hubungan gender antara laki‑laki dan perempuan dikonstruksi secara tidak setara dan perempuan lebih sering menjadi korban konstruksi gender.Dampak konstruksi gender dalam film Purple Hearts memberikan gambaran tentang gender, terutama bagaimana perempuan diperlakukan.Namun, tokoh utama Cassie, yang menjadi korban konstruksi gender dalam film ini, akhirnya dapat membuktikan bahwa perempuan dapat menjadi apa pun yang mereka inginkan.

Berangkat dari hasil penelitian ini, dapat dikembangkan studi mengenai persepsi penonton terhadap representasi gender dalam film serupa, yaitu dengan mengajukan pertanyaan: bagaimana penonton perempuan dan laki‑laki menilai ketidaksetaraan yang digambarkan dalam Purple Heart? Selanjutnya, perlu dilakukan penelitian yang membandingkan film-film dengan tema feminisme di berbagai media, misalnya membandingkan representasi gender di film Netflix dengan film lokal Indonesia, guna mengetahui perbedaan pola konstruksi gender. Terakhir, disarankan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dari paparan film seperti Purple Heart terhadap sikap gender penontonnya, khususnya apakah menonton film tersebut dapat mengubah pandangan penonton tentang peran dan hak perempuan.

  1. Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi. semiotic analysis feminism joko anwar movie perempuan tanah jahanam... ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/komunika/article/view/6001Komunika Jurnal Dakwah dan Komunikasi semiotic analysis feminism joko anwar movie perempuan tanah jahanam ejournal uinsaizu ac index php komunika article view 6001
Read online
File size365.37 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test