UEUUEU

NUTRIRE DIAITANUTRIRE DIAITA

Pada penelitian yang dilakukan Nurhidayati (2007), ditemukan bahwa sampel yang mengkonsumsi keju (80%) dan susu cair (85%) dengan frekwensi 1-3 kali seminggu adalah responden yang berjerawat. Namun di dalam penelitian Nurhidayati tidak meneliti faktor-faktor lain yang dapat menimbulkan jerawat. Sehingga kemungkinan faktor internal dan eksternal dapat mempengaruhi timbulnya jerawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang berhubungan dengan kejadian timbulnya jerawat pada remaja. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional dilakukan di SMA YADIKA 3 Ciledug tanggal 30 April-31 April dan 5 Mei-6 Mei 2009 dengan jumlah sampel 135 remaja kelas XI SMA YADIKA 3. Dari faktor internal yang meliputi jenis kulit wajah, keturunan, ras, dan status gizi yang mempengaruhi kejadian jerawat adalah jenis kulit wajah. Sedangkan factor eksternal yang meliputi kebersihan kulit wajah, frekuensi membersihkan kulit wajah, tingkat konsumsi lemak dan faktor bahan makanan penyebab jerawat yang mempengaruhi kejadian timbulnya jerawat adalah kebersihan kulit wajah.

Analisis menunjukkan bahwa faktor internal yang paling berpengaruh terhadap kejadian jerawat pada remaja adalah jenis kulit wajah, sedangkan faktor eksternal yang signifikan adalah kebersihan kulit wajah.Disarankan agar penderita jerawat menggunakan sabun dengan kandungan scrubbing grains sebanyak dua kali seminggu serta menghindari memijat atau menggosok jerawat untuk mencegah perburukan kondisi.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi pengaruh konsumsi vitamin C dan vitamin E terhadap prevalensi jerawat pada remaja.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara longitudinal apakah suplementasi vitamin C dan vitamin E secara rutin dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan jerawat pada remaja, sehingga memberikan bukti kuat tentang peran antioksidan dalam pengendalian jerawat. Selain itu, diperlukan studi kasus‑kontrol yang menilai hubungan antara kebersihan kulit wajah dengan komposisi mikrobiota kulit, untuk memahami bagaimana perubahan mikroorganisme mempengaruhi munculnya jerawat pada individu dengan tipe kulit berminyak. Terakhir, sebuah penelitian eksperimental dengan desain intervensi diet dapat mengevaluasi dampak pengurangan konsumsi makanan tinggi lemak dan peningkatan asupan serat terhadap status gizi, indeks massa tubuh, dan kejadian jerawat, sehingga memperluas pengetahuan tentang faktor nutrisi eksternal yang berkontribusi pada masalah kulit remaja.

Read online
File size202.83 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test