STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA
Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan PembangunanFaktor penghambat dalam pemberian ASI adalah produksi ASI itu sendiri. Beberapa cara untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan pemberian pemijatan punggung dan kompres hangat payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan rancangan penelitian Pre Eksperimental dengan pendekatan desain Two Group Pretest-Posttest. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariate dan analisis bivariate dengan uji Mann Whitney. Dalam penelitian ini yang termasuk populasi adalah seluruh ibu menyusui di BPM CH Mala Husin Palembang pada 02-30 April tahun 2018. Dalam penelitian ini yang dijadikan sampel penelitian adalah sebagian ibu menyusui di BPM CH. Mala Husin Palembang tahun 2018 yang berjumlah 30 orang. Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata kelancaran produksi ASI sebelum pemijatan punggung adalah 107,33 cc dan setelah pemijatan punggung adalah 173,33, sedangkan rata-rata kelancaran produksi ASI sebelum kompres hangat payudara adalah 110,67 dan setelah kompres hangat payudara adalah 322,00 cc. Hal ini menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan bahwa hasil pemberian kompres hangat payudara lebih efektif melancarkan produksi ASI daripada pemijatan punggung.
Rata-rata peningkatan kelancaran produksi ASI sebelum pemijatan punggung adalah 107,33 cc dan peningkatan kelancaran produksi ASI sebelum pemijatan punggung terendah 90 cc dan tertinggi 150 cc.Rata-rata peningkatan kelancaran produksi ASI sebelum kompres hangat payudara adalah 110,67 cc dan peningkatan kelancaran produksi ASI sebelum kompres hangat payudara terendah 90 cc dan tertinggi 150 cc.Rata-rata peningkatan kelancaran produksi ASI setelah pemijatan punggung adalah 173,33 cc dan peningkatan kelancaran produksi ASI setelah pemijatan punggung terendah 110 cc dan tertinggi 300 cc.Rata-rata peningkatan kelancaran produksi ASI setelah kompres hangat payudara adalah 322,00 cc dan peningkatan kelancaran produksi ASI setelah kompres hangat payudara terendah 110 cc dan tertinggi 450 cc.Dari hasil dengan uji mann whitney didapatkan nilai P value = 0,804 hal ini menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelancaran produksi ASI sebelum kompres hangat payudara dan pemijatan punggung.Dari hasil dengan uji mann whitney didapatkan nilai P value = 0,000 hal ini menunjukan bahwa Ada perbedaan yang signifikan antara kelancaran produksi ASI setelah kompres hangat payudara dan pemijatan punggung.Sehingga dapat disimpulkan dari jumlah meningkatnya produksi ASI bahwa hasil pemberian kompres hangat payudara lebih efektif melancarkan produksi ASI daripada pemijatan punggung.
Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas pemijatan punggung dan kompres hangat payudara dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui dengan menggunakan metode eksperimental yang lebih terkontrol. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan efek dari kedua metode tersebut pada kelompok sampel yang lebih besar dan dengan variabel kontrol yang lebih ketat.. . 2. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi produksi ASI, seperti faktor psikologis, nutrisi, dan kondisi kesehatan ibu. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dikembangkan strategi intervensi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan produksi ASI.. . 3. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan metode perawatan payudara yang lebih efektif dan nyaman bagi ibu menyusui. Hal ini dapat mencakup inovasi dalam teknik pemijatan, kompres hangat, atau bahkan teknologi baru yang dapat membantu melancarkan produksi ASI. Penelitian ini dapat melibatkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, peneliti, dan ibu menyusui untuk menemukan solusi yang terbaik dan paling efektif.
| File size | 286.45 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UEUUEU Indikator penelitian ini ialah IMD yaitu pemberian ASI dalam waktu 1 jam setelah lahir. Pertumbuhan bayi, diukur berdasarkan peningkatan berat badan (BB)Indikator penelitian ini ialah IMD yaitu pemberian ASI dalam waktu 1 jam setelah lahir. Pertumbuhan bayi, diukur berdasarkan peningkatan berat badan (BB)
IBSIBS Analisis U Chart menunjukkan bahwa tingkat ketidaksesuaian produk cacat masih dalam batas normal dan dapat dikendalikan oleh perusahaan. Oleh karena itu,Analisis U Chart menunjukkan bahwa tingkat ketidaksesuaian produk cacat masih dalam batas normal dan dapat dikendalikan oleh perusahaan. Oleh karena itu,
STAISARSTAISAR Hasil analisis menunjukkan adanya polarisasi wacana: sebagian pihak memandang Pergub sebagai upaya penguatan moralitas dan tata kelola perkawinan ASN yangHasil analisis menunjukkan adanya polarisasi wacana: sebagian pihak memandang Pergub sebagai upaya penguatan moralitas dan tata kelola perkawinan ASN yang
TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada PT. Hilon Talun Kenas-Patumbak Deli Serdang tersebut dapat diterapkan aplikasi Data Mining. Data MiningUntuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada PT. Hilon Talun Kenas-Patumbak Deli Serdang tersebut dapat diterapkan aplikasi Data Mining. Data Mining
LITERASISAINSLITERASISAINS Penerapan Data Mining menggunakan Algoritma K-Means dapat mengelompokkan data produksi tanaman perkebunan di Indonesia. Penelitian ini menghasilkan 3 ClusterPenerapan Data Mining menggunakan Algoritma K-Means dapat mengelompokkan data produksi tanaman perkebunan di Indonesia. Penelitian ini menghasilkan 3 Cluster
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Temuan yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin positif sikap konsumen Muslim terhadap pentingnya label halal, maka akan semakin besar pula kecenderunganTemuan yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin positif sikap konsumen Muslim terhadap pentingnya label halal, maka akan semakin besar pula kecenderungan
MORIPUBLISHINGMORIPUBLISHING faktor‑faktor tersebut saling terkait membentuk sistem kompleks sehingga perbaikan parsial tidak cukup untuk peningkatan kualitas yang berkelanjutan.faktor‑faktor tersebut saling terkait membentuk sistem kompleks sehingga perbaikan parsial tidak cukup untuk peningkatan kualitas yang berkelanjutan.
UINMADURAUINMADURA Berdasarkan hasil penelitian seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel persepsi harga (X1) berpengaruhBerdasarkan hasil penelitian seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel persepsi harga (X1) berpengaruh
Useful /
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Secara parsial variabel keselamatan dan kesehatan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kinerja karyawan, dengan nilai Sig. 0,068Secara parsial variabel keselamatan dan kesehatan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kinerja karyawan, dengan nilai Sig. 0,068
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan di PT. Tiki Jalur NugrahaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan di PT. Tiki Jalur Nugraha
UNAIRUNAIR Fosfat secara konsisten berkorelasi dengan COD dan pH. Temuan ini menegaskan bahwa faktor alami dan antropogenik keduanya memengaruhi variabilitas nutrienFosfat secara konsisten berkorelasi dengan COD dan pH. Temuan ini menegaskan bahwa faktor alami dan antropogenik keduanya memengaruhi variabilitas nutrien
UNSERAUNSERA Anak-anak usia sekolah dasar masih memiliki pengetahuan dan kepedulian yang minim terhadap pengelolaan sampah. Banyak anak yang tidak menghiraukan apaAnak-anak usia sekolah dasar masih memiliki pengetahuan dan kepedulian yang minim terhadap pengelolaan sampah. Banyak anak yang tidak menghiraukan apa