STAISARSTAISAR

Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-SyakhsiyyahJurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah

Fenomena konflik rumah tangga yang berujung pada litigasi perceraian di Indonesia mencerminkan dinamika normatif dan prosedural yang kompleks, khususnya ketika perkara berlanjut hingga tingkat Mahkamah Agung dan memerlukan waktu yang sangat lama untuk memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor penyebab lamanya penyelesaian perkara perceraian serta merumuskan kerangka konseptual yang efektif untuk menangani konflik perkawinan yang berkepanjangan dalam proses peradilan. Fokus utama adalah praktik peradilan agama dan pengalaman empiris para pihak yang terlibat, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen perkara. Hasil menunjukkan bahwa lamanya penyelesaian tidak hanya disebabkan oleh kompleksitas prosedural, tetapi juga dipengaruhi oleh konflik interpersonal yang berkelanjutan, terputusnya komunikasi antara suami dan istri, strategi litigasi konfrontatif, serta kurangnya mekanisme de-eskalasi konflik pada tahap awal. Penelitian menegaskan perlunya pergeseran paradigma dari model litigasi formalistik ke kerangka integratif yang menekankan resolusi konflik substantif, mediasi terstruktur, dan pemulihan komunikasi. Implikasi reformasi kelembagaan peradilan agama termasuk penguatan mekanisme mediasi, integrasi konseling sosial‑psikologis, dan pengembangan kebijakan regulatif untuk mencegah penundaan proses. Dengan menghubungkan analisis normatif dan realitas empiris, studi ini berkontribusi pada debat efisiensi peradilan, akses keadilan, dan adaptasi hukum keluarga Islam dalam praktik hukum Indonesia kontemporer.

Proses perceraian empat tahun yang dikenal sebagai talak‑talak tidak disebabkan oleh mekanisme prosedural peradilan, melainkan oleh penyalahgunaan komunikasi antara suami dan istri yang menyebabkan konflik lama.Menjaga dan memupuk komunikasi yang baik sepanjang pernikahan serta setelahnya penting agar keputusan perceraian dapat diambil secara harmonis.Praktik peradilan harus memprioritaskan penyelesaian konflik melalui mediasi berulang dan memastikan pasangan secara aktif terlibat dalam proses.

Pengembangan sistem mediasi berbasis teknologi yang dapat memfasilitasi komunikasi sekaligus menyimpan rekaman proses mediasi akan membantu peradilan menilai efektivitas intervensi tanpa menunda keputusan; penyelidikan empiris tentang dampak penggunaan aplikasi mobile mediasi terhadap percepatan penyelesaian perkara di pengadilan agama dapat memandu kebijakan nasional; serta studi longitudinal yang membandingkan tingkat keberhasilan perceraian sebelum dan sesudah penerapan mediasi struktur terpadu akan menunjukkan sejauh mana perubahan paradigma dapat mengurangi angka perceraian di Indonesia.

  1. The Concept of Effective Resolution of Divorce Cases in Reducing Divorce Rates at the Religious Court... journal.staisar.ac.id/index.php/mediasas/article/view/421The Concept of Effective Resolution of Divorce Cases in Reducing Divorce Rates at the Religious Court journal staisar ac index php mediasas article view 421
  2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebahagiaan pada Istri Pertama dalam Perkawinan Poligami | Psikodinamika:... ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/psikodinamika/article/view/1591Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kebahagiaan pada Istri Pertama dalam Perkawinan Poligami Psikodinamika ejournal uniramalang ac index php psikodinamika article view 1591
  3. Paradigma Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah Dan Relasinya Dengan Tingkat Perceraian Serta Pertumbuhan... doi.org/10.37366/jh.v3i1.1016Paradigma Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah Dan Relasinya Dengan Tingkat Perceraian Serta Pertumbuhan doi 10 37366 jh v3i1 1016
Read online
File size463.21 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test