PPSDPPPSDP

PPSDP International Journal of EducationPPSDP International Journal of Education

Penelitian ini menganalisis tren lingkungan strategis (lingstra) yang mendasari perumusan tahap Minimum Essential Force (MEF) I, II, dan III, serta mengevaluasi proses penyusunan belanja pertahanan Indonesia dari 2020 hingga 2025. Pendekatan kualitatif dan data sekunder dari Kementerian Pertahanan, Keuangan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dipakai untuk memetakan dinamika kebijakan dan proses perumusan anggaran pertahanan, termasuk perbandingan anggaran terusulkan dan disetujui serta komponen pembiayaan dari dana rupiah asli dan pembiayaan domestik serta asing. Temuan menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan strategis global dan regional—seperti persaingan geopolitik, modernisasi militer negara tetangga, dan kemajuan teknologi pertahanan—mempengaruhi prioritas pertahanan Indonesia secara signifikan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia periode 2020‑2025 dipengaruhi dan dibatasi oleh faktor strategis yang saling terkait.keterbatasan fiskal nasional, ketegangan geopolitik regional, dan kebutuhan modernisasi sistem senjata dalam kerangka MEF III.Melalui analisis lingstra, perubahan lanskap global—termasuk rivalitas besar‑bisa di Indo‑Pasifik, eskalasi ketegangan Laut China Selatan, dan kemajuan teknologi militer—memotivasi percepatan modernisasi serta penguatan postur deterrensi Indonesia.Namun, terdapat selisih persistensi antara anggaran pertahanan yang diusulkan dan yang disetujui dalam APBN, sehingga hanya sekitar 65‑70 % proposal yang terpakai, sehingga menunda pencapaian target MEF III, khususnya di bidang udara dan laut.

Penelitian lanjutan dapat meneliti dampak jangka panjang pergantian prioritas alokasi anggaran dari pendanaan operasional ke investasi modernisasi alutsista terhadap kesiapan respons Operasi Lain Dari Perang (OMSP) di Indonesia, menilai efeknya pada kesiapan TNI dalam menghadapi krisis non‑militer. Selanjutnya, kajian terpadu tentang efektivitas mekanisme pembiayaan hibrida—kombinasi dana domestik, pinjaman luar negeri, dan publik‑pribadi—dapat direalisasikan melalui studi kasus proyek besar untuk mengidentifikasi hambatan regulasi dan potensi pengembangan instrumen pembiayaan domestik yang lebih berkelanjutan. Terakhir, evaluasi komparatif antara kebijakan pengembangan industri pertahanan nasional (BUMNIS) dan strategi mitigasi risiko utang luar negeri dapat membantu merumuskan kebijakan fiskal berkelanjutan yang mendukung self‑reliance militer Indonesia.

  1. Evaluating Indonesia's National Defense Policy in Shaping an Effective Area Denial Strategy | Journal... jpi.ubb.ac.id/index.php/JPI/article/view/216Evaluating Indonesias National Defense Policy in Shaping an Effective Area Denial Strategy Journal jpi ubb ac index php JPI article view 216
  2. 0. loading academic.oup.com/edited-volume/27993/chapter/2117057470 loading academic oup edited volume 27993 chapter 211705747
Read online
File size235.39 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test