YARSIYARSI

Jurnal Ruhul IslamJurnal Ruhul Islam

Krisis kesehatan mental global dalam beberapa tahun terakhir menuntut adanya modalitas terapi alternatif yang terjangkau, salah satunya melalui terapi interaksi dengan hewan, termasuk kucing domestik (Felis catus). Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan dampak interaksi kucing terhadap regulasi emosi dan kesehatan mental melalui tinjauan bio‑psikologis dan literatur Islam. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur terhadap artikel ilmiah bereputasi (2015‑2025) dan teks keagamaan klasik. Hasil studi ini menunjukkan secara biologis, interaksi positif dengan kucing terbukti meningkatkan kadar oksitosin dan menurunkan kortisol pada manusia. Perilaku afeksi kucing, seperti snuggling, memberikan efek menenangkan dan rasa aman. Dalam perspektif Islam, kucing memiliki kedudukan mulia berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW, yang memberikan legitimasi religius dan memperkuat ikatan emosional pemilik Muslim. Meskipun risiko zoonosis, edukasi preventif dapat memitigasi kecemasan pemilik. Integrasi antara dukungan biologis dan nilai spiritual menjadikan interaksi dengan kucing sebagai strategi non‑farmakologis yang efektif untuk mendukung kesejahteraan psikologis.

Interaksi dengan kucing domestik secara biologis meningkatkan oksitosin dan menurunkan kortisol, memberi dampak positif pada regulasi emosi manusia.Dari perspektif Islam, kucing dihargai sebagai makhluk mulia, yang memperkuat hubungan emosional bagi pemilik Muslim.Namun, risiko zoonosis harus dikelola melalui edukasi preventif agar manfaat terapeutik dapat diamankan.

Bergerak dari temuan bahwa interaksi kucing dapat menenangkan hormon stres dan menambah kedekatan religius, penelitian selanjutnya dapat menanyakan: (1) Bagaimana perbedaan efek interaksi kucing pada subjek Muslim dan non‑Muslim ketika memperhitungkan praktik spiritual khas masing‑masing; (2) Apakah kombinasi interaksi katakotik dengan program edukasi zoonosis dapat memperkuat manfaat psikologis dibandingkan interaksi saja; dan (3) Dalam konteks urban, bagaimana desain lingkungan rumah yang memfasilitasi interaksi manusia‑kucing memengaruhi kesejahteraan psikologis dalam jangka panjang. Pertanyaan‑pertanyaan ini akan memperluas pemahaman empiris tentang peran kucing sebagai agen terapi yang terintegrasi secara biologis, sosial, dan religius, serta dapat membimbing kebijakan kesehatan mental berkelanjutan di masyarakat modern.

  1. Correlations between behavior and hormone concentrations or gut microbiome imply that domestic cats (Felis... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0269589Correlations between behavior and hormone concentrations or gut microbiome imply that domestic cats Felis journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0269589
  2.  . 0 doi.org/10.3390/ani13193153A 0 doi 10 3390 ani13193153
  3. Pet’s diseases and owner’s anxiety: is the leash an umbilical cord? | Dog behavior. pet diseases... dogbehavior.it/dogbehavior/article/view/21PetAos diseases and ownerAos anxiety is the leash an umbilical cord Dog behavior pet diseases dogbehavior it dogbehavior article view 21
  4. Handling Shelter Cats - Animal Behavior for Shelter Veterinarians and Staff - Wiley Online Library. handling... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/9781119618515.ch14Handling Shelter Cats Animal Behavior for Shelter Veterinarians and Staff Wiley Online Library handling onlinelibrary wiley doi 10 1002 9781119618515 ch14
Read online
File size720.63 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test